Telset.id – Apple dikabarkan akan segera merilis ponsel lipat pertamanya yang disebut Apple iPhone Ultra dalam waktu kurang dari tiga bulan. Namun, sebuah studi terbaru dari SellCell, situs perbandingan harga trade-in smartphone terbesar di AS, memberikan peringatan keras bagi calon pembeli: ponsel lipat kehilangan nilai jual kembali jauh lebih cepat dibandingkan ponsel tradisional.
Berdasarkan data yang dirilis pada 23 Juni 2026, ponsel lipat mengalami depresiasi nilai hingga 65% lebih besar setelah 12 bulan jika dibandingkan dengan ponsel biasa. Temuan ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang berencana membeli iPhone Ultra dengan harga yang diprediksi sangat mahal.
Studi SellCell yang didasarkan pada ponsel yang dirilis pada tahun 2024 menunjukkan bahwa rata-rata ponsel lipat kehilangan nilai sebesar $997,69 setelah satu tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan ponsel tradisional yang hanya kehilangan $605,32 dalam periode yang sama.
Proyeksi Nilai iPhone Ultra Setelah Setahun
Harga iPhone Ultra diperkirakan berkisar antara $2.000 hingga $2.400, dengan model penyimpanan 1TB atau 2TB bisa mencapai $2.799. Jika menggunakan data depresiasi ponsel lipat, iPhone Ultra seharga $2.400 hanya akan bernilai sekitar $849,60 setelah 12 bulan.
Sebagai perbandingan, jika iPhone Ultra mempertahankan nilai seperti lini iPhone 16 yang memimpin dalam retensi nilai, perangkat tersebut bisa bernilai $1.236 setelah setahun. Ini berarti ada selisih nilai yang cukup lebar tergantung pada bagaimana pasar memperlakukan perangkat lipat Apple nantinya.
Untuk skenario harga $2.000, nilai iPhone Ultra setelah setahun diproyeksikan berada di kisaran $708 hingga $1.030. Angka ini menunjukkan risiko finansial yang signifikan bagi pembeli yang berencana menjual kembali perangkat mereka dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Perbandingan Retensi Nilai Antar Merek
SellCell juga merinci tingkat retensi nilai untuk merek-merek utama berdasarkan model tahun 2024. Apple memimpin dengan tingkat retensi 51,5%, diikuti OnePlus dengan 46,8%, dan Google dengan 40,8% untuk seri Pixel 9. Pixel 9 Fold sendiri hanya mempertahankan 37% nilainya setelah setahun.
Samsung menempati posisi berikutnya dengan seri Galaxy S25 yang mempertahankan 39,5% dari harga peluncuran, sementara Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6 hanya menyisakan 35,7% nilainya setelah 12 bulan. Motorola menjadi yang terburuk dengan retensi hanya 24,5%.
Contoh paling ekstrem adalah Samsung Galaxy Z Fold 6 dengan kapasitas 1TB yang harganya $2.259,99. Setelah setahun, nilainya anjlok 64,5% menjadi hanya $780. Sementara itu, Moto Razr+ 2024 dengan penyimpanan 256GB memiliki retensi nilai terendah secara persentase, yaitu hanya 28,5%.
Studi ini juga menemukan bahwa ponsel dengan harga mahal tidak menjamin nilai jual kembali yang lebih baik. Faktor penyimpanan juga berpengaruh, di mana ponsel dengan kapasitas 128GB mampu mempertahankan 46,3% nilainya, sementara model 1TB hanya 43,5%.
Bagi konsumen yang tertarik dengan ekosistem Apple, penting untuk mempertimbangkan aspek ini sebelum memutuskan membeli iPhone Ultra. Informasi lebih lanjut mengenai fitur keamanan dan pengelolaan data dapat ditemukan dalam artikel tentang Kebocoran Data Tata Electronics yang membongkar dokumen Apple.
Sebagai kesimpulan, membeli ponsel lipat seperti iPhone Ultra mungkin bukan investasi yang baik jika Anda berencana menjualnya kembali dalam waktu dekat. SellCell menyarankan agar konsumen membeli ponsel lipat hanya jika benar-benar memiliki kebutuhan dan alasan yang kuat untuk menggunakannya, bukan sebagai alat investasi.





Komentar
Belum ada komentar.