Telset.id – Huawei resmi meluncurkan MateBook Pro S, laptop 14,2 inci dengan bobot hanya 798 gram dan ketebalan 11,9mm pada titik tertebalnya. Perangkat ini berjalan dengan HarmonyOS 6.1, bukan Windows, dan ditenagai prosesor Kirin XE90 buatan HiSilicon. Laptop tersebut mulai dijual di China pada 14 Agustus dengan harga mulai 7.999 yuan, atau sekitar di bawah US$1.200 jika dikonversi.
Hingga saat ini, belum ada rencana resmi untuk menjual laptop yang sama di pasar Barat. Meski begitu, pemasok pihak ketiga sudah mulai menawarkan layanan pengiriman ke berbagai negara di dunia dengan harga premium yang signifikan. Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi Huawei dalam memperkuat ekosistem perangkatnya yang tidak bergantung pada sistem operasi Windows.

Bobot Ringan dengan Material Premium
Dengan bobot 798 gram, MateBook Pro S terasa jauh lebih ringan dibandingkan sebagian besar kompetitornya. Namun, laptop ini bukan yang paling tipis di kelasnya karena produsen asal Jepang masih menawarkan alternatif yang lebih ringan dengan selisih tambahan 164 gram. Meski bukan yang paling ringan di industri, MateBook Pro S tetap jauh lebih ramping dibandingkan laptop lain yang bersaing di segmen performa yang sama.
Huawei mencapai bobot ringan ini melalui kombinasi material dan desain yang cermat. Laptop ini menggunakan penutup bawah berbahan magnesium-lithium alloy, penutup A dan C dari magnesium-aluminum, motherboard tiga bagian, sistem pendingin dual-fan tipis dengan bilah yang disebut Huawei sebagai Shark Fin blades, serta baterai beranoda silikon tinggi.
Layarnya menggunakan panel OLED fleksibel 3.1K dengan sentuhan layar penuh, kecerahan 1000 nits pada layar penuh dan puncak 1600 nits, serta refresh rate 120Hz. Secara spesifikasi kertas, layar ini menjadi salah satu yang terbaik. Yang lebih menonjol dari layarnya adalah prosesor Kirin XE90 yang diklaim memiliki performa single-core 23 persen lebih tinggi, efisiensi energi 25 persen lebih baik, dan throughput NPU 40 persen lebih tinggi dibandingkan Kirin X90 standar.
Sistem pendinginnya mendukung output berkelanjutan hingga 20W. Namun, angka-angka klaim tersebut belum terverifikasi secara independen. Sebagian besar informasi tentang performa laptop ini masih berasal dari perbandingan menggunakan angka resmi Huawei atau iklan berbayar yang menyebutnya memiliki “kekuatan yang tangguh”.
Yang lebih menarik, Kirin XE90 kemungkinan menggunakan node SMIC 7nm N+2 yang sama seperti yang ditemukan TechInsights ketika menganalisis fisik Kirin X90 pada MateBook Fold. Ini berbeda dari klaim televisi China yang menyebut proses 5nm. XE90 pada dasarnya adalah penyempurnaan dari desain yang sama, dan tidak ada indikasi bahwa node-nya telah berpindah sejak temuan tersebut dilaporkan.
Hal ini penting karena memengaruhi tidak hanya performa laptop Huawei, tetapi juga efisiensi di kelas di mana performa per watt menjadi penentu utama.
Varian dan Klaim Ketahanan
Bobot 798 gram hanya berlaku untuk konfigurasi paling ringan. Lini MateBook Pro S terbagi menjadi varian Standard, Soft Light, Privacy, dan Collector’s Edition dengan bobot yang berbeda cukup signifikan. Model standard dan privacy berbobot 798g, versi Soft Light berbobot 805g, dan Collector’s Edition berbobot 825g dengan ketebalan 12,2mm.
Huawei juga mengklaim laptop ini mampu memutar video hingga 18 jam, koneksi WiFi 7+ yang stabil hingga jarak 1000 meter di area terbuka tanpa hambatan, serta enam susunan mikrofon yang dapat menangkap audio dengan jelas dari jarak hingga 10 meter. Klaim-klaim ini memberikan gambaran tentang ketahanan dan konektivitas yang ditawarkan perangkat tersebut.
Bagi pengguna yang mencari alternatif selain laptop berbasis Windows atau Linux, MateBook Pro S menjadi pilihan yang menarik. Namun, keputusan membeli tetap harus mempertimbangkan harga premium yang harus dibayar, terutama jika membeli melalui jalur importir pihak ketiga di luar China. Sistem operasi HarmonyOS 6.1 juga menjadi pembeda utama yang perlu dipahami calon pembeli sebelum memutuskan.
Perangkat ini juga menunjukkan arah pengembangan Huawei yang semakin mandiri. Huawei MatePad Pro 12 dan Huawei Watch D3 menjadi contoh lain bagaimana perusahaan terus memperluas ekosistem perangkatnya. Dengan prosesor buatan sendiri dan sistem operasi eksklusif, MateBook Pro S menawarkan pengalaman berbeda bagi pengguna yang ingin keluar dari dominasi ekosistem tradisional.
Keputusan Huawei untuk tidak menggunakan Windows pada laptop premiumnya merupakan perubahan signifikan dalam industri. Hal ini juga berpotensi menarik perhatian pengguna yang ingin mencoba produk terbaru Huawei dengan spesifikasi yang berbeda dari biasanya. Namun, ketersediaan aplikasi dan dukungan perangkat lunak untuk HarmonyOS di luar China masih menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.





Komentar
Belum ada komentar.