Telset.id – Meta diam-diam menyembunyikan kode fitur pengenalan wajah di aplikasi kacamata pintar Ray-Ban, namun para eksekutif puncak justru murka saat media mengungkap temuan tersebut. Kode yang ditemukan jurnalis Wired di aplikasi Meta AI mengungkap fitur bernama “NameTag” yang belum dirilis ke publik.
Fitur NameTag dirancang untuk mengubah wajah yang ditangkap kamera kacamata menjadi sidik jari biometrik unik, lalu mencocokkannya dengan database yang tersimpan di ponsel pengguna. Menurut laporan Wired, database tersebut saat ini dikonfigurasi untuk menerima pembaruan langsung dari Meta.
Meskipun fitur ini belum aktif dan belum bisa diakses konsumen, keberadaan kode tersebut memicu kekhawatiran serius di kalangan pegiat privasi. Apalagi adopsi kacamata pintar Meta terus meningkat, membuat risiko penyalahgunaan data biometrik semakin relevan.
Eksekutif Meta Murka dan Sebut Liputan Tidak Jujur
Alih-alih mengakui temuan tersebut, Meta justru bereaksi defensif. Dalam pernyataan resmi kepada Wired, Meta menyebut penemuan itu sebagai “sensasional” dan mengklaim NameTag hanya bersifat eksploratif.
“Kami sudah bilang sebelumnya bahwa kami sedang mengeksplorasi fitur semacam ini, dan apa yang Anda lihat hanyalah bukti dari eksplorasi itu,” bunyi pernyataan Meta. “Tidak ada yang dirilis ke konsumen dan belum ada keputusan final.”
Namun, para petinggi Meta tidak berhenti di situ. Andy Stone, VP komunikasi Meta, menuduh Wired melakukan pelaporan yang “tidak jujur secara intelektual” dan menyebutnya sebagai “clickbait murni yang didorong advokasi.”
Stone mengkritik bahwa Wired baru menyebut fitur itu “belum diaktifkan” di paragraf keempat, dan baru mengutip pendapat ahli di paragraf kesepuluh. Sementara CTO Meta Andrew “Boz” Bosworth menambahkan bahwa laporan itu “sangat menyesatkan” dan menyebutnya sebagai tindakan “benar-benar tidak jujur.”
Ini bukan kali pertama NameTag menjadi sorotan. Pada Februari lalu, New York Times melaporkan memo internal Meta yang membahas rencana menginstal NameTag ke kacamata pintar. Dalam memo tersebut, Meta secara gamblang menulis bahwa fitur kontroversial ini sebaiknya diluncurkan “selama lingkungan politik yang dinamis, di mana banyak kelompok masyarakat sipil akan fokus pada isu lain.”

Tekanan Publik dan Riwayat Kontroversi Biometrik Meta
Reaksi publik setelah pemberitaan NYT cukup keras. Pada April, 75 organisasi menandatangani surat ACLU yang ditujukan kepada CEO Meta Mark Zuckerberg, menyebut NameTag sebagai “garis merah yang tidak boleh dilanggar masyarakat.”
Meta sendiri memiliki riwayat panjang kontroversi terkait data biometrik. Pada 2025, raksasa teknologi itu membayar $1,4 miliar untuk menyelesaikan gugatan dengan Texas atas penanganan data biometrik. Sebelumnya pada 2021, Meta mematikan fitur Facebook yang menggunakan pengenalan wajah untuk menandai orang di foto setelah menyelesaikan gugatan class action.
Cooper Quintin, teknolog dari Electronic Frontier Foundation (EFF) yang meninjau kode NameTag, mengatakan kepada Wired bahwa fitur itu “belum terpapar ke konsumen tetapi tampaknya hampir siap diluncurkan.”
“Terlepas dari miliaran alasan untuk tidak melakukannya, Meta tampaknya telah menciptakan kapasitas untuk mengubah pelanggan mereka menjadi mesin pengawasan terdistribusi,” ujar Quintin.
Meski NameTag belum dirilis, keberadaan infrastruktur untuk fitur semacam itu di produk konsumen jelas menjadi perhatian serius. Jika Meta benar-benar meluncurkannya, implikasinya terhadap privasi bisa sangat besar, terutama mengingat ekspansi infrastruktur AI Meta yang masif.
Laporan ini juga muncul di tengah berbagai kontroversi lain yang melibatkan Meta, termasuk uji coba artikel clickbait hasil AI di aplikasi Meta AI. Hal ini menunjukkan pola berulang di mana Meta mendorong batas etika teknologi demi keuntungan bisnis.
Yang jelas, temuan kode NameTag ini membuktikan bahwa Meta telah membangun infrastruktur untuk fitur pengenalan wajah, meskipun perusahaan mengklaim belum ada keputusan final. Bagi konsumen, ini berarti data biometrik mereka berpotensi dikumpulkan tanpa sepengetahuan—bahkan sebelum fitur resmi diluncurkan.





Komentar
Belum ada komentar.