Telset.id – Kamera DJI Osmo Pocket 4 dan Pocket 4 Pro secara resmi dilarang di Amerika Serikat, namun perangkat tersebut masih mudah ditemukan dan dibeli di berbagai platform e-commerce seperti Temu, AliExpress, eBay, Mercari, bahkan Amazon dan Newegg. Pelarangan ini terkait aturan Federal Communications Commission (FCC) yang mencabut sertifikasi perangkat karena masuk dalam kategori larangan peralatan drone asing.
Menariknya, meski dilarang masuk ke AS, kamera-kamera ini ternyata sudah berada di dalam negeri. Seorang jurnalis The Verge memesan DJI Osmo Pocket 4 Pro dari Temu dan barangnya tiba hanya dalam empat hari, dikirim langsung dari pusat pemenuhan pesanan di Oregon. Perusahaan logistik lintas batas bernama Blue Ocean mengirimkannya melalui FedEx.
Setelah mendapat diskon dari Temu, jurnalis tersebut hanya membayar USD 659,28 untuk paket Pocket 4P Vlog Combo dengan Mic Mini 2 dan remote FrameTap. Harga ini bahkan lebih murah dibandingkan saat ia membeli Osmo Pocket 3 combo pada tahun 2023.
Larangan FCC dan Sertifikasi yang Dicabut
The Verge mengonfirmasi bahwa kedua kamera DJI ini dilarang diimpor ke Amerika Serikat. Catatan publik menunjukkan kedua kamera sebenarnya sudah lolos sertifikasi FCC menjelang larangan drone asing pada Desember 2025. Namun, keduanya disertifikasi dalam waktu 30 hari sebelum larangan tersebut berlaku, sehingga FCC menggunakan wewenang khusus untuk mencabut sertifikasi tersebut.
FCC berulang kali menolak memberikan pernyataan resmi tentang penggunaan aturan 47 CFR 2.962(f) untuk mencabut sertifikasi. Namun, DJI mengonfirmasi kepada The Verge bahwa kamera barunya memang dilarang. Tanpa sertifikasi FCC, tidak ada perangkat dengan radio yang dapat diimpor, dipasarkan, atau dijual di Amerika Serikat.
Larangan FCC ini tidak berlaku untuk drone atau kamera yang sudah dimiliki konsumen, tetapi seharusnya memblokir perangkat baru agar tidak masuk. Namun, tampaknya FCC tidak memiliki personel atau fokus yang cukup untuk benar-benar menghentikan peredaran perangkat ini di pasaran.
Tanggapan Resmi DJI
DJI mengklaim tidak terlibat dalam penjualan di AS yang terlihat di berbagai platform e-commerce. Juru bicara perusahaan yang merespons anonim dari alamat email pers DJI memberikan pernyataan resmi:
> “DJI telah diberitahu tentang keputusan FCC dan telah sepenuhnya mematuhinya. Osmo Pocket 4P dan Osmo Pocket 4 tidak dirilis di Amerika Serikat saat produk diluncurkan secara global. DJI tidak menawarkan atau menjual produk ini melalui saluran resmi AS dan tidak mendistribusikan produk ini di pasar AS. Produk apa pun yang mungkin ditawarkan oleh penjual pihak ketiga independen bukanlah produk yang dijual atau didistribusikan oleh DJI di AS. DJI tidak terlibat dalam penjualan pihak ketiga tersebut.”
Setelah memeriksa DJI Pocket 4 Pro yang dibeli dari Temu, jurnalis The Verge menilai klaim DJI tersebut masuk akal. Kamera menyala dengan menu bahasa China, dan baik layar regulasi kamera maupun kotaknya tidak menampilkan ID FCC. Kemasan kamera sebagian besar dalam bahasa Inggris, China, dan Prancis, dengan tanda regulasi dari berbagai negara termasuk Kanada, China, Brasil, Jepang, Korea, dan UEA.
Meski begitu, kotak kamera tetap menyertakan pernyataan standar “This device complies with part 15 of the FCC Rules”. Pola perilaku DJI ini dinilai menarik karena teknologinya kerap muncul dalam gadget yang dikemas ulang oleh perusahaan seperti Xtra, yang mengirim kamera hampir identik di AS. Xtra kini juga menghadapi larangan di AS.
Alasan Kamera Terkena Larangan Drone
Banyak yang mempertanyakan mengapa kamera bisa terkena larangan yang seharusnya ditujukan untuk drone. Ketika pemerintah AS melarang drone asing pada Desember lalu, mereka juga mengumumkan larangan terhadap “peralatan komunikasi atau pengawasan video” dari DJI dan Autel Robotics.
Sementara itu, permainan whack-a-drone terus berlanjut. Pekan ini, HoverAir alias Zero Zero Robotics mengumumkan telah mendapatkan sertifikasi FCC untuk drone Versa barunya, yang berubah dari kamera mirip DJI Pocket menjadi kamera terbang dengan menambahkan sepasang sayap baling-baling. Catatan publik menunjukkan perusahaan ini mengklaim kameranya tidak ada dalam Covered List, yang memang benar karena hanya DJI, Autel, Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua yang masuk dalam larangan kamera. Namun, semua drone asing baru otomatis masuk Covered List kecuali mendapat pengecualian.
Implikasi bagi Konsumen
Situasi ini menunjukkan bahwa larangan impor tidak selalu efektif menghentikan peredaran produk di pasar. Konsumen AS masih bisa mendapatkan kamera DJI Osmo Pocket 4 dan Pocket 4 Pro dengan mudah melalui berbagai platform e-commerce tanpa risiko tarif atau penyitaan, karena perangkat sudah berada di dalam negeri.
Bagi konsumen yang ingin membeli kamera ini, perlu diperhatikan bahwa produk yang dijual oleh penjual pihak ketiga kemungkinan merupakan versi internasional dengan menu bahasa China dan tanpa ID FCC. Meskipun demikian, pengalaman jurnalis The Verge menunjukkan bahwa perangkat berfungsi normal dan tiba dengan cepat.
Ke depannya, efektivitas larangan FCC akan terus diuji oleh maraknya penjualan pihak ketiga dan praktik pengiriman lintas batas yang memanfaatkan pusat pemenuhan pesanan di dalam AS. Sementara itu, konsumen tetap memiliki akses ke produk yang secara resmi dilarang di pasar mereka.





Komentar
Belum ada komentar.