Telset.id – Dyson kembali memperluas portofolio produknya dengan meluncurkan Dyson CameraJet, sebuah sikat gigi elektrik tiga-in-satu yang menggabungkan fungsi menyikat, membersihkan sela gigi (flossing), dan membilas dalam satu perangkat. Produk ini dibanderol dengan harga US$499 atau sekitar Rp 8 jutaan dan resmi diumumkan pada 1 September 2026.
Kehadiran Dyson di kategori baru selalu menarik perhatian. Setelah sukses dengan pengering rambut, alat styling, headphone, hingga air purifier wearable, kini perusahaan yang dikenal dengan teknologi vakumnya tersebut membidik kesehatan mulut. Pendiri Dyson, James Dyson, menyatakan bahwa CameraJet menggabungkan kamera, machine learning, presisi fluid dynamics, teknologi menyikat canggih, konektivitas, dan Wi-Fi untuk menghadirkan cara baru menjaga kesehatan mulut.
Kamera dan AI untuk Menargetkan Sela Gigi
Fitur paling menonjol dari Dyson CameraJet adalah kamera makro 100k pixel yang dipasang tepat di bawah kepala sikat. Kamera ini setara dengan 0,1 megapiksel, angka yang terbilang kecil, namun didukung oleh 16 juta baris kode dan sistem machine learning yang dilatih dengan 470.000 gambar gigi selama proses pengembangan.
Sistem bernama “Gap Optical Targeting” ini mampu menganalisis 28 gambar per detik untuk mengidentifikasi dan menargetkan sela-sela gigi secara real-time. Dalam 100ms setelah kamera melihat celah, perangkat akan mendeteksi dan menyemprotkan jet cairan berbentuk kerucut yang berfungsi seperti benang gigi (floss) saat pengguna menyikat gigi.
Untuk mencegah cairan menumpuk di mulut, semprotan mouthrinse dikeluarkan dalam jumlah sangat kecil. Tangki air yang mengelilingi leher sikat hanya berkapasitas 12,5ml atau sekitar dua setengah sendok teh. Dyson juga menggunakan “anti-gravity tank” dengan diaphragm pump dan pressure chamber yang beradaptasi selama penggunaan, sehingga jet cairan tetap terkontrol dalam orientasi apa pun, bahkan saat sikat dipegang terbalik.

Bentuk semprotan air juga menjadi perhatian khusus. Berbeda dengan water flosser lain yang menggunakan jet berbentuk jarum, Dyson mengklaim para “fluid dynamicists” menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengoptimalkan profil jet agar lebih efektif menghilangkan plak. Bentuk kerucut memberikan cakupan lebih luas untuk menyapu plak, namun dengan tekanan lebih rendah agar lebih lembut pada gusi dan enamel.
Menariknya, Dyson mengembangkan “proxy plaque” sendiri melalui kolaborasi lima tahun dengan Fakultas Kedokteran Gigi National University of Singapore sebagai bagian dari proses rekayasa. Untuk cairan yang digunakan, pengguna bisa memilih mouthrinse bening favorit yang bebas SLS agar tidak berbusa. Dyson juga membuat pasta gigi non-foaming dan mouthrinse low-foaming khusus agar kamera bisa melihat dengan jelas tanpa terhalang busa.
Kepala Sikat dan Fitur Pendukung Lainnya
Dyson CameraJet memiliki kepala sikat dual-bristle dengan permukaan kontur yang menyesuaikan lengkungan gigi. Bristle luar yang lebih lembut menyapu sepanjang gusi, sementara bristle dalam yang lebih kencang menargetkan noda permukaan. Setiap kepala sikat dilengkapi sonic dampener untuk mengurangi kebisingan dan dilengkapi tag RFID yang mencatat jumlah pemakaian serta memberi peringatan saat waktunya diganti.

Dyson juga menawarkan varian kepala sikat sensitif untuk pengguna dengan gigi dan gusi sensitif. Seperti sikat gigi sonik lainnya, CameraJet akan memberi peringatan jika pengguna menekan terlalu keras. Perangkat ini menggunakan “unique variable sonic oscillation” yang menjaga bristle tetap bergerak konstan dan mencegah stalling, terutama di area yang sulit dijangkau.
Kamera pada CameraJet juga bisa digunakan untuk melihat kondisi mulut secara langsung melalui aplikasi pendamping MyDyson. Fitur live-viewing ini hanya tersedia saat penggunaan, dan Dyson menegaskan tidak ada gambar yang direkam atau disimpan di perangkat maupun cloud. Aplikasi ini juga memberikan tips, panduan, dan umpan balik personal tentang cara menyikat yang lebih baik, termasuk area yang sudah baik dan area yang perlu perhatian lebih.
Untuk pengisian ulang, Dyson menyediakan docking station yang bisa mengisi tangki air hanya dalam tiga detik. Stasiun ini juga berfungsi mengisi daya perangkat di antara waktu penggunaan. Satu travel case sudah termasuk dalam paket pembelian.
Dyson CameraJet tersedia dalam dua pilihan warna: Ceramic Ultra Blue dan Ceramic Pink. Harga US$499 tersebut sudah termasuk refill dock, kabel pengisian daya, dua kepala sikat reguler, dan travel case. Bandingkan dengan Philips Sonicare Prestige 9900 dan OralB iO Series 10 yang masing-masing dibanderol sekitar US$100 lebih murah. Meski lebih mahal, pengalaman Dyson di produk lain menunjukkan daya tahan yang biasanya lebih baik, ditambah keunggulan water flosser bawaan dan kamera yang tidak dimiliki kompetitor.





Komentar
Belum ada komentar.