📑 Daftar Isi

Ilustrasi G-Shock CasioNaut GMC-2500 dengan desain case mirip Patek Philippe Nautilus

G-Shock CasioNaut GMC-2500 Bocor, Mirip Patek Philippe Nautilus

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Seri G-Shock baru GMC-2500 dan GAC-2500 bocor, desainnya mirip Patek Philippe Nautilus
  • Julukan "CasioNaut" dan "CasioTilus" mulai beredar di Instagram
  • GAC-2500 adalah versi resin berbasis DNA DW-5000C, GMC-2500 adalah versi baja tahan karat
  • Fitur utama: desain analog penuh yang langka untuk G-Shock, Magnetic Holding Structure untuk ketahanan benturan
  • Dimensi GMC-2500: 46.7 x 43.8 x 12.9 mm; GAC-2500: 46.7 x 44.5 x 12.7 mm
  • Harga estimasi: resin 20.900 yen (US$134), logam sekitar US$320
  • Rumor rilis November dengan pilihan warna putih, hitam, hijau, dan kuning untuk versi resin
  • Belum ada konfirmasi resmi dari Casio

Telset.id – Casio dikabarkan akan menyegarkan lini G-Shock dengan seri terbaru yang langsung mencuri perhatian para penggemar jam tangan. Bocoran yang beredar di Notebookcheck dan Instagram mengungkap kehadiran seri GMC-2500 dan GAC-2500 yang memiliki kemiripan desain dengan Patek Philippe Nautilus, jam tangan mewah ikonik yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

Seri anyar ini hadir dengan desain yang mempertahankan DNA tangguh G-Shock, tetapi menawarkan tampilan yang lebih elegan dan berbeda dari pendahulunya. Kemunculan bocoran ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan komunitas jam tangan, mengingat G-Shock sebelumnya sukses dengan julukan “CasiOak” untuk model GA-2100 yang bentuknya mirip Audemars Piguet Royal Oak.

Desain Terinspirasi Patek Philippe Nautilus

Perbedaan paling mencolok dari seri CasioNaut ini terletak pada desain case-nya. Berbeda dengan CasiOak yang memiliki case segi delapan, GMC-2500 dan GAC-2500 justru menampilkan bahu yang menonjol di kedua sisi case, sebuah ciri khas yang sangat identik dengan desain Patek Philippe Nautilus. Julukan seperti “CasioNaut” dan “CasioTilus” pun sudah mulai bermunculan di Instagram dari para pengamat dan penggemar.

Koneksi desain ini sebenarnya bukan kebetulan belaka. Patek Philippe Nautilus sendiri lahir dari sketsa legendaris Gérald Genta pada 1976, lima menit setelah ia melihat eksekutif Patek Philippe saat makan malam di sebuah hotel. Inspirasi bentuknya diambil dari jendela kapal transatlantik. Sementara itu, CasiOak yang menjadi pendahulu desain ini juga terinspirasi dari karya Genta untuk Audemars Piguet pada 1972 yang melahirkan Royal Oak.

Menurut laporan Notebookcheck, seri GAC-2500 merupakan lini analog resin yang disebut-sebut dibangun dari DNA DW-5000C, G-Shock pertama yang dibuat pada 1983. Adapun versi baja tahan karat akan diberi label seri GMC-2500. Ini menandakan Casio mencoba menghadirkan nuansa warisan sekaligus sentuhan modern dalam satu produk.

Fitur Analog Penuh dengan Teknologi Baru

Salah satu aspek yang paling menarik dari CasioNaut adalah desainnya yang sepenuhnya analog. Ini merupakan hal yang langka untuk G-Shock yang biasanya selalu menyertakan layar digital di lini utamanya, seperti yang dilakukan CasiOak. Tidak adanya layar digital ini semakin memperkuat kesan mewah dan elegan yang coba diusung oleh Casio pada seri terbaru ini.

Tata letak dial dua mata menjadi ciri khas lain dari jam tangan ini. Terdapat subdial detik kecil di sisi kiri dan jendela tanggal di sisi kanan. Selain itu, terdapat tanda “Shock Resist” yang terletak di ekor jarum detik, menunjukkan ketahanan guncangan yang menjadi ciri khas G-Shock.

Yang lebih menarik, jam tangan ini kabarnya menggunakan struktur Magnetic Holding Structure dari Casio. Dengan teknologi ini, jarum jam tidak terpasang pada poros, melainkan ditahan secara magnetis pada tempatnya. Ketika jam tangan rugged ini terkena benturan keras, jarum dapat menyerap dampak dan tidak akan patah. Ini merupakan inovasi yang signifikan untuk menjaga ketahanan jam tangan analog di lingkungan yang keras.

Untuk dimensi, versi logam GMC-2500 dikabarkan memiliki ukuran 46,7 x 43,8 x 12,9 mm (P x L x T). Sementara GAC-2500 sedikit lebih tipis dengan dimensi 46,7 x 44,5 x 12,7 mm. Versi logam diperkirakan akan menawarkan pilihan warna yang beragam, lengkap dengan pilihan bracelet atau strap.

Bocoran dari November lalu menyebutkan bahwa seri resin akan hadir dalam empat pilihan warna, yaitu putih, hitam, hijau, dan kuning. Adapun perkiraan harga untuk seri resin adalah 20.900 yen Jepang, atau sekitar US$134. Sementara itu, versi logam diestimasikan akan dijual dengan harga sekitar US$320.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa semua varian CasioNaut akan dirilis pada bulan November. Sayangnya, Casio sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait bocoran ini ketika dimintai konfirmasi oleh WIRED.

Kehadiran seri ini menunjukkan bahwa Casio terus berinovasi dalam menghadirkan jam tangan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga memiliki daya tarik desain yang kuat. Dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan jam tangan mewah yang menginspirasinya, G-Shock seri terbaru ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin tampil bergaya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Bagi penggemar yang sudah tidak sabar, inovasi Casio lainnya juga bisa disimak, seperti jam tangan retro dengan fitur modern atau seri WS1800 yang tak kalah menarik.

Namun, perlu diingat bahwa semua informasi ini masih sebatas bocoran dan belum ada konfirmasi resmi dari Casio. Spesifikasi, harga, dan tanggal rilis dapat berubah sewaktu-waktu. Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Casio mengenai seri G-Shock terbaru yang digadang-gadang akan menjadi penerus legasi CasiOak ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.