Ilustrasi e-reader Kobo Libra Colour dengan logo Bookshop.org di layar

Integrasi Kobo-Bookshop.org Kembali Dijanjikan Tahun Ini

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Integrasi Kobo-Bookshop.org kembali dijanjikan hadir akhir tahun 2026 setelah sebelumnya tertunda dari target 2025
  • CEO Bookshop.org Andy Hunter konfirmasi progres integrasi telah berjalan kembali
  • Hambatan utama ada pada aspek bisnis dan teknis terkait manajemen hak digital (DRM)
  • Pengguna Kobo masih bisa mengakses buku DRM-free, buku perpustakaan via Overdrive, dan eBooks.com
  • Alternatif lain adalah menggunakan e-reader Android seperti Boox atau Meebook untuk mengakses aplikasi Bookshop.org
  • Kobo memiliki 12 juta pengguna di 190 negara

Telset.id – Pemilik e-reader Kobo yang berharap bisa membeli e-book dari toko buku independen favorit mereka harus bersabar lebih lama. Integrasi antara Kobo dan Bookshop.org, yang sempat dijanjikan pada 2025 lalu diundur ke 2026, kembali mengalami ketidakpastian.

Bookshop.org, platform e-commerce yang mendukung toko buku lokal, sebelumnya menargetkan integrasi dengan perangkat Kobo pada 2025. Target tersebut kemudian diundur ke 2026. Awal tahun ini, situasi semakin tidak jelas ketika Bookshop.org mengubah keterangan di halaman webnya, menghapus kata “2026” dan menggantinya dengan “sometime in the future” atau “suatu saat nanti.”

Namun, kabar terbaru memberikan secercah harapan. Founder dan CEO Bookshop.org, Andy Hunter, mengonfirmasi bahwa progres integrasi dengan Kobo telah berjalan kembali. Halaman web Bookshop.org kini kembali menampilkan keterangan bahwa dukungan untuk Kobo diharapkan hadir “later this year” atau akhir tahun ini.

“Integrasi Kobo adalah sesuatu yang diinginkan baik oleh Kobo maupun Bookshop.org,” ujar Hunter dalam balasan email.

Hambatan utama integrasi ini ternyata berada pada aspek bisnis dan teknis. Hunter menjelaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan dengan cara yang menghormati persyaratan penerbit terkait manajemen hak digital (DRM).

“Kami butuh waktu untuk menyepakati persyaratan bisnis dan mengalokasikan sumber daya teknik yang diperlukan,” jelasnya.

Saat ini, tim engineer Bookshop.org tengah fokus meningkatkan aplikasi perangkat seluler yang diluncurkan sekitar 15 bulan lalu. Setelah pekerjaan tersebut berjalan, perhatian mereka akan kembali dialihkan ke dukungan Kobo. Meski demikian, waktu peluncuran yang pasti masih belum bisa ditentukan.

“Kami baru saja menyepakati persyaratan bisnis dengan Kobo, dan kami yakin kolaborasi ini akan terwujud, namun belum bisa menjanjikan tanggal peluncuran spesifik hingga pekerjaan teknik berjalan lebih lanjut,” tambah Hunter.

Bagi pengguna Kobo yang tidak sabar menunggu, sebenarnya ada alternatif lain. Pengguna Kobo masih bisa membaca banyak koleksi buku bebas DRM di perangkat mereka. Selain itu, sejumlah besar buku perpustakaan yang ditawarkan melalui Overdrive juga bisa diakses, meskipun tidak semuanya.

Toko e-book independen seperti eBooks.com juga menyediakan buku yang dilindungi DRM dalam format yang didukung Kobo.

Solusi lain bagi pengguna yang ingin mendukung toko buku lokal adalah beralih ke e-reader berbasis Android. Perangkat seperti Boox atau Meebook yang mendukung Google Play Store dapat mengunduh aplikasi Bookshop.org secara langsung.

Meskipun demikian, banyak pemilik Kobo tetap menaruh harapan pada integrasi Bookshop.org. Seperti yang diungkapkan dalam laporan, dukungan terhadap toko buku independen menjadi motivasi utama sebagian pengguna memilih e-reader Kobo.

Salah satu pengguna Kobo Libra Colour mengaku sangat menyukai layar bacanya yang nyaman, respons cepat, dan daya tahan baterai yang lama. Namun, kecintaan pada toko buku kecil dengan rekomendasi personal dan dukungan terhadap penulis lokal tetap menjadi prioritas.

“Saya juga masih memegang Kindle saya yang sudah berusia enam tahun karena alasan yang sama,” tulisnya.

Bookshop.org sendiri merupakan pesaing Amazon yang mendukung toko buku lokal dari setiap pesanan. Platform ini saat ini sudah menawarkan e-book melalui aplikasi seluler untuk iOS dan Android. Namun, dukungan untuk perangkat Kobo yang mengklaim memiliki 12 juta pengguna di 190 negara masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Integrasi Kobo-Bookshop.org menjadi angin segar bagi ekosistem e-reader yang selama ini didominasi Amazon Kindle. Dengan hadirnya dukungan ini, pengguna Kobo memiliki lebih banyak opsi untuk membeli e-book legal sambil tetap mendukung bisnis lokal.

Sementara itu, Amazon sebagai kompetitor utama Kobo terus melakukan pembaruan pada lini produknya. Amazon Update Fire HD 10 dengan RAM 4GB baru-baru ini diumumkan dengan kenaikan harga. Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar perangkat baca digital dan tablet tetap ketat.

Di sisi lain, Amazon juga tengah menyiapkan inovasi besar untuk perangkat Kindle mereka. Amazon Siapkan Chip Buatan Sendiri untuk Kindle hingga Ring, sebuah langkah yang bisa mengubah lanskap persaingan e-reader ke depannya.

Perkembangan integrasi Kobo-Bookshop.org tentu menjadi kabar yang dinanti oleh komunitas pengguna Kobo, terutama mereka yang ingin mendukung toko buku independen. Dengan 12 juta pengguna tersebar di 190 negara, potensi pasar untuk kolaborasi ini sangat besar.

Bookshop.org sendiri telah sukses menjalankan misinya untuk mendukung toko buku lokal melalui penjualan buku fisik. Kini, dengan perluasan ke e-book melalui Kobo, platform ini berpotensi menjangkau lebih banyak pembaca yang lebih memilih format digital.

Meskipun jadwal peluncuran masih belum pasti, pernyataan Andy Hunter memberikan optimisme bahwa integrasi ini pada akhirnya akan terwujud. “Kami yakin kolaborasi ini akan terjadi,” tegasnya.

Bagi pengguna Kobo, masa depan tampak cerah dengan adanya opsi baru untuk membeli e-book. Namun, untuk saat ini, kesabaran masih menjadi kata kunci. Sambil menunggu integrasi resmi, pengguna bisa memanfaatkan alternatif seperti buku DRM-free atau layanan perpustakaan digital.

Ekosistem e-reader terus berkembang dengan berbagai inovasi dan kemitraan. Integrasi Kobo-Bookshop.org menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat mendukung keberlangsungan bisnis lokal di era digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.