Telset.id – Samsung dilaporkan akan merilis Galaxy Watch Ultra (2026) dalam tiga varian berbeda pada Juli mendatang, termasuk opsi tanpa konektivitas sellder yang berpotensi lebih terjangkau. Keputusan ini memungkinkan pengguna memilih antara harga lebih murah atau fitur lengkap, tergantung kebutuhan masing-masing.
Menurut laporan dari PhoneArena yang dikutip pada 27 Mei 2026, generasi terbaru jam tangan pintar tangguh Samsung ini akan hadir dalam varian GPS-only, 4G LTE, dan 5G. Langkah ini menjadi strategi baru Samsung setelah Galaxy Watch Ultra generasi pertama dan edisi 2025 hanya tersedia dalam varian dengan konektivitas sellder.
Publikasi Belanda yang sangat terpercaya mengklaim bahwa varian non-sellder Galaxy Watch Ultra 2 sedang dalam pengembangan. Sumber yang sama menyebutkan kemungkinan ketiga varian tidak akan dirilis di semua pasar secara bersamaan.
Strategi Harga dan Ketersediaan Pasar
Meskipun varian tanpa LTE berpotensi lebih murah, analis memperkirakan harga bisa tetap tinggi karena kenaikan harga komponen yang baru-baru ini melanda pasar ponsel dan tablet. Ada kemungkinan varian Bluetooth- dan GPS-only akan dibanderol setara dengan harga generasi pertama yang memiliki konektivitas sellder.
Skenario distribusi yang paling mungkin adalah Eropa mendapatkan varian Bluetooth-only dan 4G LTE, sementara Amerika Serikat bisa mendapatkan model 5G dan mungkin juga varian terjangkau tanpa konektivitas sellder. Peluncuran dijadwalkan pada 22 Juli bersamaan dengan Galaxy Z Fold 8, Z Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8.
Keputusan Samsung untuk menghadirkan lebih banyak varian menunjukkan upaya perusahaan menjadikan Galaxy Watch Ultra sebagai alternatif Apple Watch Ultra yang lebih ramah bagi berbagai kalangan konsumen.
Evolusi dari Galaxy Watch Ultra Sebelumnya
Perlu dicatat bahwa Samsung sebenarnya sudah merilis edisi 2025 dari Galaxy Watch Ultra yang secara diam-diam hadir dengan tampilan identik dan spesifikasi hampir sama, hanya meningkatkan penyimpanan internal dari 32GB menjadi 64GB. Perbedaan paling mencolok adalah kehadiran opsi warna Titanium Blue.
Produk edisi 2025 dipasarkan dengan nama Galaxy Watch Ultra (2025), sehingga penerusnya kemungkinan akan disebut Galaxy Watch Ultra (2026) daripada Galaxy Watch Ultra 2 atau Galaxy Watch Ultra 3. Perubahan dan peningkatan yang lebih signifikan diharapkan hadir pada model 2026 ini, meskipun belum banyak bocoran spesifik yang beredar dalam beberapa bulan terakhir.
Pertanyaan mengenai desain—apakah akan lebih besar, lebih tipis, atau lebih ringan—masih belum terjawab hingga saat ini.

Fitur Unggulan dan Kompromi
Galaxy Watch Ultra dikenal memiliki tiga kekuatan utama: konstruksi titanium yang sangat kokoh, konektivitas 4G LTE standar, dan harga yang relatif wajar dibanding pesaing. Dengan kehadiran varian tanpa LTE, Samsung tampaknya bersedia mengorbankan salah satu keunggulan tersebut demi menekan biaya.
Pengguna yang tidak membutuhkan konektivitas sellder bisa mendapatkan jam tangan dengan harga lebih murah, sementara mereka yang menginginkan fitur terlengkap tetap bisa memilih varian 5G meskipun dengan banderol lebih tinggi.
Langkah ini juga selaras dengan tren industri wearable yang semakin terdiversifikasi. Samsung memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, terutama di pasar Eropa yang disebut-sebut akan menjadi target utama varian Bluetooth-only.
Bagi pengguna yang tertarik dengan ekosistem Samsung, penting juga untuk memperhatikan perubahan layanan seperti sinkronisasi OneDrive Samsung yang akan berakhir September 2026.
Antisipasi Peluncuran Juli 2026
Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026, Galaxy Watch Ultra (2026) akan menjadi salah satu wearable paling dinantikan tahun ini. Kehadiran tiga varian menunjukkan keseriusan Samsung dalam menjangkau segmen pasar yang lebih luas, dari pengguna kasual hingga profesional yang membutuhkan konektivitas penuh.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai spesifikasi detail, namun publikasi yang melaporkan kabar ini dikenal sangat terpercaya. Samsung diprediksi akan menghadirkan perubahan signifikan dibanding edisi 2025 yang hanya menawarkan upgrade penyimpanan.
Bagi penggemar teknologi yang penasaran dengan inovasi Samsung lainnya, AI Bahasa Isyarat Gesti Talk karya alumni Samsung SFT juga patut disimak.

Dampak bagi Konsumen
Keputusan Samsung untuk menghadirkan varian tanpa konektivitas sellder memberikan fleksibilitas lebih bagi konsumen. Pengguna yang jarang meninggalkan ponsel saat beraktivitas bisa menghemat biaya, sementara pengguna aktif yang membutuhkan kemandirian perangkat tetap punya opsi premium.
Namun, potensi kenaikan harga komponen menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Jika varian GPS-only dibanderol setara dengan harga Galaxy Watch Ultra generasi pertama yang memiliki LTE, maka nilai tambahnya mungkin tidak sebesar yang diharapkan.
Yang jelas, persaingan di segmen smartwatch premium semakin ketat. Apple Watch Ultra masih menjadi tolok ukur, dan Samsung berusaha menawarkan alternatif yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas build dan fitur inti.
Bagi yang penasaran dengan lini lipat Samsung, informasi tentang Galaxy Z Flip 8 juga sudah mulai beredar.






Komentar
Belum ada komentar.