📑 Daftar Isi

Ilustrasi sub-brand Huawei Osta dengan dua ponsel Osta O1 dan Osta O1 Pro

Huawei Sub-Brand Osta Debut dengan Osta O1 dan O1 Pro

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Huawei disebut menamai sub-brand barunya Osta, bukan Xingmang atau Starlight
  • Nama Osta diklaim tercetak di kotak ritel produk
  • Debut lewat dua ponsel: Osta O1 dan Osta O1 Pro
  • Osta O1 berlayar quad-curved dengan kamera bundar besar
  • Osta O1 Pro berlayar lebar 6,39 inci 1.5K LTPS, rasio 16:9.5
  • O1 Pro tersedia 12/256GB hingga 16GB/1TB
  • Spesifikasi dan harga disebut setara flagship Huawei
  • Form factor layar lebar tetap ada di lini utama Huawei

Telset.id – Huawei dikabarkan akan menamai sub-brand barunya dengan nama Osta, menggantikan sebutan Xingmang atau Starlight yang sempat beredar bulan lalu. Nama Inggris ini disebut akan tercetak langsung pada kotak ritel produk, dan brand tersebut akan debut lewat dua ponsel sekaligus, yakni Osta O1 dan Osta O1 Pro. Gelombang pertama produk Osta diklaim diposisikan di level flagship.

Informasi ini datang dari dua leaker yang disebut cukup andal. Sebelumnya, sebuah laporan menyebut Huawei tengah menyiapkan sub-brand baru bernama Xingmang, yang diterjemahkan sebagai “Starlight” atau “Starburst”. Tak lama setelah itu, seorang tipster menyatakan ponsel pertamanya akan berbentuk candybar dengan layar lebar, sekaligus memperingatkan bahwa Starlight atau Starburst hanyalah terjemahan dan belum tentu menjadi nama resmi brand tersebut.

Kini, dua leaker tersebut menyebut nama Inggris yang akan dipakai adalah Osta. Nama itu pula yang disebut bakal dicetak pada kemasan ritel. Dengan begitu, teka-teki penamaan sub-brand Huawei ini mulai menemukan titik terang, meski semuanya masih berstatus rumor hingga ada konfirmasi resmi.

Beda Karakter Osta O1 dan Osta O1 Pro

Menurut bocoran tersebut, Osta O1 akan memiliki layar yang melengkung di keempat sisinya atau quad-curved, plus modul kamera bundar berukuran besar di bagian belakang. Sementara Osta O1 Pro adalah varian layar lebar dengan bezel tipis di sekeliling bodi dan strip kamera horizontal di punggungnya.

Osta O1 Pro disebut mengusung layar datar 6,39 inci berpanel 1.5K LTPS dengan aspek rasio 16:9.5. Dengan rasio tersebut, tampilannya dikatakan akan sangat mirip dengan Pura X View. Form factor lebar ini memang menjadi pembeda utama O1 Pro dibanding O1 yang tampil lebih konvensional dengan layar melengkung.

Untuk konfigurasi memori, Osta O1 Pro dikabarkan hadir dalam empat pilihan, yaitu 12/256GB, 12/512GB, 16/512GB, dan 16GB/1TB. Pilihan ini menempatkan O1 Pro di segmen kapasitas besar, sejalan dengan posisinya sebagai perangkat kelas atas.

Soal spesifikasi dan harga, keduanya disebut setara dengan jajaran flagship Huawei. Menariknya, hal itu mungkin ada kaitannya dengan mahalnya harga memori saat ini. Ini menjadi catatan tersendiri karena harga komponen memori memang menjadi faktor yang memengaruhi positioning sebuah perangkat.

Dari Rumor Mid-Ranger ke Level Flagship

Klaim bahwa Osta O1 dan O1 Pro diposisikan sebagai flagship merupakan perubahan cukup besar dari rumor sebelumnya. Sempat beredar kabar bahwa ponsel Starlight akan menjadi perangkat mid-range dengan chipset Kirin seri 8. Kini, dua leaker menyebut gelombang pertama produk Osta justru menyasar kelas atas.

Perubahan positioning ini tentu mengubah ekspektasi terhadap sub-brand tersebut. Jika sebelumnya Xingmang dibayangkan sebagai lini terjangkau, kini Osta justru digadang-gadang tampil sebagai brand dengan spesifikasi dan harga setara flagship Huawei. Informasi soal jajaran Huawei Sub-Brand Xingmang sebelumnya bisa menjadi pembanding untuk melihat arah awal sub-brand ini.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa seluruh detail ini masih sebatas bocoran. Belum ada konfirmasi resmi dari Huawei mengenai nama Osta, spesifikasi, maupun harga kedua perangkat. Nama Xingmang sendiri sebelumnya juga sempat disebut hanya sebatas terjemahan, sehingga perubahan nama menjadi Osta menunjukkan bahwa informasi awal memang masih bisa bergeser.

Di sisi lain, langkah Huawei menghadirkan sub-brand dengan dua ponsel sekaligus menunjukkan ambisi untuk memperluas jangkauan produk. Osta O1 dengan layar quad-curved dan O1 Pro dengan layar lebar 16:9.5 menargetkan preferensi pengguna yang berbeda, meski keduanya disebut berada di level flagship.

Untuk konteks industri, langkah Huawei menghadirkan lini baru ini juga terjadi di tengah dinamika ekosistem perangkatnya. Sejumlah kebijakan eksternal sempat mewarnai perjalanan produk Huawei, seperti yang terlihat dalam isu FCC Larang Gadget dengan chip HiVision. Kendati tidak berkaitan langsung dengan Osta, dinamika tersebut menjadi latar bagaimana Huawei terus mengatur strategi produknya.

Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah Huawei akan menyerahkan segmen ponsel layar lebar sepenuhnya kepada Osta. Menanggapi hal ini, salah satu tipster menyebut form factor tersebut akan tetap ada di lini brand utama Huawei. Artinya, Osta O1 Pro bukan berarti menggantikan posisi ponsel layar lebar di jajaran utama, melainkan menjadi tambahan pilihan di portofolio Huawei.

Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan perangkat Huawei, bocoran ini memberi gambaran bahwa sub-brand baru tersebut tidak akan bermain di segmen bawah. Konfigurasi memori besar hingga 16GB/1TB pada O1 Pro, layar 1.5K LTPS, serta klaim harga setara flagship menunjukkan bahwa Osta diarahkan ke pengguna yang mencari perangkat berkapasitas tinggi. Namun, semua itu tetap menunggu pengumuman resmi, termasuk soal ketersediaan di pasar dan waktu peluncurannya.

Sejauh ini, belum ada informasi resmi mengenai tanggal peluncuran, harga pasti, maupun chipset yang akan digunakan Osta O1 dan O1 Pro. Yang jelas, narasi seputar sub-brand Huawei ini telah bergeser dari nama Xingmang atau Starlight menjadi Osta, dan dari rumor mid-range menjadi klaim flagship. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah bocoran ini benar-benar terwujud.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.