Telset.id – DJI resmi memperkenalkan SDR Transmission II, sistem transmisi video nirkabel yang meningkatkan kualitas gambar dan jangkauan sinyal secara signifikan dibanding generasi pertama. Perangkat ini dirancang untuk produksi multi-kamera profesional, mulai dari liputan olahraga di stadion terbuka hingga pengambilan gambar menantang seperti car-to-car dan pekerjaan drone FPV.
Peningkatan utamanya terletak pada kemampuan transmisi. Jika SDR Transmission generasi pertama hanya terbatas pada video 1080p dengan bitrate 20Mbps dan jangkauan 1,8 mil (3 km), maka SDR Transmission II dalam mode TX mampu mengirim video 4K 60 fps HDR pada bitrate 50Mbps ke transceiver dalam mode RX dari jarak hingga 2,5 mil atau sekitar 4 km. Istilah “SDR” sendiri merupakan singkatan dari software defined radio.
Menurut DJI, kemampuan tersebut memungkinkan terbangunnya koneksi yang andal di berbagai lingkungan, mulai dari stadion terbuka, hutan pegunungan yang rapat, hingga pengambilan gambar car-to-car dan pekerjaan drone FPV yang menantang. Kualitas transmisi menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran produksi video profesional di lapangan.
Dukungan Multi-Kamera dan Latensi Rendah
Satu transceiver SDR Transmission II dapat terhubung dengan hingga delapan transceiver lain, dan masing-masing mendukung kontrol jarak jauh. Selain menyediakan fungsi monitoring bagi sutradara, produser, dan kru di lokasi, sistem ini memungkinkan operator kamera serta focus puller menyesuaikan pengaturan dan mengendalikan kamera dari jarak jauh.
Untuk produksi berskala lebih besar, sistem ini mendukung hingga lima transmitter dan 40 receiver yang bekerja secara bersamaan untuk kebutuhan pengambilan gambar multi-kamera yang kompleks. Fitur penting lainnya adalah kemampuan berpindah antar feed kamera hanya dengan sekali ketuk, tanpa perlu proses reboot, pemutusan koneksi, dan pencarian ulang seperti yang biasanya terjadi.
Latensi sistem ini tercatat serendah 35 milidetik, sehingga perintah seperti focus pulling dan pergerakan gimbal menjadi lebih responsif. Selain monitoring melalui smartphone, SDR Transmission II mendukung sejumlah alat bantu seperti LUTs, focus peaking, dan waveforms. Perangkat ini juga mendukung kontrol PTP untuk mengubah fungsi seperti capture, aperture, shutter speed, dan ISO pada kamera yang kompatibel.
Baca Juga:
Meski ditujukan untuk kebutuhan profesional, teknologi ini menggunakan fondasi wireless yang sama dengan sistem OcuSync milik DJI untuk drone. Dalam catatan yang disampaikan, akan lebih baik bila DJI turut meningkatkan transmisi OcuSync ke 4K 60p, karena hal itu dapat memberikan cadangan yang lebih baik jika terjadi masalah pada memori drone. Kebutuhan akan transmisi yang andal juga sejalan dengan infrastruktur pendukung yang terus berkembang di berbagai sektor teknologi.

Dari sisi harga, transceiver DJI SDR Transmission 2 dibanderol mulai dari €349 atau £309. Tersedia juga paket Combo two-pack seharga €629 atau £559. Namun, belum ada ketersediaan resmi untuk pasar Amerika Serikat, kemungkinan besar terkait dengan larangan terhadap produk DJI tertentu. Situasi regulasi semacam ini turut memengaruhi kebijakan pemerintah terhadap perangkat teknologi yang beredar di wilayah tersebut.
Kehadiran SDR Transmission II memperlihatkan bahwa DJI terus menggarap segmen transmisi video sebagai bagian penting dari ekosistemnya. Dengan dukungan 4K 60 fps HDR, jangkauan hingga 4 km, serta konfigurasi multi-kamera yang luas, sistem ini menawarkan opsi baru bagi produksi profesional yang membutuhkan koneksi stabil di lingkungan sulit. Ketersediaan dan harga di tiap wilayah menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pengguna.
[ META_DESCRIPTION]
DJI SDR Transmission II hadir dengan transmisi video 4K 60 fps HDR hingga 4 km, latensi 35 ms, dan dukungan hingga 40 receiver untuk produksi multi-kamera.





Komentar
Belum ada komentar.