Kit memori Lexar Thor RGB DDR5 generasi kedua dengan heatsink aluminium sandblasted

Lexar Rilis DDR5-7200 Thor RGB 32GB Seharga Rp 8,9 Juta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Lexar memasarkan kit memori DDR5-7200 CL38 32GB (2x16GB) di China dengan harga 3.999 yuan atau sekitar Rp 8,9 juta
  • Kit memori seri Thor RGB generasi kedua ini menggunakan DRAM produksi dalam negeri China yang diduga berasal dari CXMT
  • Spesifikasi meliputi timing 38-48-48-86 pada 1.40V dengan dukungan Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO
  • Daftar kompatibilitas mencakup 43 motherboard (30 Asus, 13 MSI) untuk platform Intel Z890, Intel B860, dan AMD B850
  • Chipset AMD X870 tidak masuk daftar kompatibilitas resmi meskipun kit seharusnya tetap berfungsi pada motherboard DDR5 standar
  • Harga bersaing dengan produk sejenis dari G.Skill, Corsair, dan Kingston yang berkisar $585-$700
  • Adopsi CXMT DRAM semakin meluas dengan dukungan dari Corsair, HP, Dell, MSI, dan Gigabyte

Telset.id – Lexar resmi memasarkan kit memori DDR5-7200 CL38 berkapasitas 32GB (2x16GB) di China dengan harga 3.999 yuan atau sekitar Rp 8,9 juta. Kit memori ini merupakan bagian dari seri Thor RGB generasi kedua yang ditujukan bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi untuk platform desktop modern.

Kehadiran kit memori ini menarik perhatian karena Lexar mengklaim menggunakan DRAM produksi dalam negeri China yang diseleksi secara ketat. Meskipun perusahaan tidak menyebutkan produsen spesifik, banyak pihak menduga chip DRAM tersebut berasal dari CXMT (ChangXin Memory Technologies), produsen memori asal China yang mulai merambah pasar konsumen.

Kit memori Lexar DDR5-7200 ini hadir dengan heatsink aluminium bertekstur sandblasted serta thermal pad untuk menjaga suhu tetap stabil. Delapan LED yang tertanam di dalamnya mendukung berbagai efek pencahayaan RGB, sehingga cocok untuk pengguna yang ingin merakit PC dengan tampilan estetik.

Dari sisi spesifikasi, kit memori ini memiliki timing 38-48-48-86 pada tegangan 1.40V. Dukungan profil overclocking mencakup Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO, sehingga kompatibel dengan prosesor Intel dan AMD terkini. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memaksimalkan performa sistem mereka.

Lexar juga merilis daftar kompatibilitas yang mencakup 43 motherboard, terdiri dari 30 model Asus dan 13 model MSI. Platform yang didukung meliputi Intel Z890, Intel B860, dan AMD B850. Daftar tersebut juga memuat motherboard yang kompatibel dengan kit DDR5-7600 CL38 yang lebih cepat, yang juga tersedia dalam kapasitas 32GB.

Menariknya, tidak ada motherboard AMD X870 atau motherboard generasi sebelumnya yang masuk dalam daftar kompatibilitas tersebut. Padahal, chipset X870 merupakan lini flagship AMD untuk prosesor Ryzen seri 9000. Meski demikian, kit memori ini seharusnya tetap berfungsi pada sebagian besar motherboard DDR5 yang belum diuji oleh Lexar.

Namun, tidak adanya chipset flagship AMD dalam daftar kompatibilitas ini terbilang janggal. Beberapa produsen motherboard besar seperti MSI dan Gigabyte justru telah mulai mengoptimalkan motherboard mereka untuk mendukung chip memori CXMT. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi DRAM buatan China semakin meluas di industri.

The 2nd-gen Thor RGB DDR5 memory from Lexar

Langkah Lexar menggunakan DRAM CXMT sejalan dengan tren industri yang lebih luas. Beberapa bulan lalu, Corsair mulai mengadopsi chip DDR5 CXMT pada kit memori tertentu, termasuk lini Vengeance yang populer. Produsen PC besar seperti HP dan Dell juga telah mulai memenuhi syarat penggunaan DRAM CXMT pada produk mereka.

Acer dan Asus bahkan dikabarkan meminta mitra manufaktur mereka di China untuk mencari chip memori produksi lokal. Perkembangan ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam rantai pasokan memori global, di mana produsen China semakin berperan penting.

Kemunculan chip DDR5 buatan CXMT sebelumnya sempat memunculkan harapan bahwa kehadiran pemasok DRAM baru dapat mengatasi kendala pasokan dan pada akhirnya menurunkan harga memori. Namun, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut terjadi.

Harga kit memori Lexar DDR5-7200 ini berada di kisaran yang sebanding atau sedikit lebih rendah dibandingkan produk sejenis di pasar Amerika Serikat. Kit 32GB DDR5-7200 dari merek seperti G.Skill, Corsair, dan Kingston saat ini dijual dengan harga mulai dari $585 hingga $700 atau sekitar Rp 9,4 juta hingga Rp 11,3 juta.

Dengan harga sekitar $592, Lexar menawarkan alternatif yang kompetitif di segmen memori DDR5 berkecepatan tinggi. Bagi pengguna di Indonesia yang ingin merakit PC dengan memori berperforma tinggi, kit ini bisa menjadi pilihan menarik meskipun ketersediaannya masih terbatas di China.

Penggunaan DRAM CXMT oleh Lexar menandai babak baru dalam industri memori global. Sebelumnya, pasar DRAM didominasi oleh tiga pemain utama: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Masuknya CXMT sebagai pemasok baru memberikan alternatif bagi produsen modul memori dan berpotensi mengubah dinamika persaingan di masa depan.

Bagi pengguna akhir, kehadiran lebih banyak pemasok DRAM idealnya dapat mendorong harga turun dalam jangka panjang. Namun, data saat ini menunjukkan bahwa harga kit DDR5-7200 dari berbagai merek masih berada di kisaran yang relatif tinggi, sehingga manfaat dari persaingan baru ini belum terasa di pasar.

Vengeance RGB DDR5 Memory

Kit memori Lexar Thor RGB generasi kedua ini menawarkan spesifikasi yang solid untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi. Dengan dukungan Intel XMP 3.0 dan AMD EXPO, pengguna dapat dengan mudah mengaktifkan profil overclocking yang sesuai dengan platform mereka tanpa perlu melakukan pengaturan manual yang rumit.

Heatsink aluminium dengan finishing sandblasted tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, tetapi juga memberikan kesan premium pada modul memori. Thermal pad yang disertakan memastikan transfer panas yang efisien dari chip DRAM ke heatsink, menjaga suhu tetap terkendali bahkan saat digunakan dalam sesi gaming atau rendering yang intensif.

Delapan LED RGB pada setiap modul memori memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan efek pencahayaan sesuai preferensi. Berbagai efek RGB lighting effects yang didukung memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin menciptakan tampilan PC yang unik dan personal.

Meskipun daftar kompatibilitas yang dirilis Lexar hanya mencakup motherboard Asus dan MSI, pengguna dengan motherboard merek lain tidak perlu khawatir. Kit memori ini seharusnya tetap berfungsi pada motherboard DDR5 standar, meskipun tanpa jaminan resmi dari Lexar.

Ketidakhadiran AMD X870 dalam daftar kompatibilitas memang menimbulkan pertanyaan. Namun, hal ini tidak serta-merta berarti kit memori ini tidak kompatibel dengan platform tersebut. Kemungkinan besar, Lexar hanya belum melakukan pengujian menyeluruh pada platform tersebut saat daftar kompatibilitas disusun.

Perkembangan adopsi CXMT DRAM oleh berbagai produsen menunjukkan bahwa chip memori buatan China semakin diterima di industri. Dukungan dari produsen motherboard seperti MSI dan Gigabyte menjadi sinyal positif bagi masa depan CXMT sebagai pemain utama di pasar DRAM.

Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan kit memori ini, perlu diperhatikan bahwa produk ini baru tersedia di China. Belum ada informasi mengenai ketersediaan di pasar Indonesia atau negara lainnya. Namun, pengguna yang terbiasa membeli produk melalui platform e-commerce internasional mungkin bisa mendapatkannya, meskipun perlu mempertimbangkan biaya pengiriman dan bea masuk.

Dengan harga sekitar Rp 8,9 juta, kit memori Lexar DDR5-7200 ini berada di segmen premium. Target penggunanya adalah para enthusiast dan gamer yang menginginkan performa memori terbaik untuk sistem mereka. Bagi pengguna dengan kebutuhan komputasi berat seperti rendering video atau pengembangan AI, memori berkecepatan tinggi seperti ini dapat memberikan peningkatan performa yang signifikan.

RAM

Kehadiran kit memori ini juga menjadi indikator semakin matangnya industri semikonduktor China. Dengan CXMT yang mulai memasok chip DRAM ke produsen modul memori global, persaingan di pasar memori diperkirakan akan semakin ketat. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Meskipun belum ada bukti bahwa harga memori akan turun dalam waktu dekat, masuknya pemain baru seperti CXMT tetap menjadi perkembangan yang patut dicermati. Dalam jangka panjang, diversifikasi pemasok DRAM dapat mengurangi risiko gangguan pasokan yang selama ini menjadi momok bagi industri teknologi.

Bagi pengguna yang sedang mempertimbangkan upgrade memori, kit Lexar DDR5-7200 Thor RGB ini layak menjadi pertimbangan. Spesifikasi yang ditawarkan sebanding dengan produk pesaing dari merek ternama, dengan harga yang sedikit lebih kompetitif. Dukungan dual platform Intel dan AMD juga menjadi nilai tambah yang signifikan.

Dengan tren adopsi CXMT DRAM yang semakin meluas, tidak menutup kemungkinan kit memori dengan chip buatan China akan semakin mudah ditemukan di pasar global. Hal ini sejalan dengan upaya berbagai produsen untuk mendiversifikasi sumber pasokan komponen mereka.

Sementara itu, pengguna yang menginginkan performa memori tinggi untuk platform AMD X870 mungkin perlu menunggu pembaruan daftar kompatibilitas dari Lexar. Namun, berdasarkan pengalaman industri, sebagian besar kit memori DDR5 biasanya tetap berfungsi pada berbagai motherboard meskipun tidak tercantum dalam daftar resmi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.