Exynos 2600 Boros Daya: Efisiensi 2nm Samsung Tertinggal Jauh dari Snapdragon

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Janji peningkatan efisiensi besar-besaran dari proses manufaktur 2nm ternyata belum sepenuhnya terwujud untuk Samsung. Hasil tes terbaru yang dilakukan oleh kanal YouTube TechStation365 mengungkap fakta mengejutkan: chipset Exynos 2600, yang menjadi pionir teknologi 2nm Gate-All-Around (GAA) Samsung, justru menunjukkan konsumsi daya yang jauh lebih boros dibandingkan rivalnya, Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Dalam kondisi puncak, chip besutan Samsung itu disebut menghabiskan daya hingga 40% lebih banyak.

Ini adalah tamparan keras, terutama mengingat lompatan node dari 3nm ke 2nm seharusnya membawa angin segar efisiensi. Samsung sendiri sebelumnya menggaungkan keunggulan proses 2nm-nya, dengan peningkatan jumlah nanosheet dan kontrol gerbang yang lebih baik. Namun, realita di lapangan, setidaknya berdasarkan tes awal ini, berbicara lain. Performa yang dihasilkan tidak sebanding dengan daya yang dikeluarkan, sebuah masalah klasik yang kembali menghantui lini Exynos.

TechStation365 melakukan serangkaian pengujian pada perangkat Galaxy S26 yang ditenagai Exynos 2600, OnePlus 15 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan Motorola Signature dengan Snapdragon 8 Gen 5. Dua tes yang menjadi sorotan adalah benchmark Geekbench 6 dan uji dekompresi file ZIP berukuran 20GB. Hasilnya cukup jelas menggambarkan jurang efisiensi antara kedua fabrikan chip ini.

Angka yang Bicara: 30W vs 21W

Dalam tes Geekbench 6, Exynos 2600 tercatat mencapai pengambilan daya puncak (peak power draw) hingga 30.22 Watt. Angka ini kontras tajam dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang hanya berada di kisaran 21.48 Watt. Artinya, ada selisih sekitar 40% lebih banyak daya yang dipakai Exynos 2600. Yang lebih memprihatinkan, kinerjanya justru sedikit di bawah. Skor single-core Exynos 2600 adalah 3.271 poin, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 5 meraih 3.641 poin. Di multi-core, selisihnya lebih tipis: 10.745 poin untuk Exynos berbanding 10.902 poin untuk Snapdragon.

“Ini menunjukkan bahwa chip tersebut haus daya,” demikian kesimpulan dari TechStation365. Mereka mencatat bahwa 10 core yang dimiliki Exynos 2600 membutuhkan “lebih banyak jus” untuk beroperasi optimal. Konsumsi daya tinggi dalam waktu singkat sekalipun bisa berdampak pada manajemen termal dan performa berkelanjutan (sustained performance), di mana chip akan lebih cepat mengalami throttling untuk mencegah overheating.

Uji Dekompresi: Efisiensi Sehari-hari pun Terganggu

Kekurangan Exynos 2600 tidak hanya terlihat di benchmark sintetis. Dalam uji dekompresi file 20GB yang lebih merepresentasikan tugas komputasi sehari-hari, chip 2nm Samsung kembali tertinggal. Exynos 2600 mencapai konsumsi daya puncak 7.8 Watt untuk menyelesaikan tugas tersebut. Sementara itu, kedua chip Snapdragon (8 Gen 5 dan 8 Elite Gen 5) berhasil menjaga angka di bawah 5 Watt. Tidak hanya lebih hemat, Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga disebut menyelesaikan proses dekompresi lebih cepat.

Data ini mengonfirmasi kekhawatiran banyak pengamat: TSMC, mitra produksi Qualcomm dan Apple, masih memegang keunggulan signifikan dalam hal efisiensi daya dibandingkan Samsung Foundry. Lompatan node teknologi ternyata tidak serta-merta menerjemahkan kemenangan di pasar. Desain arsitektur, integrasi, dan kematangan proses masih menjadi faktor penentu utama. Hasil ini juga memunculkan pertanyaan tentang efek penggunaan modem eksternal pada Galaxy S26 terhadap efisiensi daya secara keseluruhan.

Lantas, apa implikasi nyata bagi Anda sebagai pengguna? Smartphone yang ditenagai Exynos 2600 berpotensi memiliki daya tahan baterai yang lebih pendek dalam penggunaan berat, atau membutuhkan sistem pendingin yang lebih agresif yang bisa menambah bobot dan ketebalan desain. Pada perangkat foldable seperti Galaxy Z Flip 8 yang dikabarkan akan memakai chip ini, tantangan manajemen termal akan semakin krusial.

Harapan kini tertumpu pada iterasi berikutnya. Komunitas teknologi berandai-andai, mungkinkah Exynos 2600 yang lebih dingin bisa diwujudkan melalui pembaruan perangkat lunak atau optimasi lebih lanjut? Atau, perbaikan signifikan benar-benar baru akan datang dengan Exynos 2700? Samsung jelas tidak punya banyak waktu. Reputasi Exynos yang sempat pulih kembali terancam. Teknologi 2nm GAA adalah investasi besar, dan kegagalan untuk bersaing dalam hal efisiensi—faktor yang paling dihargai di era mobile ini—bisa menjadi bumerang. Pertarungan chipset flagship belum berakhir, tetapi babak ini dimenangkan dengan jelas oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan keunggulan efisiensi TSMC.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI