Telset.id – Fujifilm memperkenalkan Instax Mini Evo 2 sebagai kamera instan hybrid terbaru yang membawa perubahan signifikan pada antarmuka pengguna. Model ini menjadi Instax pertama Fujifilm yang mengandalkan layar LCD sentuh, menggantikan kontrol fisik di bagian belakang kamera dengan panel besar yang menutupi seluruh area tersebut. Kamera ini dijadwalkan dijual pada akhir November dengan harga $290 dan hanya tersedia dalam warna hitam.
Perubahan pada Instax Mini Evo 2 bukan sekadar kosmetik. Fujifilm mempertahankan sejumlah kontrol fisik penting, termasuk dua dial dan tuas cetak yang terinspirasi dari kamera film. Pengguna tetap bisa mengakses 10 opsi efek film dan 10 efek lensa melalui dial maupun layar sentuh. Meski demikian, pilihan efek pada model baru ini mengalami sedikit perubahan dibandingkan Instax Mini Evo generasi pertama.
Dari sisi dapur pacu, Instax Mini Evo 2 membawa sensor 1/2.77 inci yang lebih besar dibanding sensor 1/5 inci pada Mini Evo pertama. Layar belakang berukuran 4,5 inci dengan kontrol sentuh. Kamera ini juga mendukung perekaman video dasar, meski hanya untuk beberapa detik menjelang pengambilan foto.
Kemampuan video tersebut memiliki sejumlah batasan. Klip MP4 hanya dapat disimpan ke kartu microSD, sementara foto masih bisa disimpan di penyimpanan internal. Tidak ada audio yang direkam, dan kualitas video dibatasi pada 560 × 992 piksel serta 24FPS, menurut laporan DPReview. Meski begitu, fitur ini tetap tergolong tidak lazim untuk sebuah kamera instan.
Posisi Instax Mini Evo 2 di Antara Fun dan Fotografi
Seperti pendahulunya, Instax Mini Evo 2 diposisikan bukan sebagai gimmick retro, melainkan kamera digital dasar yang kebetulan memiliki printer bawaan. Pendekatan ini membuat kamera instan Fujifilm tetap relevan bagi pengguna yang ingin mencetak foto secara langsung tanpa harus kehilangan fungsi kamera digital sehari-hari.
Fujifilm juga menyertakan mode Expanded View yang disebut “memberi pengguna bidang pandang lebih luas daripada area pemotretan.” Kamera ini mengisi daya melalui USB-C dan mencetak foto format Instax Mini berukuran 2 x 3 inci. Pengguna dapat menyesuaikan eksposur, white balance, dan pengaturan flash pada hasil jepretan mereka.
Untuk melihat seperti apa kamera ini digunakan, Fujifilm menyediakan video resmi yang memperlihatkan Instax Mini Evo 2 secara langsung. Video tersebut memperlihatkan bagaimana layar sentuh dan dial fisik bekerja bersama dalam satu perangkat.
Desain retro klasik tetap dipertahankan pada Instax Mini Evo 2. Meski hanya tersedia dalam warna hitam, Fujifilm tampaknya menargetkan pasar anak muda yang menyukai tampilan kamera film tempo dulu. Kombinasi layar modern dan bodi bergaya klasik menjadi daya tarik utama model ini.
Bagi pengguna yang mempertimbangkan kamera instan hybrid, Instax Mini Evo 2 menawarkan peningkatan sensor, layar sentuh lebih besar, dan kemampuan video yang tidak ditemukan pada model sebelumnya. Harga $290 dan ketersediaan pada akhir November menjadi informasi penting bagi calon pembeli yang ingin merencanakan pembelian.
[VIDEO]
https://www.youtube.com/watch?v=Twp2RtDb1sY&t
[INFOGRAPHIC]
https://placehold.co/800×450/1a1a1a/ffffff?text=Instax+Mini+Evo+2+vs+Mini+Evo+1





Komentar
Belum ada komentar.