📑 Daftar Isi

Closeup motherboard laptop dengan komponen dan sirkuit terlihat detail

Harga Motherboard Diprediksi Naik 50 Persen, PC Build Makin Mahal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Harga PCB motherboard diprediksi naik minimal 50 persen pada akhir 2026
  • Kenaikan biaya juga mencakup kapasitor, heatsink tembaga, chip pengontrol, dan VRM
  • Asus, MSI, dan Gigabyte siapkan kenaikan harga mulai kuartal ketiga 2026
  • Kenaikan terjadi saat permintaan PC desktop justru menurun
  • Harga RAM dan SSD juga masih tinggi akibat permintaan chip AI
  • Belum ada konfirmasi resmi dari ketiga produsen motherboard

Telset.id – Biaya merakit PC dari nol diprediksi akan semakin membengkak. Setelah harga RAM dan storage melonjak akibat permintaan besar dari pusat data AI, kini giliran harga motherboard yang dikabarkan akan naik signifikan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa papan sirkuit atau PCB untuk motherboard bisa mengalami kenaikan harga minimal 50 persen pada akhir 2026.

Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pengguna yang berencana membangun PC baru atau melakukan upgrade komponen. Kenaikan harga motherboard dari vendor besar seperti Asus, MSI, dan Gigabyte akan langsung berdampak pada total biaya yang harus dikeluarkan konsumen.

Penyebab Kenaikan Harga Motherboard

Menurut laporan dari forum rantai pasokan Taiwan, Board Channels, yang dikutip oleh VideoCardz, biaya produksi PCB untuk motherboard diperkirakan akan melonjak setidaknya 50 persen. Kenaikan ini bukan hanya terjadi pada PCB, tetapi juga mencakup komponen kunci lainnya seperti kapasitor permukaan, heatsink tembaga, chip pengontrol, dan VRM. Semua komponen tersebut diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi secara keseluruhan.

Kenaikan biaya produksi ini memaksa para vendor untuk merespons. Asus, MSI, dan Gigabyte dikabarkan sedang menyiapkan putaran kenaikan harga baru secepatnya pada kuartal ketiga 2026. Langkah ini diambil untuk mengimbangi lonjakan biaya material yang terjadi di tingkat manufaktur.

Waktu kenaikan harga ini sangat tidak ideal. Harga memori sudah terlebih dahulu naik selama beberapa bulan terakhir karena para produsen mengalihkan kapasitas produksi mereka menuju high-bandwidth memory yang digunakan di server AI. Perubahan pasokan ini diperkirakan akan menjaga harga RAM dan SSD tetap tinggi hingga akhir tahun.

Jika harga motherboard benar-benar naik sesuai laporan, maka biaya membangun PC bisa menjadi jauh lebih mahal dari kondisi saat ini. Kombinasi kenaikan harga RAM, storage, dan kini motherboard akan membuat aktivitas merakit PC menjadi semakin berat di kantong.

Kondisi ini berbeda dengan tren yang terjadi di pasar. Padahal, permintaan untuk desktop prebuilt dan DIY terus menurun. Asus dilaporkan kesulitan mencapai target pengiriman motherboard 2026 yang sudah dipangkas lebih awal tahun ini. Sementara itu, MSI dan Gigabyte memperkirakan penurunan pengiriman hingga dua digit.

Closeup of laptop motherboard

Penurunan permintaan ini tidak serta-merta membuat harga menjadi lebih murah. Justru sebaliknya, kenaikan biaya produksi tetap mendorong harga jual naik. Banyak penggemar yang mulai menghitung ulang apakah membangun PC gaming masih masuk akal secara finansial.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar PC

Hingga saat ini, belum ada satu pun dari ketiga produsen tersebut yang mengonfirmasi kenaikan harga. Angka 50 persen yang dilaporkan juga masih bisa berubah sebelum kebijakan kenaikan harga benar-benar diterapkan. Namun, jika laporan ini terbukti akurat, harga motherboard baru bisa melonjak hingga ratusan dolar lebih mahal.

Kenaikan harga ini akan membuat keputusan untuk membangun PC baru menjadi semakin sulit diambil pada 2026. Para pengguna yang sudah memiliki rencana upgrade mungkin perlu mempertimbangkan kembali anggaran mereka. Sementara itu, mereka yang baru akan memulai merakit PC untuk pertama kalinya harus menyiapkan dana lebih besar dari perkiraan awal.

Bagi para pengguna yang tetap ingin merakit PC di tengah kondisi harga yang naik, memilih komponen dengan bijak menjadi kunci. Memantau harga pasar secara berkala dan membandingkan penawaran dari berbagai toko bisa membantu menghemat biaya. Selain itu, menunggu momen yang tepat untuk membeli juga bisa menjadi strategi yang efektif.

Kondisi pasar komponen PC saat ini memang sedang tidak bersahabat. Kenaikan harga yang terjadi secara beruntun membuat banyak calon pembeli menunda rencana mereka. Namun, bagi mereka yang membutuhkan PC untuk produktivitas atau pekerjaan, menunda pembelian mungkin bukan pilihan yang mudah.

Para pengguna yang sudah memiliki motherboard dari generasi sebelumnya mungkin bisa bertahan lebih lama. Namun, bagi mereka yang komputernya sudah tidak mampu menjalankan aplikasi terbaru, upgrade tetap menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi, meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.

Ke depannya, kondisi pasar akan sangat bergantung pada keputusan para produsen. Jika kenaikan harga benar-benar terjadi, industri PC secara keseluruhan akan merasakan dampaknya. Penjualan komponen bisa semakin menurun, tetapi biaya produksi yang tinggi memaksa harga tetap bertahan di level yang sulit dijangkau sebagian konsumen.

Meski demikian, kepastian mengenai kenaikan harga motherboard masih belum final. Para calon pembeli disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi dari sumber resmi Asus, MSI, dan Gigabyte. Keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing produsen.

Yang jelas, biaya membangun PC di 2026 menjadi jauh lebih mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kombinasi kenaikan harga RAM, SSD, dan motherboard membuat aktivitas merakit PC bukan lagi sekadar hobi yang murah. Perhitungan matang dan riset harga menjadi langkah wajib sebelum memutuskan untuk membeli komponen baru.

Bagi pengguna yang tetap ingin membangun PC baru, memanfaatkan momen promo atau diskon dari toko-toko komponen bisa menjadi salah satu cara untuk meringankan beban. Selain itu, membeli komponen bekas yang masih dalam kondisi baik juga bisa menjadi alternatif untuk menghemat anggaran.

Kenaikan harga motherboard ini juga bisa berdampak pada pasar laptop dan PC rakitan. Para perakit PC dan toko komputer kemungkinan akan menyesuaikan harga jual produk mereka mengikuti kenaikan biaya komponen. Hal ini pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh konsumen akhir.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa industri teknologi tidak selalu mengalami penurunan harga seiring waktu. Faktor eksternal seperti permintaan dari sektor AI dan gangguan rantai pasokan global dapat mengubah arah pasar secara signifikan dalam waktu singkat.

Untuk saat ini, para pengguna hanya bisa menunggu keputusan resmi dari Asus, MSI, dan Gigabyte. Apakah kenaikan harga akan terjadi sesuai laporan atau justru dibatalkan, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Yang pasti, ketidakpastian ini membuat calon pembeli semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Bagi industri PC secara keseluruhan, kenaikan harga motherboard menjadi tantangan baru di tengah lesunya permintaan. Para produsen harus mencari keseimbangan antara menutup biaya produksi dan menjaga daya beli konsumen. Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah pasar komponen PC untuk sisa tahun 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.