📑 Daftar Isi

Ilustrasi bocoran spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Dimensity 9600 Pro dengan fabrikasi 2nm

Bocoran Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Dimensity 9600 Pro: Chip 2nm Tembus 5GHz

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro (SM8975) dikabarkan menggunakan fabrikasi 2nm TSMC N2P dengan CPU tembus 5.01GHz
  • Konfigurasi CPU Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro: 2x 5.01GHz + 3x 4.03GHz + 3x 3.74GHz, naik signifikan dari Gen 5
  • GPU Adreno 850 dengan 3-slice dan 18MB memori grafis, plus 8MB Last Level Cache (LLC)
  • Varian non-Pro (SM8950) hadir dengan GPU Adreno 845, 2 slices, 12MB memori grafis, dan 6MB LLC
  • Dimensity 9600 Pro juga fabrikasi N2P, pakai inti Arm: 2x 4.55GHz Canyon + 3x 4.35GHz Gelas-b + 3x 3.10GHz Gelas
  • GPU Dimensity 9600 Pro adalah Arm G2-Ultra NX MC12 16-core yang sama dengan Xiaomi Xring O3
  • Semua informasi masih bocoran dari Digital Chat Station, belum konfirmasi resmi dari Qualcomm dan MediaTek

Telset.id – Bocoran spesifikasi terbaru mengungkap bahwa chipset flagship generasi berikutnya dari Qualcomm dan MediaTek akan membawa lompatan performa signifikan, dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dikabarkan mampu menembus kecepatan clock 5GHz untuk pertama kalinya. Informasi ini berasal dari leakster ternama Digital Chat Station (DCS) yang membagikan pratinjau detail kedua chipset tersebut, meskipun baik Qualcomm maupun MediaTek belum mengumumkan secara resmi.

Kabar ini menjadi angin segar bagi para penggemar teknologi yang menantikan peningkatan performa dari generasi sebelumnya. Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang baru saja hadir memang sudah menunjukkan hasil impresif, namun masih menggunakan teknologi fabrikasi 3nm (TSMC N3P) dan inti Arm C1. Generasi penerusnya menjanjikan lompatan yang lebih besar, baik dari segi efisiensi maupun kecepatan.

Spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro: Fabrikasi 2nm dan CPU 5GHz

Menurut bocoran DCS, chipset yang diasumsikan sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro (dengan nomor model SM8975) akan diproduksi menggunakan node fabrikasi terbaru TSMC, yakni proses 2nm (N2P). Ini merupakan peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya yang masih menggunakan teknologi 3nm.

Hal yang paling menarik perhatian adalah klaim bahwa CPU pada chipset ini akan berhasil menembus batas kecepatan 5GHz. Dua Prime core pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dikabarkan memiliki kecepatan clock hingga 5.01GHz. Susunan 8-core CPU-nya terdiri dari 2x 5.01GHz + 3x 4.03GHz + 3x 3.74GHz, sebuah konfigurasi yang menunjukkan peningkatan substansial dibandingkan pendahulunya.

Sebagai perbandingan, Snapdragon 8 Elite Gen 5 memiliki konfigurasi CPU 2x 4.61GHz + 6x 3.63GHz. Artinya, generasi baru ini tidak hanya menaikkan kecepatan puncak, tetapi juga mendesain ulang arsitektur inti untuk efisiensi yang lebih baik.

Untuk sektor grafis, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menggunakan GPU Adreno 850. GPU ini dikabarkan memiliki 3-slice dengan 18MB memori grafis. Selain itu, chipset ini juga akan dilengkapi dengan 8MB Last Level Cache (LLC) yang membantu meningkatkan efisiensi transfer data antara CPU, GPU, dan komponen lainnya.

Varian Non-Pro dan Chipset MediaTek Dimensity 9600 Pro

Qualcomm dikabarkan akan merilis dua varian Snapdragon 8 Elite Gen 6. Selain versi Pro, ada juga varian non-Pro dengan nomor model SM8950. Varian ini akan memiliki konfigurasi CPU 2+3+3 yang mirip, meskipun detail kecepatan clock-nya belum jelas. GPU yang digunakan adalah Adreno 845, yang merupakan GPU dua pertiga dengan 2 slices dan 12MB memori grafis, mirip dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 V-series. Cache LLC pada varian ini juga akan dikurangi menjadi 6MB.

Di sisi lain, MediaTek juga tidak tinggal diam. Chipset andalan mereka, Dimensity 9600 Pro, juga akan diproduksi menggunakan node N2P yang sama. Namun, MediaTek memilih untuk menggunakan inti yang dirancang oleh Arm. DCS menyebutkan konfigurasi CPU-nya sebagai 2x 4.55GHz Canyon + 3x 4.35GHz Gelas-b + 3x 3.10GHz Gelas.

Meskipun nama-nama tersebut belum resmi, diperkirakan bahwa “Canyon” adalah nama kode untuk Arm C2-Ultra, “Gelas-b” adalah C2-Premium, dan “Gelas” adalah C1-Pro yang lebih lama. Dengan kecepatan puncak 4.55GHz, Dimensity 9600 Pro memang sedikit di bawah Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dalam hal clock speed, namun tetap menawarkan performa yang sangat kompetitif.

Untuk GPU, Dimensity 9600 Pro akan menggunakan Arm G2-Ultra NX MC12. Menariknya, GPU ini adalah GPU yang sama yang digunakan pada chipset Xiaomi Xring O3. GPU ini memiliki 16-core yang dibagi menjadi dua klaster – 8 core GPU tradisional dan 8 core dengan akselerasi tensor NX. Konfigurasi ini dirancang untuk mendukung fitur-fitur seperti image upscaling dan frame generation dalam gaming.

Xiaomi Xring O3

Persaingan antara Qualcomm dan MediaTek di segmen chipset flagship diprediksi akan semakin ketat dengan hadirnya kedua produk ini. Keduanya sama-sama menggunakan node fabrikasi 2nm dari TSMC, yang menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, pendekatan yang berbeda dalam desain CPU – Qualcomm dengan inti custom dan MediaTek dengan inti Arm – akan menjadi pembeda utama dalam hal performa dan efisiensi.

Perlu dicatat bahwa semua informasi ini masih berupa bocoran dari leakster dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Qualcomm maupun MediaTek. Spesifikasi final bisa saja berbeda saat peluncuran nanti. Namun, jika bocoran ini akurat, maka generasi chipset berikutnya akan membawa peningkatan yang sangat signifikan, terutama dalam hal kecepatan clock CPU dan efisiensi fabrikasi.

Bagi para pengguna yang saat ini menggunakan perangkat dengan chipset generasi sebelumnya, peningkatan ini tentu menjadi kabar baik. Kecepatan clock yang lebih tinggi berarti performa yang lebih responsif untuk aplikasi berat dan gaming. Sementara itu, fabrikasi 2nm menjanjikan konsumsi daya yang lebih rendah, yang berarti daya tahan baterai yang lebih baik.

Kedua chipset ini diperkirakan akan menjadi otak dari berbagai smartphone flagship yang akan dirilis tahun depan. Produsen seperti Samsung, Xiaomi, dan lainnya diprediksi akan berlomba-lomba menggunakan chipset terbaru ini di produk unggulan mereka. Untuk melihat bagaimana tren bocoran spesifikasi perangkat lain berkembang, Anda bisa menyimak artikel tentang Realme 14T atau bocoran HMD Smartphone.

Dengan semua bocoran yang beredar, satu hal yang pasti: persaingan di pasar chipset mobile akan semakin menarik. Baik Qualcomm maupun MediaTek sama-sama berusaha memberikan yang terbaik untuk para pengguna, dan pada akhirnya, konsumenlah yang akan diuntungkan dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih dan efisien.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.