📑 Daftar Isi

Exynos 2700 Bocor di Geekbench, CPU 10 Core dengan Konfigurasi Unik

Exynos 2700 Bocor di Geekbench, CPU 10 Core dengan Konfigurasi Unik

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Baru saja Exynos 2600 menemani Galaxy S26 di awal tahun, roda rumor industri sudah berputar kencang ke generasi berikutnya. Kali ini, Samsung sepertinya benar-benar ingin buru-buru. Chipset yang diperkirakan akan mendampingi Galaxy S27, Exynos 2700, telah muncul di database benchmark Geekbench, jauh sebelum waktunya. Apa yang terungkap? Sebuah arsitektur CPU 10 core dengan konfigurasi yang tak biasa, menandakan eksperimen besar-besaran dari raksasa Korea tersebut.

Bocoran ini bukan sekadar isapan jempol. Listing Geekbench menunjukkan chip dengan nomor model S5E9975, yang diyakini sebagai Exynos 2700. Yang menarik perhatian adalah spesifikasi inti prosesornya. Chip ini dikabarkan memiliki 10 core CPU, tetapi susunannya berbeda dari desain tiga-kluster yang menjadi standar industri, termasuk pada pendahulunya, Exynos 2600. Samsung tampaknya sedang menguji coba layout empat-kluster yang lebih kompleks. Ini adalah langkah berani, atau mungkin sebuah kebutuhan, untuk mengejar ketertinggalan di pasar chipset mobile yang semakin panas.

Lantas, seperti apa rincian konfigurasi aneh ini? Bocoran mengungkap pembagiannya menjadi: satu inti tunggal berjalan pada 2.30GHz, empat inti pada 2.40GHz, satu inti tunggal lagi di 2.78GHz, dan empat inti terakhir yang mampu mencapai hingga 2.88GHz. Perlu diingat, ini adalah angka clock speed awal yang belum tentu menjadi kecepatan puncak final. Namun, susunan ini mengisyaratkan strategi manajemen daya dan performa yang lebih granular. Samsung mungkin berusaha memilah tugas komputasi dengan lebih detail, menugaskan kluster spesifik untuk beban kerja yang sangat ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Untuk memahami lebih dalam arsitektur unik ini, Anda bisa membaca analisis lengkapnya di artikel Bocoran Arsitektur Exynos.

Performanya Seberapa Kuat?

Lalu, bagaimana dengan angka mentahnya? Dalam tes Geekbench 6, chip ini mencetak skor 2.603 untuk single-core dan 10.350 untuk multi-core. Angka multi-core ini patut disorot. Meski konfigurasi intinya berbeda dan clock speed belum menyentuh 3GHz, skor tersebut dikabarkan setara dengan apa yang dapat dihasilkan Exynos 2600 saat ini. Ini bisa menjadi pertanda baik bahwa efisiensi arsitektur baru ini bekerja, meski masih dalam tahap pengembangan awal. Namun, kita juga harus belajar dari sejarah. Pendahulunya, Exynos 2600, dikritik karena masalah efisiensi daya. Sebuah analisis sebelumnya bahkan menyoroti bahwa Efisiensi 2nm tertinggal dari pesaing. Tantangan besar Exynos 2700 adalah membuktikan bahwa desain 10 core-nya tidak hanya kuat, tetapi juga hemat.

Content image for article: Exynos 2700 Bocor di Geekbench, CPU 10 Core dengan Konfigurasi Aneh

Di sisi grafis, chip ini dipasangkan dengan GPU yang tercatat sebagai Xclipse 970. Skor OpenCL awal yang terlihat adalah 15.618. Perangkat uji yang digunakan juga dilengkapi dengan RAM sekitar 12GB dan menjalankan versi Android yang lebih baru, hal yang lumrah untuk penampakan benchmark dini. Namun, Anda harus menyikapi semua angka ini dengan bijak. Benchmark awal seperti ini jarang menggambarkan cerita utuh. Chip-chip tersebut biasanya diuji sebelum optimasi final diterapkan, dan performa bisa berubah secara signifikan ketika sudah masuk ke perangkat sungguhan. Optimasi perangkat lunak, pendinginan, dan tuning daya akan menjadi penentu akhir.

Pertarungan di Tahun 2027 Sudah Dimulai

Kemunculan dini Exynos 2700 ini bukanlah kebetulan. Ini adalah sinyal perang di lini depan teknologi mobile. Samsung tidak punya waktu untuk berleha-leha. Persaingan dengan Qualcomm Snapdragon masih sengit, sementara MediaTek terus mendongkrak reputasi dengan chipset premiumnya. Bocoran tentang Spesifikasi Dimensity 9400 saja sudah membuat pasar penasaran. Eksperimen dengan konfigurasi CPU 10 core dan empat-kluster pada Exynos 2700 menunjukkan bahwa Samsung berusaha mencari formula ajaib untuk unggul, baik dalam performa puncak maupun efisiensi yang selama ini menjadi titik lemah.

Pertanyaan besarnya: apakah pendekatan “lebih banyak inti dengan pengelompokan lebih rumit” ini akan berhasil? Atau justru menjadi bumerang dalam hal manajemen panas dan konsumsi daya? Jawabannya akan terungkap seiring waktu. Yang pasti, kemunculan bocoran ini memastikan bahwa perjalanan menuju Galaxy S27 akan dipenuhi dengan spekulasi dan analisis menarik. Samsung sedang memasang taruhan tinggi dengan arsitektur barunya. Tinggal menunggu, apakah taruhan ini akan membuahkan chipset yang akhirnya menghapus “kutukan” Exynos, atau justru menjadi babak baru dalam drama panjang persaingan chipset mobile.