Telset.id – HTC kembali menunjukkan eksistensinya di pasar wearable dengan membuka pre-order untuk HTC VIVE Eagle smart glasses di Amerika Serikat. Amazon sempat menampilkan halaman pre-order yang mengonfirmasi tanggal rilis perangkat ini pada 1 September 2026, meskipun halaman tersebut kemudian dihapus pada Rabu malam.
Kacamata pintar ini merupakan langkah strategis HTC untuk bersaing langsung dengan Ray-Ban Meta di segmen smart glasses. HTC VIVE Eagle pertama kali diluncurkan di Taiwan pada tahun 2025 dengan membawa sejumlah fitur unggulan, termasuk integrasi asisten suara berbasis Gemini AI dan OpenAI GPT.
“Kacamata ini mendukung voice-activated Gemini AI dan OpenAI GPT voice assistants,” demikian informasi yang tercantum dalam spesifikasi resmi. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan kacamata melalui perintah suara secara langsung.
Salah satu keunggulan utama HTC VIVE Eagle adalah kehadiran LED indikator yang akan menyala saat kamera sedang digunakan. Fitur ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran privasi yang pernah menjadi masalah besar pada Google Glass, di mana pengguna sering disebut “Glassholes” karena potensi merekam orang lain secara diam-diam.
Dari segi spesifikasi, HTC VIVE Eagle dibekali kamera ultra-wide 12MP dan mampu melakukan penerjemahan real-time dalam 12 dialek berbeda. Bobot kacamata ini hanya 49 gram, membuatnya nyaman digunakan dalam waktu lama. Untuk pemutaran musik, perangkat ini mampu bertahan hingga 4,5 jam secara terus-menerus.
Baterai 235mAh yang tertanam diklaim mampu memberikan total daya tahan sekitar 36 jam. Yang lebih menarik, fitur pengisian cepat memungkinkan baterai terisi dari 0% hingga 50% hanya dalam waktu 10 menit. Performa kacamata ini ditenagai oleh chipset Snapdragon AR1 dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal 32GB.
Meskipun tidak menggunakan platform Android XR, HTC VIVE Eagle berjalan di atas sistem operasi Wear OS. Hal ini memungkinkan integrasi yang lebih baik dengan ekosistem perangkat wearable lainnya. Kacamata ini juga mendukung berbagai fungsi produktivitas seperti voice-to-text notes, transkripsi percakapan, dan kemampuan membedakan pembicara yang berbeda.
HTC VIVE Eagle akan tersedia dalam dua ukuran, yaitu medium dan large. Pilihan warna yang ditawarkan cukup beragam, meliputi Glossy Coffee, Matte Black, Glossy Black, dan Apricot. Perangkat ini juga memiliki sertifikasi IP54 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air dari segala arah.
Dari segi harga, HTC VIVE Eagle dibanderol USD 499 atau sekitar Rp 7,5 jutaan. Angka ini USD 200 lebih mahal dibandingkan Ray-Ban Meta versi entry-level. Meskipun demikian, fitur-fitur yang ditawarkan seperti asisten AI ganda dan kemampuan penerjemahan real-time bisa menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mencari smart glasses dengan kemampuan lebih lengkap.
Baca Juga:
Meskipun halaman pre-order Amazon telah dihapus, belum ada kejelasan apakah Amazon akan tetap memproses pesanan yang sudah masuk saat listing masih aktif. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi konsumen yang sudah melakukan pemesanan awal.
HTC sendiri bukanlah nama baru di industri teknologi. Perusahaan yang berbasis di Taiwan ini dikenal sebagai salah satu pionir smartphone dengan melahirkan model-model ikonik seperti HTC One M8, Nexus One, dan Sony Ericsson Xperia X1. Meskipun kini pamornya meredup, HTC masih aktif di segmen enterprise melalui lini produk HTC Vive VR headsets.
Kehadiran HTC VIVE Eagle di pasar AS menunjukkan ambisi HTC untuk kembali merambah pasar konsumen. Dengan menggabungkan teknologi AI canggih dan desain yang lebih ramah privasi, kacamata pintar ini berpotensi menarik minat pengguna yang selama ini ragu menggunakan smart glasses.
Pengamat industri menilai bahwa langkah HTC masuk ke segmen smart glasses cukup strategis mengingat pertumbuhan pasar wearable yang terus meningkat. Persaingan dengan Ray-Ban Meta diprediksi akan semakin ketat, terutama dari segi harga dan fitur.

Bagi konsumen yang tertarik, disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari HTC maupun Amazon terkait ketersediaan pre-order. Meskipun belum ada konfirmasi pasti, tanggal rilis 1 September 2026 bisa menjadi patokan awal.
Dengan bobot ringan, baterai tahan lama, dan fitur AI yang mumpuni, HTC VIVE Eagle menawarkan paket menarik di segmen smart glasses. Namun, harga yang lebih tinggi dibanding kompetitor utama menjadi tantangan tersendiri bagi HTC untuk meyakinkan konsumen.
Ke depannya, keberhasilan HTC VIVE Eagle di pasar AS akan menjadi indikator penting bagi strategi HTC dalam menghadapi persaingan di era wearable. Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin HTC akan memperluas distribusi ke pasar global termasuk Asia.
Perlu diingat bahwa informasi ini masih berdasarkan data yang tersedia saat pre-order sempat dibuka. HTC sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait penghapusan halaman pre-order Amazon. Konsumen diharap bersabar menunggu pengumuman resmi dari HTC.





Komentar
Belum ada komentar.