📑 Daftar Isi

Ilustrasi prosesor Intel Nova Lake dengan teknologi bLLC untuk performa gaming tinggi

Intel Nova Lake Core Ultra 5 bLLC 22 Core Siap Tantang AMD X3D

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Intel dikabarkan menyiapkan dua varian Core Ultra 5 Nova Lake dengan konfigurasi 22 core (6P+12E+4LP-E)
  • Kedua SKU tersebut akan memiliki akses hingga 144MB Big Last Level Cache (bLLC)
  • Satu varian adalah model unlocked dengan TDP 125W, varian lainnya model locked dengan TDP 65W
  • Teknologi bLLC menjadi jawaban Intel untuk menyaingi performa AMD 3D V-Cache di segmen gaming
  • Varian dual-tile Nova Lake-S bisa memiliki cache hingga 288MB untuk SKU high-end
  • Nova Lake akan menggunakan arsitektur Coyote Cove (P-core) dan Arctic Wolf (E-core)
  • Peluncuran resmi diprediksi terjadi pada CES 2027 sebagai seri Core Ultra 400

Telset.id – Intel kembali mengguncang pasar prosesor desktop dengan bocoran terbaru mengenai jajaran Nova Lake. Dua varian Core Ultra 5 anyar dikabarkan akan hadir dengan teknologi bLLC (Big Last Level Cache) yang masif, menjadi jawaban langsung atas dominasi chip AMD X3D di segmen gaming. Bocoran ini menjanjikan peningkatan performa signifikan di kelas mid-range.

Informasi ini berasal dari pembocor ternama, Jaykihn, yang awalnya sempat melakukan kesalahan dalam menyebutkan spesifikasi. Setelah melakukan koreksi, ia mengungkapkan bahwa kedua SKU Core Ultra 5 tersebut akan mengusung konfigurasi 22 core yang terdiri dari 6 P-Core, 12 E-Core, dan 4 LP-E core dalam satu tile tunggal. Yang paling menarik, chip ini akan memiliki akses hingga 144MB bLLC.

Kehadiran cache berukuran besar ini menjadi strategi Intel untuk menyaingi performa gaming superior dari lini prosesor AMD yang menggunakan teknologi 3D V-Cache. Dengan pendekatan yang lebih agresif, Intel berharap Nova Lake mampu merebut kembali tahta performa gaming yang sempat direbut oleh kompetitornya.

Detail Spesifikasi Core Ultra 5 Nova Lake

Menurut bocoran yang beredar, kedua SKU Core Ultra 5 22-core ini dibedakan terutama pada sisi daya. Satu varian merupakan model unlocked (K-series) dengan TDP 125W, sementara varian lainnya adalah model locked dengan TDP 65W. Tidak disebutkan adanya perbedaan lain yang signifikan di antara keduanya.

Keputusan Intel untuk membawa teknologi bLLC ke lini Core Ultra 5 merupakan langkah strategis. Sebelumnya, banyak yang berspekulasi bahwa cache besar hanya akan menjadi eksklusif untuk model K-series kelas atas. Namun, bocoran ini mengindikasikan bahwa Intel ingin menawarkan opsi yang kompetitif di segmen mid-range dengan banyak cache untuk meningkatkan performa gaming.

Selain varian 22-core, tabel bocoran juga menunjukkan beberapa SKU Nova Lake-S lainnya. Mulai dari varian dual-tile 52-core dengan 288MB bLLC dan TDP 175W, hingga varian entry-level 6-core dengan TDP 35W. Varian 22-core ini sendiri diprediksi akan menjadi tulang punggung lini Core Ultra 5.

Arsitektur dan Masa Depan Nova Lake

Nova Lake diprediksi akan menggunakan arsitektur Coyote Cove untuk P-core dan Arctic Wolf untuk E-core. Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan efisiensi dan performa yang jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Kehadiran bLLC menjadi kunci utama untuk bersaing di ranah gaming.

Sementara itu, varian dual-tile dengan cache hingga 288MB kemungkinan besar akan disediakan untuk SKU high-end. Ini menunjukkan bahwa Intel serius dalam mengembangkan teknologi cache berlapis untuk mengejar ketertinggalan dari AMD.

Rumor menunjukkan bahwa jajaran prosesor Nova Lake-S ini akan diluncurkan sebagai bagian dari seri Core Ultra 400 pada tahun depan. Meskipun demikian, Intel Kembali Produksi CPU generasi sebelumnya juga masih berjalan untuk memenuhi permintaan pasar.

Pengumuman resmi dikabarkan akan terjadi pada ajang CES 2027. Namun, krisis komponen yang masih berlangsung bisa menjadi faktor penghambat jadwal peluncuran. Intel tampaknya harus berhati-hati dalam merilis produk barunya di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Dengan hadirnya Core Ultra 5 bLLC, pasar prosesor desktop diprediksi akan semakin kompetitif. Konsumen kini memiliki opsi menarik dari Intel yang tidak hanya mengandalkan jumlah core, tetapi juga kapasitas cache besar untuk performa gaming maksimal. Kita tunggu saja bagaimana realisasi produk ini di pasaran nanti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.