📑 Daftar Isi

iPhone Air dengan desain tipis dan warna metalik

Harga iPhone di Jepang Naik Drastis, Yen Melemah Jadi Penyebab

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple resmi menaikkan harga seluruh lini iPhone di Jepang, mulai dari iPhone 16 hingga iPhone 17 Pro Max
  • Kenaikan harga mencapai 11,3 persen, dengan iPhone Air mengalami kenaikan tertinggi dari ¥159.800 menjadi ¥177.800
  • Pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS menjadi penyebab utama, dengan nilai tukar mencapai level terendah sejak 1986
  • Harga baru sudah berlaku di toko online Apple Jepang, belum ada kenaikan serupa di AS atau pasar lain
  • Setelah pajak konsumsi dihilangkan, harga baru iPhone di Jepang hampir sama dengan harga di AS

Telset.id – Apple resmi menaikkan harga jual seluruh lini iPhone yang saat ini dijual melalui toko online resminya di Jepang. Kenaikan harga ini mencakup iPhone 16, iPhone 17e, iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, hingga iPhone 17 Pro Max, dengan kenaikan mencapai 11,3 persen.

Keputusan ini diambil hanya sebulan setelah Apple menaikkan harga jual Mac dan iPad secara global akibat krisis memori. Namun, untuk pasar Jepang, faktor utama yang mendorong kenaikan harga ini adalah pelemahan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS.

Apple tidak memberikan pernyataan resmi mengenai penyesuaian harga ini. Namun, analisis menunjukkan bahwa pelemahan yen menjadi penyebab paling mungkin. Mata uang Jepang baru-baru ini mencapai level terlemahnya terhadap dolar AS sejak 1986, yang membuat produk impor menjadi lebih mahal bagi perusahaan yang menjualnya di Jepang.

Kenaikan harga ini terjadi di tengah gelombang kenaikan harga yang lebih luas dari Apple. Apple Music dan beberapa paket Apple One juga mengalami kenaikan harga baru-baru ini. Selain itu, pembeli Mac dan iPad baru kini harus membayar lebih mahal untuk layanan AppleCare+.

Daftar Harga Terbaru iPhone di Jepang

Berikut adalah rincian harga lama dan harga baru untuk setiap model iPhone yang terdampak:

  • iPhone 17 Pro Max (256GB): Harga lama ¥194.800 (~$1.199) menjadi ¥214.800 (~$1.322), naik ¥20.000 (~$123).
  • iPhone 17 Pro (256GB): Harga lama ¥179.800 (~$1.106) menjadi ¥194.800 (~$1.199), naik ¥15.000 (~$92).
  • iPhone 17 (256GB): Harga lama ¥129.800 (~$799) menjadi ¥142.800 (~$879), naik ¥18.000 (~$111).
  • iPhone Air (256GB): Harga lama ¥159.800 (~$983) menjadi ¥177.800 (~$1.094), naik ¥8.000 (~$49).
  • iPhone 17e (256GB): Harga lama ¥99.800 (~$614) menjadi ¥107.800 (~$663), naik ¥13.000 (~$80).
  • iPhone 16 (256GB): Harga lama ¥114.800 (~$706) menjadi ¥124.800 (~$768), naik ¥10.000 (~$62).

Kenaikan tertinggi dialami oleh iPhone Air, yang harganya melonjak dari ¥159.800 menjadi ¥177.800, atau sekitar 11,3 persen. Sementara itu, iPhone 17 Pro Max mengalami kenaikan nominal tertinggi sebesar ¥20.000.

iPhone Air Featured

Harga baru ini sudah tercantum di toko online Apple Jepang. Hingga saat ini, belum ada kenaikan harga iPhone serupa yang muncul di AS atau pasar utama lainnya.

Dampak Pelemahan Yen terhadap Harga iPhone

Setelah pajak konsumsi Jepang sebesar 10 persen dihilangkan, harga baru iPhone di Jepang ternyata sangat mendekati harga jual Apple di AS. Misalnya, iPhone 17 Pro Max dibanderol sekitar $1.204 sebelum pajak, dibandingkan dengan $1.199 di AS. iPhone Air berada di angka sekitar $995, hampir identik dengan harga $999 di AS.

Ini bukan pertama kalinya Apple menyesuaikan harga regional sebagai respons terhadap pergerakan mata uang yang signifikan. Sebelumnya, Apple juga pernah melakukan penyesuaian harga serupa di berbagai negara. Keputusan ini menunjukkan betapa sensitifnya strategi penetapan harga Apple terhadap fluktuasi nilai tukar.

Bagi konsumen di Jepang, kenaikan ini tentu menjadi kabar buruk. iPhone yang sudah terkenal mahal kini semakin sulit dijangkau. Sementara itu, larangan AS terhadap pembelian chip memori China juga berdampak pada rantai pasokan Apple secara global, meskipun kenaikan harga di Jepang lebih disebabkan oleh faktor nilai tukar.

Meskipun kenaikan harga ini signifikan, Apple tetap menjadi pemain dominan di pasar smartphone global. Apple kembali menjadi perusahaan publik AS paling bernilai, menunjukkan bahwa perusahaan tetap kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Kenaikan harga iPhone di Jepang menjadi pengingat bahwa konsumen di negara dengan mata uang yang melemah akan terus menghadapi tekanan harga dari produk-produk global. Belum ada indikasi kapan yen akan menguat kembali, sehingga konsumen Jepang mungkin harus bersiap menghadapi potensi kenaikan harga lebih lanjut di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.