Telset.id – Lenovo dikabarkan akan meluncurkan Yoga 9n, sebuah laptop konvertibel 2-in-1 yang menjadi perangkat pertama di dunia yang ditenagai oleh platform RTX Spark (N1X) superchip milik NVIDIA. Bocoran ini mengindikasikan langkah besar Lenovo dalam mengadopsi arsitektur Arm berbasis AI untuk jajaran premiumnya.
Informasi tersebut muncul dari laporan Windows Latest yang menampilkan gambar bocoran desain Yoga 9n. Perangkat ini mempertahankan ciri khas desain Yoga, termasuk engsel soundbar 360 derajat yang memungkinkan perangkat berputar penuh untuk digunakan dalam mode laptop, tent, stand, dan tablet. Namun, yang membuatnya berbeda adalah penggunaan chip NVIDIA sebagai pengganti prosesor Intel yang biasa ditemukan pada seri Yoga 9i.
Bocoran gambar menunjukkan bahwa Lenovo Yoga 9n hadir dengan bodi aluminium premium berwarna Cosmic Blue, layar OLED PureSight Pro 2.8K yang nyaris tanpa bingkai, kamera IR dengan privacy shutter fisik untuk Windows Hello, serta dukungan untuk pena stylus Yoga Pen Gen 2. Dari segi konektivitas, perangkat ini disebutkan memiliki port HDMI, USB-A, beberapa port USB-C, dan jack headphone 3,5mm, memberikan fleksibilitas I/O yang cukup lengkap untuk sebuah laptop konvertibel premium.
Selain Yoga 9n, Lenovo juga dikabarkan sedang menyiapkan varian Yoga Pro 9n. Model ini hadir dengan desain clamshell tradisional dan dibekali layar 15 inci, haptic touchpad besar yang juga berfungsi sebagai permukaan menggambar, dudukan stylus magnetis di bagian tutup layar, serta sistem audio enam speaker Dolby Atmos. Bocoran juga menunjukkan port SD full-size yang lebih ramah kreator. Kedua model ini menandakan bahwa Lenovo sedang membangun lini laptop premium berbasis RTX Spark untuk menjangkau profesional kreatif dan pengguna yang menginginkan fleksibilitas perangkat 2-in-1.
Kehadiran platform RTX Spark menjadi poin utama dalam bocoran ini. Tidak seperti laptop Windows konvensional yang memisahkan CPU dan GPU, RTX Spark menggabungkan CPU Grace 20-inti milik NVIDIA dengan GPU Blackwell ke dalam satu system-on-chip (SoC) berbasis Arm. NVIDIA mengklaim platform ini memiliki 6.144 inti CUDA, mendukung memori LPDDR5X terpadu hingga 128GB, dan mampu memberikan performa AI hingga 1 petaflop. Teknologi seperti CUDA, DLSS, RTX, TensorRT, Reflex, dan G-SYNC juga dibawa ke perangkat Windows on Arm.
Baca Juga:

Meskipun bocoran ini cukup detail, baik Lenovo maupun NVIDIA belum memberikan pernyataan resmi mengenai Yoga 9n. Informasi mengenai harga, spesifikasi lengkap, dan jadwal peluncuran masih dirahasiakan. Namun, dengan laptop RTX Spark yang diperkirakan akan hadir tahun ini, bocoran ini mengindikasikan bahwa Lenovo bersiap untuk membawa platform AI baru NVIDIA ke segmen laptop konvertibel premium.
Langkah Lenovo ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengadopsi arsitektur Arm untuk perangkat premium. Sebelumnya, Lenovo juga telah menunjukkan komitmennya di segmen AI melalui investasi besar di pabrik AI server di Amerika Serikat. Kini, dengan Yoga 9n, mereka membawa teknologi tersebut ke perangkat konsumen.
Dari segi desain, Yoga 9n sangat mirip dengan Yoga 9i yang sudah ada, namun perbedaan utama terletak pada dapur pacu-nya. Penggunaan chip NVIDIA RTX Spark diklaim mampu memberikan performa AI yang jauh lebih tinggi dibandingkan laptop konvensional, yang bisa menjadi nilai jual utama bagi pengguna yang membutuhkan kemampuan komputasi AI untuk tugas-tugas kreatif atau produktivitas.

Bocoran juga menyebutkan bahwa Yoga Pro 9n akan menjadi varian yang lebih fokus pada kreator. Dengan layar 15 inci yang lebih besar dan haptic touchpad yang bisa digunakan untuk menggambar, laptop ini tampaknya dirancang untuk para desainer, ilustrator, atau editor video yang membutuhkan perangkat dengan performa tinggi dan presisi. Dukungan pena stylus magnetis yang terintegrasi di tutup layar juga menjadi fitur tambahan yang praktis.
Kehadiran port SD full-size pada Yoga Pro 9n juga menjadi indikasi bahwa laptop ini ditargetkan untuk para profesional kreatif yang sering memindahkan file dari kamera atau perangkat penyimpanan lainnya. Sementara itu, Yoga 9n dengan desain konvertibelnya lebih cocok untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas, seperti presentasi, menonton konten, atau menggambar sketsa.

Dari sisi performa, platform RTX Spark menawarkan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya di laptop konvertibel. Dengan 6.144 inti CUDA dan memori hingga 128GB, perangkat ini bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi AI lokal, seperti model bahasa besar (large language model) atau alat kreatif berbasis AI, tanpa harus bergantung pada koneksi internet atau komputasi awan.
NVIDIA juga membawa teknologi DLSS dan RTX ke platform ini, yang berarti laptop konvertibel seperti Yoga 9n juga bisa digunakan untuk bermain game dengan kualitas grafis tinggi. Meskipun bukan perangkat gaming khusus, kemampuan ini memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin melakukan banyak hal dengan satu perangkat.

Bocoran ini juga menyebutkan bahwa Lenovo menargetkan daya tahan baterai seharian penuh (all-day battery life) untuk kedua model ini, meskipun ditenagai oleh platform RTX Spark yang cukup bertenaga. Jika klaim ini terbukti akurat, maka Yoga 9n dan Yoga Pro 9n bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan perangkat premium dengan performa AI tinggi tanpa mengorbankan mobilitas.
Dengan hadirnya dua model ini, Lenovo tampaknya ingin mencakup dua segmen sekaligus: pengguna yang menginginkan fleksibilitas perangkat 2-in-1 dan profesional kreatif yang membutuhkan performa tinggi dalam bentuk clamshell tradisional. Ini adalah strategi yang cerdas, mengingat platform RTX Spark masih baru dan perlu waktu untuk diterima pasar.
Belum ada informasi resmi mengenai harga kedua laptop ini. Namun, mengingat posisinya sebagai perangkat premium dengan teknologi terbaru, kemungkinan besar harganya akan berada di kisaran yang cukup tinggi. Lenovo sebelumnya juga telah merilis perangkat premium lainnya, seperti Lenovo ThinkCentre X dengan RAM 256GB, yang menunjukkan bahwa mereka tidak ragu untuk menghadirkan spesifikasi tinggi di perangkat mereka.
Bagi para penggemar teknologi dan profesional kreatif, kehadiran Lenovo Yoga 9n dan Yoga Pro 9n menjadi angin segar. Ini membuktikan bahwa platform Arm tidak hanya untuk perangkat ringan dan hemat daya, tetapi juga bisa digunakan untuk laptop premium dengan performa tinggi. NVIDIA, melalui RTX Spark, berhasil menjembatani kesenjangan antara efisiensi Arm dan kekuatan komputasi yang selama ini hanya dimiliki oleh arsitektur x86.
Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Lenovo dan NVIDIA mengenai ketersediaan laptop-laptop ini. Jika bocoran ini akurat, maka tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi pasar laptop konvertibel premium dengan kehadiran platform AI baru dari NVIDIA.
Lenovo juga telah menunjukkan komitmennya di segmen gaming dengan merilis Lenovo LOQ 17 dengan RTX 5070 12GB. Kini, dengan Yoga 9n, mereka juga merambah segmen konvertibel premium berbasis AI. Ini menunjukkan bahwa Lenovo serius dalam mengadopsi teknologi AI di seluruh lini produk mereka.





Komentar
Belum ada komentar.