Telset.id – Lexar memperkenalkan Muse, portable SSD yang diklaim sebagai yang tertipis di dunia, dengan ketebalan hanya 3,8mm di bagian tengah dan meruncing hingga 1mm di tepinya. Drive ini hadir dalam kapasitas 512GB dan 1TB dengan kecepatan baca hingga 1.050MB/s serta kecepatan tulis hingga 1.000MB/s, cukup untuk merekam video 4K Apple ProRes hingga 120fps saat terhubung ke iPhone yang kompatibel.
Untuk mencapai bentuk yang sangat tipis ini, Lexar mengorbankan port USB-C standar dan menggantinya dengan kabel proprietary bernama SnapLink yang terhubung secara magnetis melalui konektor pogo-pin di sisi drive. Pendekatan desain ini mengikuti tren yang juga dilakukan perusahaan lain seperti Xteink, namun menimbulkan pertanyaan tentang kepraktisan penggunaan sehari-hari.
Pengumuman ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-30 merek Lexar. Dengan dimensi 80×48×3,8mm, perusahaan menyebut produk ini sebagai portable SSD tertipis di dunia, dan dibandingkan dengan portable SSD terbaik yang pernah diuji, ukurannya yang mungil jelas menonjol.
Desain Tipis dengan Konsekuensi Fungsional
Keputusan Lexar untuk menghilangkan port USB-C standar bukan tanpa konsekuensi. Pengguna harus selalu membawa dan memastikan tidak kehilangan kabel SnapLink yang proprietary tersebut. Perusahaan tidak menyebutkan kekuatan magnet yang digunakan, namun pendekatan ini meningkatkan risiko kabel terlepas secara tidak sengaja saat transfer file berlangsung.
Selain itu, bagi pengguna yang ingin menggunakan Muse untuk merekam video melalui ponsel, drive ini harus dimasukkan ke dalam magnetic sleeve yang disertakan agar bisa dipasang di bagian belakang perangkat. Sleeve ini menambah ketebalan yang cukup signifikan saat digunakan, meskipun tampaknya juga bisa berfungsi ganda sebagai tempat kartu.
Jika Anda pernah menempelkan baterai magnetik 10.000 mAh atau aksesori besar lainnya di bagian belakang ponsel Android atau iPhone yang kompatibel, Anda pasti tahu betapa merepotkannya hal itu, terutama saat mencoba menggunakan ponsel dan bukan sekadar mengisi daya. Lexar ingin mengatasi masalah tersebut bagi mereka yang merekam video atau mencadangkan file saat bepergian.
Baca Juga:
Untuk mencapai ketipisan ekstrem tersebut, Lexar menggunakan teknologi susunan NAND berkepadatan tinggi dan arsitektur PCB ultra-tipis yang dirancang khusus. Namun, pengorbanan desain fungsional yang serius ini menjadi harga yang harus dibayar untuk meraih predikat portable SSD tertipis di dunia.
Di luar keunikan ketipisannya dan aksesori yang menyertainya, Muse tampak seperti drive 10 Gbps yang cukup standar. Belum diketahui bagaimana performa penulisan berkelanjutan (sustained write) yang mampu dihasilkan dalam bodi setipis ini. Sebagai perangkat penyimpanan USB-C, drive ini juga akan berfungsi dengan Mac, perangkat Android, dan PC, meskipun pengguna mungkin perlu memformat drive terlebih dahulu agar mendukung sistem operasi lain.
Lexar juga mencatat adanya dukungan aplikasi untuk mencadangkan footage dari iPhone secara otomatis. Meski ukurannya jauh lebih ringkas dibandingkan alternatif seperti Orico BookDrive P10Plus di bagian belakang ponsel, keputusan desain ini tetap menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.
Perusahaan yang juga dikenal dengan lini produk memori Thor RGB ini menargetkan peluncuran Muse pada kuartal terakhir tahun 2026. Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai harga, namun mengingat tingginya harga penyimpanan saat ini dan klaim sebagai yang tertipis di dunia, drive ini dipastikan akan dibanderol dengan harga premium.
Menariknya, kinerja bisnis Lexar sendiri sedang menunjukkan tren positif. Perusahaan ini mencatatkan lonjakan laba signifikan berkat meningkatnya permintaan chip AI, yang mungkin menjadi modal untuk menghadirkan produk inovatif seperti Muse ini.
Meski demikian, kalangan industri masih menunggu bagaimana penerimaan pasar terhadap desain yang mengorbankan port standar demi ketipisan ekstrem. Keputusan Lexar untuk menggunakan kabel proprietary SnapLink dengan koneksi pogo-pin magnetis memang berani, namun berisiko mengurangi kepraktisan yang selama ini menjadi nilai jual utama portable SSD.
Bagi kreator konten yang sering merekam video di luar ruangan menggunakan ponsel, desain ramping Muse bisa menjadi solusi menarik untuk mengurangi beban perangkat yang ditempel di punggung ponsel. Namun, mereka juga harus siap dengan risiko kabel yang bisa terlepas dan kebutuhan untuk selalu membawa aksesori tambahan.
Lexar sendiri belum lama ini juga menunjukkan komitmennya terhadap inovasi dengan merilis produk SSD berukuran mikro untuk laptop masa depan. Muse menjadi langkah berikutnya dalam upaya perusahaan mendorong batas desain perangkat penyimpanan portabel.
Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada akhir tahun ini, publik masih menantikan informasi lebih lanjut mengenai harga dan ketersediaan global. Yang jelas, Lexar Muse akan menjadi produk yang menarik untuk disaksikan, baik dari sisi desain maupun penerimaan pasarnya.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.