Telset.id – Inmo resmi menarik lebih dari 1.600 unit kacamata pintar Air3 di Amerika Serikat dan Kanada karena lengan kiri perangkat dapat mengalami panas berlebih selama penggunaan berkepanjangan. Menurut US Consumer Product Safety Commission (CPSC), kondisi ini menimbulkan risiko cedera serius atau kematian akibat bahaya luka bakar.
Recall tersebut mencakup kacamata Air3 yang dijual antara Desember 2025 hingga Agustus 2026 melalui situs resmi Inmo, Amazon, dan kampanye crowdfunding Kickstarter. Harga jual perangkat ini berada di kisaran 900 hingga 1.300 dolar AS. Hingga kini, CPSC mencatat 10 laporan pengguna yang mengalami sensasi terbakar di wajah dan sisi kiri telinga saat menggunakan Air3.
Kacamata yang terkena recall dapat diidentifikasi dari bingkai berwarna hitam serta label bertuliskan Air3 dan Inmo yang tercetak di lengan kanan perangkat. Inmo mengarahkan konsumen untuk menghentikan penggunaan Air3 segera dan menghubungi tim dukungan perusahaan melalui telepon atau email untuk mendapatkan bantuan pembaruan perangkat lunak daring secara gratis.
Masalah Panas Berlebih Sudah Diketahui Sebelum Recall
Meski recall resmi bersama CPSC baru diumumkan, keluhan soal lengan kiri yang panas berlebih ternyata bukan hal baru. Ulasan pengguna terhadap kacamata ini sejak tujuh bulan lalu sudah menyoroti masalah panas berlebih pada lengan kiri dan sensasi terbakar yang ditimbulkannya.
Inmo sendiri disebut telah mengetahui persoalan tersebut. Perusahaan menyertakan pelindung khusus bersama kacamata Air3 yang dirancang untuk melindungi kepala pengguna dari panas berlebih saat perangkat dikenakan. Langkah ini menunjukkan bahwa isu panas pada lengan kiri sudah teridentifikasi jauh sebelum recall resmi dilakukan.
Keputusan menarik 1.600 unit lebih Air3 dari pasar Amerika Serikat dan Kanada menandakan bahwa solusi pelindung yang disertakan sebelumnya dinilai belum cukup menyelesaikan akar masalah. Pembaruan perangkat lunak daring yang ditawarkan Inmo kini menjadi jalur resmi bagi konsumen untuk memperbaiki kondisi perangkat mereka.
Dampak bagi Pengguna Kacamata Pintar
Recall ini menyentuh langsung konsumen yang membeli Air3 melalui situs Inmo, Amazon, maupun Kickstarter. Rentang harga 900 hingga 1.300 dolar AS menempatkan Air3 sebagai perangkat kelas atas, sehingga pengguna berhak mendapatkan kepastian keamanan setelah laporan sensasi terbakar di wajah dan telinga.
Bagi pasar kacamata pintar secara lebih luas, insiden ini menjadi pengingat bahwa aspek termal pada perangkat yang dipakai di kepala memerlukan perhatian serius. Perkembangan teknologi wearable yang terus berjalan, termasuk riset perangkat otonom seperti Drone Bawah Laut, menunjukkan betapa pentingnya pengujian keselamatan sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
Baca Juga:
Isu keselamatan perangkat juga menjadi sorotan di segmen lain. Sejumlah pengembangan fitur keamanan dan kenyamanan pengguna terus dilakukan produsen, seperti penyesuaian antarmuka pada iOS 27 yang mengubah tombol audio iMessage demi mengatasi keluhan pengguna.
Di sisi lain, inovasi perangkat pintar yang mengutamakan fungsi tanpa mengorbankan keselamatan terus bermunculan. Contohnya pengembangan model AI terjemahan offline untuk 19 bahasa Afrika yang dirilis Tether, memperlihatkan bagaimana produsen berlomba menghadirkan nilai tambah bagi pengguna.
Namun, bagi pemilik Air3, langkah paling penting saat ini adalah menghentikan penggunaan perangkat dan menghubungi dukungan Inmo. Pembaruan perangkat lunak daring yang disediakan perusahaan menjadi solusi resmi untuk mengatasi risiko panas berlebih pada lengan kiri kacamata tersebut.
Recall yang dilakukan Inmo bersama CPSC menegaskan bahwa keamanan pengguna berada di atas segalanya. Konsumen yang memiliki unit Air3 disarankan segera memeriksa label pada lengan kanan perangkat dan memastikan mereka mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan.





Komentar
Belum ada komentar.