📑 Daftar Isi

Samsung Galaxy S27 Ultra concept dengan desain kamera baru

Galaxy S27 Ultra Siap Baterai Silikon-Karbon, Kamera Justru Turun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Galaxy S27 Ultra dikabarkan menggunakan baterai silikon-karbon 5.700 mAh, peningkatan pertama sejak Galaxy S20 Ultra
  • Samsung telah mengadopsi teknologi baterai silikon-karbon di Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra
  • Rumor menunjukkan potensi penghapusan kamera telefoto 10MP pada S27 Ultra
  • Samsung menggunakan teknologi inkjet printing untuk membuat modul kamera lebih tipis
  • Harga Galaxy S27 Ultra berpotensi naik karena kenaikan harga chip Snapdragon oleh Qualcomm
  • Krisis memori global diperkirakan berlanjut hingga 2028, mempengaruhi biaya produksi
  • Desain kamera bisa meniru iPhone 17 Pro dengan susunan membentang di seluruh lebar perangkat

Telset.id – Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan akan membawa peningkatan besar pada kapasitas baterai dengan teknologi silikon-karbon, namun di sisi lain justru berpotensi mengalami penurunan spesifikasi kamera. Rumor yang beredar dari beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa flagship Samsung berikutnya ini akan menjadi generasi pertama sejak Galaxy S20 Ultra yang mendapatkan peningkatan kapasitas baterai.

Menurut laporan dari Tom’s Guide, Galaxy S27 Ultra akan dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 5.700 mAh. Kabar ini berasal dari dua sumber berbeda, yaitu akun The Galox di X dan YouTuber TechDroider. Jika rumor ini benar, maka ini akan menjadi pertama kalinya dalam tujuh generasi seri Ultra mengalami peningkatan kapasitas baterai yang signifikan.

Teknologi baterai silikon-karbon sebenarnya bukan hal baru di industri smartphone. Produsen asal China telah menggunakan teknologi ini sejak 2024, sementara Samsung mengambil pendekatan yang lebih konservatif. Samsung sendiri baru mulai mengadopsi teknologi ini pada Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra yang baru saja diluncurkan, di mana Z Fold 8 Ultra mendapat peningkatan kapasitas dari 4.400 mAh menjadi 5.000 mAh.

Samsung Galaxy S26 Ultra shown in hand

Jay Kim, Executive VP dari Galaxy Z Fold 8 series, menjelaskan pendekatan Samsung terhadap teknologi baterai baru ini. “Kami telah menguji baterai silikon untuk waktu yang cukup lama. Kami tidak ingin disebut konservatif, tetapi kami lebih memilih mengambil langkah satu per satu,” ujarnya kepada Tom’s Guide. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Samsung memang berhati-hati dalam mengadopsi teknologi baru, namun tanda-tanda menuju penggunaan baterai silikon-karbon di lini utama semakin jelas.

Potensi Penurunan Spesifikasi Kamera

Di balik kabar baik tentang baterai, terdapat kekhawatiran mengenai spesifikasi kamera Galaxy S27 Ultra. Salah satu rumor yang beredar dari The Galox menyebutkan bahwa perangkat ini akan memiliki lensa telefoto 50MP dengan zoom 5x dan satu kamera telefoto kedua. Namun, pembocor Samsung yang terkenal, Ice Universe, membantah kabar tersebut dan mengklaim bahwa tidak akan ada kamera telefoto kedua.

Jika klaim Ice Universe benar, maka Galaxy S27 Ultra akan kehilangan kamera telefoto 10MP yang ada pada konfigurasi saat ini. Untuk konteks, Galaxy S26 Ultra saat ini memiliki konfigurasi kamera dengan sensor utama 200MP, telefoto 10MP, periskop telefoto 50MP, dan ultrawide 50MP. Penghapusan salah satu lensa ini tentu akan menjadi penurunan spesifikasi yang cukup signifikan.

Rear view of the Samsung Galaxy S26 Ultra held up against a brick wall

Namun, Ice Universe juga mengungkapkan bahwa Samsung menggunakan teknologi inkjet printing untuk membuat modul kamera lebih tipis. Hal ini berpotensi membuat susunan kamera secara keseluruhan menjadi lebih kecil. Salah satu kelemahan Galaxy S26 Ultra adalah tonjolan kameranya yang besar, yang membuat perangkat sulit diletakkan rata di permukaan datar.

Selain itu, baik The Galox maupun TechDroider menyebutkan bahwa susunan kamera Galaxy S27 Ultra bisa membentang di seluruh lebar perangkat, meniru desain yang dilakukan Apple pada iPhone 17 Pro. Jika Galaxy S27 Ultra kehilangan kamera keempatnya, maka desainnya bisa hampir tidak bisa dibedakan dengan iPhone.

Potensi Kenaikan Harga

Kabar kurang menyenangkan lainnya datang dari sektor harga. Galaxy S27 Ultra diperkirakan akan lebih mahal dari pendahulunya. Samsung sebenarnya berhasil mempertahankan harga awal Galaxy S26 Ultra di angka $1.299, sama seperti Galaxy S25 Ultra. Namun, kondisi ini bisa berubah tahun depan.

Qualcomm CEO Cristiano Amon baru-baru ini mengonfirmasi kepada CNBC bahwa perusahaan akan menaikkan harga chip Snapdragon. Hal ini berarti biaya produksi akan meningkat bagi produsen smartphone seperti Samsung. “Biaya naik, harga akan naik,” kata Amon kepada CNBC. Amon secara spesifik menyalahkan kendala pasokan memori sebagai penyebab kenaikan ini.

Snapdragon 8 Elite for Galaxy

Amon menyebut kenaikan harga ini bersifat “sementara”, namun dengan krisis RAM yang didorong oleh AI yang diperkirakan tidak akan mereda hingga 2028, tidak jelas berapa lama kenaikan “sementara” ini akan berlangsung. Kondisi ini tentu akan berdampak pada harga jual Galaxy S27 Ultra di pasaran.

Samsung sendiri juga menghadapi tantangan internal karena divisi memorinya tidak mau menurunkan harga untuk divisi mobile. Hal ini semakin memperkuat prediksi bahwa flagship berikutnya akan dibanderol lebih mahal.

Kombinasi antara peningkatan baterai, potensi penurunan kamera, dan kenaikan harga membuat Galaxy S27 Ultra menjadi perangkat yang menarik untuk diperhatikan. Meskipun rumor ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Samsung, namun banyaknya sumber yang konsisten memberikan sinyal kuat tentang arah pengembangan flagship berikutnya.

Bagi pengguna yang sudah menggunakan Galaxy S26 Ultra, keputusan untuk upgrade ke S27 Ultra akan menjadi pertimbangan yang rumit. Di satu sisi, peningkatan kapasitas baterai dari 5.000 mAh ke 5.700 mAh adalah peningkatan yang signifikan dan sudah lama dinantikan. Namun di sisi lain, kehilangan satu lensa kamera bisa menjadi pengorbanan yang sulit diterima.

Samsung tampaknya berada di persimpangan jalan antara inovasi dan kompromi. Teknologi baterai silikon-karbon menunjukkan komitmen Samsung untuk menghadirkan inovasi yang berarti, sementara penggunaan teknologi inkjet printing untuk modul kamera menunjukkan upaya untuk mengatasi masalah desain yang sudah lama dikeluhkan pengguna.

Yang jelas, persaingan di pasar flagship akan semakin ketat. Produsen China yang sudah lebih dulu mengadopsi teknologi baterai silikon-karbon akan menjadi kompetitor yang tangguh. Samsung perlu memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil akan memberikan nilai terbaik bagi penggunanya.

Kita masih harus menunggu konfirmasi resmi dari Samsung mengenai spesifikasi lengkap Galaxy S27 Ultra. Namun dari berbagai rumor yang beredar, gambaran awal tentang flagship berikutnya mulai terbentuk. Peningkatan baterai yang signifikan, desain kamera yang lebih ramping, dan kemungkinan kenaikan harga menjadi tiga hal utama yang akan menentukan daya tarik perangkat ini.

Bagi mereka yang mempertimbangkan untuk membeli Galaxy S27 Ultra, penting untuk memantau perkembangan rumor ini. Keputusan untuk menunggu atau membeli Galaxy S26 Ultra yang sudah tersedia di pasaran akan sangat bergantung pada prioritas masing-masing pengguna. Jika baterai adalah prioritas utama, maka menunggu S27 Ultra mungkin menjadi pilihan yang bijak.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.