Telset.id – Dua prosesor Intel berhasil menembus daftar 10 CPU terlaris di Amazon untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, memecah dominasi AMD yang selama ini menguasai seluruh posisi. Core Ultra 7 270K Plus berada di peringkat enam dengan harga $290, sementara Core i7-14700K menempati posisi sembilan dengan harga $312.
Kabar ini muncul hanya beberapa hari setelah AMD mengklaim masih menguasai semua 10 slot dalam daftar best-sellers CPU Amazon. Masuknya dua chip Intel tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar prosesor desktop kembali memanas, terutama bagi para pengguna yang merakit PC sendiri (DIY).
Core Ultra 7 270K Plus merupakan prosesor desktop terbaru yang dirilis Intel. Chip ini disebut sebagai koreksi arah dari generasi pertama prosesor “Arrow Lake”, menawarkan performa produktivitas yang luar biasa dan performa gaming yang sangat solid, hanya tertinggal beberapa poin persentase dari Ryzen 7 7800X3D yang berada satu posisi di atasnya dalam peringkat tersebut.
Menariknya, Core Ultra 7 270K Plus mengungguli semua chip lain di 10 besar untuk performa single-core dan multi-core, kecuali Ryzen 9 9950X3D yang dibanderol $569. Padahal, chip Intel tersebut hanya dijual dengan harga $290, jauh lebih murah dibandingkan prosesor AMD kelas atas tersebut.
Core i7-14700K Tetap Jadi Pilihan Menarik
Kehadiran Core i7-14700K di posisi sembilan juga menarik untuk dicermati. Prosesor yang sudah beredar sejak 2023 ini memang menawarkan performa gaming yang lebih rendah dibandingkan banyak chip lain di 10 besar, termasuk Core Ultra 7 270K Plus yang lebih murah. Namun, keunggulan utamanya terletak pada kompatibilitasnya yang luas.
Core i7-14700K dapat dipasang di sistem LGA 1700 yang sudah ada maupun di rakitan baru dengan memori DDR4. Fleksibilitas inilah yang kemungkinan besar menjadi alasan mengapa prosesor ini tetap laris, terutama bagi pengguna yang ingin meng-upgrade tanpa harus mengganti seluruh komponen. Dalam pengujian yang dilakukan sumber, chip ini bahkan direkomendasikan dibandingkan Ryzen 7 5800X3D untuk pengguna yang membangun mesin DDR4 baru.
Baca Juga:
Fenomena serupa juga terlihat pada Ryzen 5 5500 yang bertahan di posisi kedua. Prosesor dengan enam core Zen 3 ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin membangun PC gaming dengan budget paling hemat, terutama karena sudah termasuk CPU cooler dengan harga hanya $84.

Harga memori menjadi faktor besar yang mendorong keputusan pembelian ini. Para gamer tampaknya telah menerima kenyataan bahwa harga memori tidak akan turun dalam waktu dekat, sehingga memilih untuk membeli sekarang sebelum harga semakin mahal. Kelangkaan pasokan diperkirakan tidak akan mereda hingga akhir 2028.
Performa Gaming Masih Didominasi AMD
Dari data yang terlihat, gaming tetap menjadi pendorong utama pasar DIY. Lima dari 10 chip teratas masuk dalam daftar CPU terbaik untuk gaming, termasuk penjual nomor satu, Ryzen 7 9800X3D. Teknologi 3D V-Cache milik AMD terus menjadi andalan dalam performa gaming, meskipun seri Arrow Lake “Plus” mencoba mendekat dengan performa single-core yang sangat tinggi.
Menariknya, bottleneck performa gaming saat ini tidak lagi terletak pada kecepatan single-threaded, melainkan pada performa memori. Inilah alasan mengapa chip dengan 3D V-Cache milik AMD mendominasi pasar gaming. Sementara itu, Ryzen 7 7800X3D yang dijual $330 (diskon 27% dari harga list) tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan gaming sebagai prioritas utama.
Dari sisi harga, Core Ultra 7 270K Plus diluncurkan dengan harga $299, sangat kompetitif dibandingkan Core Ultra 9 285K yang dibanderol $589 namun memiliki performa yang sangat dekat. Sementara itu, Core i7-14700K dijual $311.99, sekitar 16% lebih murah dari harga list Amazon sebesar $370.99, dan jauh di bawah harga rekomendasi Intel sebesar $419.
Keputusan antara memilih prosesor generasi lama untuk menghemat biaya RAM atau mengeluarkan budget lebih besar untuk sistem dengan performa terbaik menjadi dilema klasik para perakit PC. Namun dengan harga memori yang terus melonjak, banyak yang memilih opsi yang lebih hemat meskipun harus mengorbankan sedikit performa.
Masuknya dua chip Intel ke 10 besar ini menjadi perkembangan positif bagi persaingan pasar prosesor desktop. Bagi konsumen, hadirnya pilihan yang lebih beragam tentu memberikan fleksibilitas lebih dalam menentukan rakitan PC sesuai kebutuhan dan budget masing-masing.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.