Telset.id – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan smartwatch baru bernama Galaxy Aero yang akan mengisi segmen entry-level. Bocoran terbaru mengungkapkan bahwa perangkat ini kemungkinan besar tidak akan menggunakan Wear OS, melainkan sistem operasi RTOS yang lebih ringan.
Kabar ini muncul setelah sebelumnya Samsung Galaxy Watch FE mendapat kritik tajam dari para reviewer. Salah satu ulasan bahkan memberikan skor dua bintang dan menyebutnya sebagai salah satu smartwatch paling membingungkan yang pernah diuji. Kini, Samsung disebut akan mencoba lagi di pasar smartwatch entry-level dengan pendekatan yang berbeda.
Menurut laporan dari Gadgets & Wearables yang menyelidiki aplikasi Samsung Health dan Galaxy Wearable, perangkat baru ini akan diberi nama Galaxy Aero. Temuan menariknya, produk ini diprediksi tidak akan berjalan di atas Wear OS milik Google.
Sebelumnya, laporan dari SamMobile juga menemukan petunjuk bahwa Samsung menggunakan RTOS atau real-time operating system. Software Samsung mengandung referensi ke ‘Galaxy Aero’ dan ‘galaxy_rtos_watch’, yang mengindikasikan bahwa keduanya adalah produk yang sama.

RTOS merupakan platform yang digunakan oleh perangkat Galaxy Fit milik Samsung. Sistem ini jauh lebih ringan dibandingkan Wear OS. Jika Galaxy Aero benar-benar menggunakan RTOS, maka produk ini akan berada di posisi paling bawah dari spektrum wearable Samsung.
Investigasi lebih lanjut dari Gadgets & Wearables menunjukkan bahwa beberapa aplikasi dan layanan Samsung memiliki kemampuan untuk menangani RTOS dan perangkat yang menggunakannya. Kemampuan inilah yang disebut-sebut menjadi pembuka jalan bagi kehadiran Galaxy Aero.
Strategi Perbaikan Samsung
Salah satu kritik utama terhadap Samsung Galaxy Watch FE adalah posisinya yang aneh di pasar. Saat dirilis, perangkat ini menawarkan performa yang lebih buruk dibandingkan Samsung Galaxy Watch 6, namun dijual dengan harga yang sama atau bahkan lebih mahal.
Dengan Galaxy Aero, masalah yang tidak nyaman ini mungkin bisa diperbaiki. SamMobile menyebutkan bahwa perangkat ini bisa dijual dengan harga di bawah Watch FE, menjadikannya pilihan yang lebih masuk akal untuk smartwatch murah. Jika benar, produk ini akan jauh lebih mudah diterima pasar.
Baca Juga:
Ada pertimbangan lain yang tak kalah penting. Dengan menggunakan RTOS sebagai pengganti Wear OS, Samsung bisa mengurangi konsumsi baterai secara signifikan. Ini sekaligus menyelesaikan masalah utama lain yang ada pada Watch FE.
Tentu saja, ada kompromi yang harus dibuat. Penggunaan RTOS berarti dukungan terhadap Google Play Store dan aplikasi pihak ketiga akan terbatas. Namun jika Samsung bisa menjaga harga tetap rendah, kemungkinan besar banyak pengguna tidak akan keberatan dengan keterbatasan tersebut.

Jika langkah ini benar-benar diambil, Samsung akan bergabung dengan kompetitor seperti Amazfit dan Huawei dalam meluncurkan pelacak kebugaran terjangkau yang tidak bergantung pada Wear OS. Apakah perangkat ini mampu memperbaiki kesalahan Galaxy Watch FE, masih perlu ditunggu.
Samsung sendiri sedang gencar merilis berbagai produk baru. Selain Fitur Terbaru dari One UI 9 Beta 6, perusahaan juga dikabarkan akan menggelar acara Galaxy Event dalam waktu dekat. Bocoran Memori AI terbaru mereka juga menjadi sorotan.
Kehadiran Galaxy Aero di segmen entry-level menunjukkan bahwa Samsung serius memperbaiki posisinya di pasar smartwatch murah. Dengan harga yang lebih terjangkau dan sistem operasi yang lebih hemat daya, produk ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari smartwatch sederhana tanpa fitur berlebihan.
Bagi konsumen yang selama ini ragu membeli Galaxy Watch FE karena harganya yang kurang masuk akal, Galaxy Aero bisa menjadi alternatif yang lebih masuk akal. Namun, semua masih berupa bocoran dan belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai spesifikasi maupun tanggal peluncuran perangkat ini.





Komentar
Belum ada komentar.