Telset.id – Samsung resmi meluncurkan Galaxy Watch 9 dengan perubahan signifikan di sektor dapur pacu. Jam tangan pintar terbaru ini tidak lagi menggunakan chip Exynos buatan sendiri, melainkan beralih ke chipset Qualcomm. Konsekuensinya, harga mengalami kenaikan.
Galaxy Watch 9 diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked 2026. Perangkat ini tersedia dalam dua ukuran, yaitu 40mm dan 44mm. Harga awal untuk varian Bluetooth adalah $379,99, sementara varian LTE dibanderol $429,99. Angka ini menunjukkan lonjakan harga sebesar $30 dibandingkan pendahulunya.

Keputusan Samsung untuk mengganti prosesor merupakan langkah besar. Sejak beberapa tahun terakhir, Galaxy Watch mengandalkan chip Exynos W1000. Kini, Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 sama-sama ditenagai oleh Snapdragon Wear Elite.
Chipset baru ini menawarkan kecepatan pemrosesan yang jauh lebih tinggi. Selain itu, terdapat Neural Processing Unit (NPU) khusus untuk menangani komputasi AI di perangkat. Efisiensi baterai juga diklaim lebih baik dibandingkan chip W1000.
Dari segi perangkat lunak, Galaxy Watch 9 berjalan pada Wear OS 7 dengan antarmuka One UI 9 Watch. Perangkat ini mewarisi rangkaian fitur kesehatan AI terbaru Samsung. Termasuk di dalamnya adalah deteksi Sleep Apnea yang telah mendapatkan izin FDA, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan peringatan perlindungan pendengaran.

**Peningkatan Baterai Bergantung Ukuran**
Salah satu sorotan utama adalah peningkatan kapasitas baterai. Namun, peningkatan ini tidak merata di semua varian. Varian 40mm mendapatkan peningkatan paling signifikan, dari 325mAh menjadi 390mAh. Ini merupakan lompatan sebesar 20% yang cukup terasa.
Sementara itu, varian 44mm hanya mengalami peningkatan tipis dari 435mAh menjadi 445mAh. Meskipun demikian, daya tahan baterai varian ini sudah tergolong baik sejak generasi sebelumnya. Untuk layar, kecerahan puncak tetap berada di angka 3.000 nits pada kedua varian.
Di sektor memori, tidak ada perubahan. Galaxy Watch 9 masih dibekali RAM 2GB dan penyimpanan internal 32GB, sama seperti pendahulunya. Sensor yang dihadirkan juga masih sama, termasuk BioActive Sensor, sensor suhu khusus, akselerometer, dan sensor cahaya.
Ketahanan air tetap di level 5 ATM dan IP68. Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap kondisi ekstrem.

**Harga Naik dan Opsi Baru**
Galaxy Watch 9 tersedia dalam pilihan warna Cream dan Graphite untuk varian 40mm. Sementara varian 44mm hadir dalam warna Graphite dan Silver. Samsung juga menambahkan opsi tali jam baru, yaitu New Sports, Misty, dan Fabric.
Untuk menarik minat pembeli, Samsung menyertakan uji coba gratis untuk layanan Strava dan iFIT selama dua bulan. Strategi ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan di awal peluncuran.
Kenaikan harga sebesar $30 ini merupakan kelanjutan dari tren yang sudah terlihat sebelumnya. Dari Galaxy Watch 7 ke Watch 8, harga naik $50. Jika ditotal dalam dua tahun, kenaikan harga mencapai $80.
**Analisis: Pergeseran Strategi Samsung**
Keputusan Samsung beralih ke Qualcomm menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi percaya pada chip Exynos buatannya sendiri untuk menangani beban kerja AI. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di sektor wearable semakin ketat, terutama dalam hal kemampuan komputasi.
Meskipun ada kenaikan harga, Galaxy Watch 9 bukanlah sekadar pembaruan kecil. Peningkatan chipset dan baterai pada varian 40mm memberikan nilai tambah yang nyata. Namun, konsumen perlu mempertimbangkan apakah fitur-fitur baru ini sebanding dengan harga yang lebih mahal.
Untuk varian 44mm dengan konektivitas LTE, biaya yang harus dikeluarkan bisa jauh lebih besar. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli yang mencari perangkat pendamping dengan harga terjangkau.

Galaxy Watch 9 sudah bisa dipesan di Amerika Serikat mulai 22 Juli 2026. Ketersediaan umum akan dimulai pada 7 Agustus 2026. Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan di pasar Indonesia.





Komentar
Belum ada komentar.