Telset.id – Harga RAM DDR5 di Jerman melonjak hingga 448% lebih mahal dibandingkan tahun lalu, menandai rekor tertinggi baru di pasar tersebut. Kenaikan ini terjadi di tengah kabar buruk dari raksasa fabrikasi chip TSMC yang berencana menaikkan biaya produksi hingga 10% tahun depan.
Data dari 3D Center yang dikutip Wccftech menunjukkan bahwa harga DDR5 di ritel Jerman pada Juli 2026 mencapai level 448% dari harga setahun lalu, sebelum krisis memori dimulai. Angka ini merupakan lompatan signifikan dari posisi 419% di bulan Juni, dan menjadi all-time high untuk pasar Jerman.
Sebelumnya, harga sempat berada di level 440% pada awal 2026, kemudian turun ke 408% pada Maret, bertahan di level tersebut pada April, sebelum kembali merangkak naik. Kenaikan terbaru ini mengindikasikan bahwa tekanan harga di pasar memori belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
TSMC Konfirmasi Kenaikan Biaya Produksi Chip
Di sisi lain, TSMC dilaporkan akan menaikkan biaya produksi chip hingga 10% pada tahun depan. Informasi ini disampaikan oleh Nikkei Asia dan dikutip oleh PC Gamer. Kenaikan harga ini disebut-sebut disebabkan oleh meningkatnya biaya material dan peralatan untuk manufaktur chip, serta kebutuhan pendanaan untuk ekspansi fasilitas fabrikasi baru.
Untuk chip kelas atas atau high-performance computing (HPC), kenaikan harga bisa mencapai 15% untuk pesanan mendadak di luar kontrak reguler. TSMC sendiri disebut-sebut akan menunda penerapan kenaikan harga ini hingga 2027. Meski belum resmi, langkah ini dinilai cukup realistis mengingat tekanan biaya yang dihadapi industri semikonduktor.
Kenaikan biaya produksi TSMC akan berdampak langsung pada harga prosesor dan berbagai perangkat yang menggunakan chip dari perusahaan Taiwan tersebut. Pasalnya, TSMC memasok kebutuhan chip untuk banyak pemain besar industri teknologi, termasuk Apple, Nvidia, AMD, dan Qualcomm.
Artinya, konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga berbagai perangkat elektronik, mulai dari prosesor hingga laptop dan PC rakitan. Produsen perangkat keras kemungkinan besar akan membebankan sebagian besar kenaikan biaya ini kepada konsumen akhir.
Dampak Krisis RAM bagi Konsumen
Meskipun data kenaikan harga RAM ini hanya mencakup pasar Jerman, situasi tersebut dinilai mencerminkan tren global yang lebih luas. Banyak analis dan produsen chip telah memperingatkan bahwa paruh kedua 2026 akan membawa kenaikan harga lebih lanjut, dan tahun depan kemungkinan akan lebih buruk lagi.
CEO Nvidia sebelumnya juga telah berkomentar bahwa krisis RAM tidak akan berakhir hingga mungkin tahun 2030. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tekanan pasokan memori diperkirakan akan berlangsung dalam jangka panjang.
Bagi konsumen yang berencana membeli PC atau laptop, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan. Membeli sekarang mungkin lebih bijak daripada menunggu tahun depan, mengingat harga diprediksi akan terus naik. Momentum Black Friday juga bisa menjadi kesempatan bagus untuk mendapatkan harga lebih kompetitif.
Pilihan perangkat yang akan dibeli juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Jika hanya membutuhkan perangkat untuk produktivitas dasar, laptop dengan spesifikasi menengah mungkin sudah cukup. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk gaming atau rendering, investasi sekarang mungkin lebih menguntungkan.
Kenaikan harga RAM dan chip ini menjadi pengingat bahwa industri semikonduktor sedang menghadapi tantangan besar. Mulai dari biaya material yang naik, kebutuhan investasi besar untuk ekspansi pabrik, hingga ketidakseimbangan pasokan dan permintaan global.
Dengan situasi yang ada, konsumen perlu lebih cermat dalam merencanakan pembelian perangkat elektronik. Memantau tren harga dan memanfaatkan momen promo seperti Harbolnas atau Black Friday bisa menjadi strategi untuk mendapatkan harga terbaik di tengah krisis harga yang masih berlangsung.

Secara keseluruhan, kombinasi kenaikan harga RAM DDR5 dan rencana TSMC menaikkan biaya produksi chip menciptakan tekanan ganda bagi konsumen. Harga perangkat keras diperkirakan akan terus merangkak naik dalam waktu dekat, dan belum ada tanda-tanda kapan situasi ini akan kembali normal.
Langkah antisipatif seperti membeli lebih awal atau memanfaatkan promo musiman bisa menjadi solusi jangka pendek. Namun, untuk jangka panjang, konsumen mungkin harus mulai menyesuaikan ekspektasi anggaran untuk pembelian perangkat elektronik di masa mendatang.
Bagi yang tertarik memantau perkembangan lebih lanjut, artikel terkait seperti Vertigo Games Tutup Studio VR dan AION UT Pimpin Penjualan juga menyajikan informasi menarik seputar tren industri teknologi terkini.





Komentar
Belum ada komentar.