Ilustrasi chip Apple M5 Pro dan M5 Max yang akan digunakan pada MacBook layar sentuh

MacBook Layar Sentuh Apple Rilis Akhir 2026, Pakai Chip M5 Pro

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Apple akan merilis MacBook layar sentuh pada akhir 2026 hingga awal 2027
  • Perangkat akan menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max, bukan menunggu M7
  • Versi M7 sudah dalam tahap pengujian lanjutan dan bisa rilis akhir 2027
  • MacBook layar sentuh akan membawa Dynamic Island dari iPhone
  • Perangkat juga akan dilengkapi layar OLED dan desain industri baru
  • Chip M7 diperkirakan rilis awal 2027, M7 Pro/Max beberapa bulan setelahnya
  • M7 Ultra kemungkinan hadir pada 2028

Telset.id – Apple dikabarkan akan merilis MacBook dengan layar sentuh pada akhir 2026 hingga awal 2027, dan perangkat tersebut tidak akan menunggu kehadiran chip M7. Sebagai gantinya, laptop anyar ini akan ditenagai oleh chip M5 Pro dan M5 Max yang sudah diperkenalkan lebih awal tahun ini.

Informasi ini berasal dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, yang mengutip sumber yang mengetahui rencana Apple. Kabar ini sekaligus mengonfirmasi bahwa meskipun Apple mungkin melewatkan generasi chip M6 untuk varian Pro dan Max, jadwal peluncuran MacBook layar sentuh tidak mengalami penundaan.

“Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, MacBook baru akan diluncurkan dengan chip M5 kelas atas yang dirilis awal tahun ini,” demikian laporan yang dikutip. Model 14 inci dan 16 inci masih diharapkan rilis antara akhir 2026 dan awal 2027, sesuai dengan laporan Gurman sebelumnya.

Keputusan Apple untuk menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max pada MacBook layar sentuh menunjukkan strategi perusahaan yang ingin segera menghadirkan inovasi form factor baru tanpa harus menunggu generasi prosesor terbaru. Hal ini berbeda dengan ekspektasi sebagian pengamat yang memperkirakan Apple akan menunda perangkat tersebut hingga chip M7 siap.

Menariknya, versi MacBook layar sentuh dengan chip M7 juga sudah dalam tahap pengembangan lanjutan. Menurut Gurman, versi M7 sudah berada dalam tahap pengujian tingkat lanjut dan bisa tiba pada akhir 2027. Apple diperkirakan akan memperkenalkan chip M7 pada awal 2027, disusul beberapa bulan kemudian oleh M7 Pro dan Max. Bahkan, Gurman juga melaporkan kemungkinan kehadiran M7 Ultra pada 2028.

Selain layar sentuh, MacBook generasi baru ini dikabarkan akan membawa sejumlah perubahan besar. Perangkat ini disebut akan mengadopsi antarmuka Dynamic Island dari iPhone, layar OLED, serta desain industri yang diperbarui. Kombinasi ini menjadikan MacBook layar sentuh sebagai salah satu produk paling ambisius dari Apple dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan Apple untuk tidak menunggu chip M7 pada MacBook layar sentuh perdana ini merupakan langkah yang cerdas. Dengan menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max yang sudah terbukti performanya, Apple dapat mempercepat waktu peluncuran dan mulai mengumpulkan umpan balik pasar terhadap faktor bentuk baru ini. Sementara itu, pengembangan versi M7 yang sudah memasuki tahap pengujian lanjutan memastikan bahwa peningkatan performa signifikan tetap akan hadir dalam waktu yang relatif singkat setelah peluncuran awal.

Bagi para pengguna yang sudah lama menantikan MacBook dengan layar sentuh, kabar ini tentu menjadi angin segar. Apple selama ini dikenal konsisten menolak menggabungkan layar sentuh pada lini MacBook, dengan alasan pengalaman pengguna yang lebih optimal dengan trackpad. Namun, tekanan dari pasar dan kompetitor seperti Microsoft dengan Surface Laptop Studio serta berbagai laptop Windows dengan layar sentuh lainnya, tampaknya akhirnya membuat Apple berubah pikiran.

Kehadiran Dynamic Island pada MacBook layar sentuh juga menjadi sorotan. Fitur yang pertama kali diperkenalkan pada iPhone 14 Pro ini memungkinkan interaksi yang lebih intuitif dengan notifikasi dan kontrol sistem. Integrasinya ke dalam macOS akan menjadi tantangan tersendiri bagi Apple, namun jika berhasil, bisa menjadi pembeda utama dibandingkan laptop touchscreen lainnya.

Layar OLED pada MacBook juga merupakan peningkatan signifikan. Selama ini, Apple masih menggunakan layar Liquid Retina XDR (mini-LED) pada MacBook Pro. Migrasi ke OLED akan memberikan warna yang lebih akurat, kontras yang lebih dalam, dan efisiensi daya yang lebih baik. Ini sejalan dengan tren industri di mana layar OLED semakin menjadi standar untuk laptop premium.

Dari segi desain, Apple dikabarkan akan menghadirkan “desain industri yang diperbarui”. Ini bisa berarti perubahan pada bodi, engsel, atau tata letak port. MacBook layar sentuh kemungkinan akan memiliki engsel yang lebih kokoh untuk menopang sentuhan jari, serta mungkin bezel yang lebih tipis untuk mengakomodasi layar sentuh tanpa memperbesar ukuran bodi.

Berita ini juga menimbulkan pertanyaan tentang strategi chip Apple secara keseluruhan. Keputusan untuk melewatkan chip M6 pada varian Pro dan Max menunjukkan bahwa Apple mungkin sedang merestrukturisasi peta jalan chipnya. Ada kemungkinan bahwa Apple ingin menyelaraskan siklus rilis chip dengan produk-produk tertentu, atau mungkin ada perubahan arsitektur yang signifikan pada chip M7 yang memerlukan waktu pengembangan lebih lama.

Bagi konsumen, kabar baiknya adalah mereka tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan MacBook dengan layar sentuh. Dengan jadwal rilis akhir 2026 hingga awal 2027, peluncuran ini masih sekitar satu hingga satu setengah tahun lagi. Namun, dengan chip M5 Pro dan M5 Max yang sudah sangat bertenaga, performa yang ditawarkan sudah lebih dari cukup untuk sebagian besar pengguna, termasuk para profesional kreatif.

Sementara itu, versi M7 yang dijadwalkan hadir pada akhir 2027 akan menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan performa terbaru. Dengan selisih waktu sekitar satu tahun, pengguna bisa memilih untuk membeli generasi pertama atau menunggu peningkatan chip yang lebih signifikan.

Dari sisi industri, langkah Apple ini bisa memicu gelombang baru laptop layar sentuh premium. Jika Apple berhasil mengintegrasikan layar sentuh dengan ekosistem macOS secara mulus, ini bisa menjadi standar baru bagi laptop profesional. Kompetitor seperti Microsoft, Dell, dan Lenovo pasti akan merespons dengan inovasi mereka sendiri.

Namun, tantangan terbesar Apple adalah memastikan bahwa pengalaman layar sentuh di macOS terasa alami dan intuitif. Sistem operasi macOS selama ini dirancang untuk interaksi dengan trackpad dan mouse, bukan sentuhan jari. Apple harus melakukan optimasi besar-besaran pada antarmuka pengguna agar tombol, menu, dan elemen interaktif lainnya mudah disentuh tanpa perlu akurasi tinggi.

Integrasi Dynamic Island bisa menjadi solusi cerdas untuk menjembatani kesenjangan ini. Dengan menempatkan kontrol penting di area yang mudah dijangkau, Apple bisa mengurangi kebutuhan untuk menyentuh area layar yang lebih luas. Ini mirip dengan pendekatan yang digunakan Apple pada iPhone, di mana Dynamic Island berfungsi sebagai pusat interaksi cepat.

Secara keseluruhan, kabar tentang MacBook layar sentuh dengan chip M5 Pro dan M5 Max ini menandai babak baru dalam sejarah Apple. Setelah bertahun-tahun menolak tren layar sentuh di laptop, Apple akhirnya siap untuk memasuki pasar ini dengan pendekatan yang matang dan terencana.

Keputusan untuk merilis dengan chip M5 Pro dan M5 Max, bukan menunggu M7, menunjukkan bahwa Apple lebih mengutamakan kecepatan masuk pasar daripada performa chip terbaru. Ini adalah strategi yang masuk akal mengingat persaingan di pasar laptop premium semakin ketat. Dengan merilis lebih awal, Apple bisa membangun basis pengguna dan menyempurnakan produk sebelum versi M7 hadir.

Para penggemar Apple dan pengguna profesional kini memiliki sesuatu yang sangat dinantikan. MacBook layar sentuh bukan sekadar rumor lagi, melainkan produk yang sudah dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Dengan kombinasi chip M5 Pro/Max, layar OLED, Dynamic Island, dan desain baru, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu laptop paling inovatif dalam beberapa tahun terakhir.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.