Tahun 2025 telah menjadi periode yang sibuk bagi Samsung dengan berbagai peluncuran perangkat lipat baru, bentuk fisik yang sangat tipis, hingga debut platform XR Google. Namun, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini tampaknya tidak ingin menginjak rem sedikit pun. Setelah serangkaian pengumuman di CES 2026, perhatian dunia kini tertuju pada acara besar pertama mereka tahun ini.
Undangan resmi telah disebar, dan spekulasi pun mulai bermunculan bak jamur di musim hujan. Samsung telah mengonfirmasi bahwa acara Galaxy Unpacked pertama tahun ini akan digelar pada 25 Februari 2026. Meskipun undangan tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan perangkat apa yang akan hadir, pola tahunan perusahaan ini memberikan petunjuk kuat bahwa jajaran Galaxy S26 akan menjadi bintang utamanya.
Bagi Anda yang menantikan inovasi terbaru, bocoran informasi yang beredar saat ini cukup untuk memberikan gambaran utuh sebelum acara dimulai. Engadget dipastikan akan meliput acara ini secara langsung, namun sembari menunggu hari H, mari kita bedah satu per satu apa saja yang diprediksi akan muncul di panggung San Francisco nanti.
Jadwal Rilis dan Era Baru AI
Berdasarkan undangan resmi yang dibagikan pada 10 Februari, Galaxy Unpacked dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari 2026 di San Francisco. Acara utama akan dimulai pukul 10.00 PT (atau sekitar pukul 01.00 WIB dini hari berikutnya) dan disiarkan langsung melalui situs resmi Samsung serta kanal YouTube mereka. Bagi Anda yang penasaran dengan Jadwal Rilis globalnya, acara ini adalah titik start yang krusial.
Menariknya, pengumuman tersebut menyiratkan bahwa peluncuran ini akan menandai “fase baru di era AI di mana kecerdasan menjadi benar-benar personal dan adaptif.” Kalimat ini mungkin terdengar seperti jargon pemasaran standar yang sering kita dengar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, mengingat persaingan ketat di sektor kecerdasan buatan, kita bisa berharap Samsung akan membawa integrasi AI yang lebih matang, bukan sekadar fitur tempelan semata.

Desain Konservatif pada Trio Galaxy S26
Jika Anda mengharapkan revolusi desain yang drastis, mungkin Anda perlu menurunkan sedikit ekspektasi. Bocoran gambar mengindikasikan bahwa Samsung mengambil pendekatan yang cukup terkendali untuk Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Perusahaan tampaknya mempertahankan Desain Familiar yang mirip dengan pendahulunya, Galaxy S25.
Ponsel ini diprediksi tetap menggunakan layar depan dan bingkai datar, sudut membulat, serta susunan kamera vertikal yang khas di bagian belakang. Perbedaan terbesar kemungkinan besar terletak pada komponen internal seperti layar, chipset, dan sensor kamera. Berbeda dengan langkah Apple dari iPhone 16 Pro ke iPhone 17 Pro, perubahan fisik pada seri S26 ini tergolong minor.
Untuk dapur pacu, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm diharapkan menjadi otak utama di seluruh lini Galaxy S26. Namun, laporan dari Yonhap News menyebutkan kemungkinan penggunaan chip Exynos 2600 di beberapa wilayah—sebuah strategi klasik Samsung. Terlepas dari varian mana yang masuk ke pasar, perangkat ini menjanjikan Performa Monster, terutama dalam pemrosesan AI on-device.
Spesifikasi Layar dan Kamera
Salah satu perbedaan yang cukup mencolok adalah pada sektor layar. Menurut pembocor ternama Ice Universe, Galaxy S26 reguler akan mengusung layar FHD+ 6,3 inci, sedikit lebih besar dari layar 6,2 inci milik Galaxy S25. Ponsel ini juga dikabarkan membawa RAM 12GB dengan opsi penyimpanan 256GB atau 512GB, serta baterai yang sedikit lebih besar yakni 4.300mAh.
Namun, jangan terlalu berharap pada peningkatan perangkat keras kamera untuk model dasar. Bocoran menunjukkan spesifikasi yang sama dengan generasi sebelumnya: kamera utama 50MP, ultrawide 12MP, telephoto 3x 10MP, dan kamera selfie 12MP. Hal serupa terjadi pada Galaxy S26+, yang dilaporkan tetap menggunakan layar FHD+ 6,7 inci, baterai 4.900mAh, dan RAM 12GB.
Baca Juga:
Galaxy S26 Ultra: Dilema S Pen dan Qi2
Perubahan yang lebih signifikan mungkin terjadi pada varian tertinggi, Galaxy S26 Ultra. Menurut Android Headlines, kamera ponsel ini akan sedikit lebih menonjol dengan sentuhan akhir metalik baru. Ada juga rumor bahwa Samsung mungkin kembali menggunakan bingkai aluminium, meninggalkan titanium yang digunakan pada dua generasi Ultra sebelumnya.
Isu paling menarik adalah mengenai dukungan pengisian daya nirkabel Qi2. Agar ponsel benar-benar mendukung standar Qi2 (bukan hanya bisa menempel dengan casing), rumor menyebutkan Samsung harus menghapus lapisan digitizer S Pen dan mengadopsi metode baru untuk input stylus. Belum jelas metode apa yang akan digunakan, namun ini adalah langkah krusial agar Galaxy S26 Ultra bisa kompatibel dengan aksesori Qi2 tanpa mengorbankan fungsi S Pen yang ikonik.
Terkait fitur magnetik, penggemar mungkin akan sedikit kecewa. Laporan dari Nieuwemobiel.nl menyiratkan bahwa seri S26 kemungkinan tidak memiliki magnet bawaan di dalam bodi ponsel, melainkan mengandalkan casing khusus untuk fitur tersebut, mirip dengan pendekatan sebelumnya.

Galaxy Buds 4 dan Ekosistem Audio
Selain ponsel, sektor audio juga mendapat penyegaran. Setelah merilis Galaxy Buds 3 dan 3 Pro dengan desain ulang besar-besaran pada 2024, Galaxy Buds 4 dan Buds 4 Pro yang dirumorkan hadir tidak akan banyak mengubah estetika tersebut. Berdasarkan bocoran dari aplikasi Samsung Tips, perubahan fisik terlihat pada casing yang lebih ringkas dan batang earbud yang tidak terlalu menyudut.
Fitur gestur kepala untuk menerima atau menolak panggilan—mirip dengan yang ada pada AirPods Pro—dikabarkan akan hadir di kedua versi. Selain itu, SamMobile melaporkan adanya chip Ultra Wideband (UWB) baru yang memudahkan pencarian perangkat melalui jaringan Find Hub Google. Tentu saja, konsumen juga akan menanti Bocoran Harga untuk aksesori pintar ini.

Nasib TriFold dan Galaxy S26 Edge
Samsung sempat mengumumkan Galaxy Z TriFold pada akhir 2025, sebuah perangkat hibrida ponsel-tablet lipat tiga. Informasi terbaru menyebutkan perangkat ini tersedia di AS mulai 30 Januari dengan harga fantastis $2.900. Mengingat perangkat ini sudah dipamerkan di CES 2026, kemungkinan besar Samsung tidak akan menghabiskan banyak durasi di panggung Unpacked untuk membahasnya kembali.

Sementara itu, rumor mengenai Galaxy S26 Edge juga menarik perhatian. Ponsel ini tidak akan menggantikan model “Plus”, melainkan tetap menjadi opsi alternatif bagi mereka yang mencari bentuk unik. Dengan ketebalan yang diprediksi hanya 5,5mm (lebih tipis dari pendahulunya), S26 Edge dikabarkan mengusung desain modul kamera persegi panjang yang mengingatkan pada Google Pixel.
Kemitraan AI: Bixby dan Perplexity
Terakhir, namun tak kalah penting, adalah aspek perangkat lunak. Samsung dikabarkan sedang menjajaki kemitraan AI di luar Google. Laporan Bloomberg menyebutkan negosiasi dengan Perplexity untuk mengintegrasikan mesin pencari berbasis AI ke dalam OneUI. Hal ini bisa menjadi alternatif menarik selain Google Gemini, apalagi jika dipadukan dengan asisten Bixby versi baru yang sempat bocor secara tidak sengaja. Fitur-fitur cerdas ini, termasuk rumor tentang Fitur Layar canggih, akan menjadi nilai jual utama dalam presentasi mereka.
Dengan segala bocoran ini, Galaxy Unpacked 2026 tampaknya akan menjadi ajang pembuktian Samsung untuk mempertahankan dominasinya di tengah gempuran inovasi kompetitor. Apakah pembaruan ini cukup untuk membuat Anda melakukan upgrade? Kita tunggu jawabannya pada 25 Februari nanti.

