Telset.id – Micro Center kini mewajibkan pembeli Nvidia RTX 5090, termasuk yang membeli PC rakitan dengan kartu grafis tersebut, untuk mengisi formulir deklarasi resmi. Kebijakan ini mulai berlaku pekan ini di sejumlah gerai di Amerika Serikat dan ditujukan untuk mencegah praktik scalping serta ekspor ulang GPU ke pasar luar negeri.
Langkah tersebut menandai perubahan signifikan bagi konsumen yang ingin membeli salah satu kartu grafis paling dicari saat ini. Pembeli tidak lagi bisa sekadar datang ke toko, mengambil unit dari rak, lalu membayar di kasir. Mereka harus menandatangani dokumen bertajuk “advanced computing product purchaser declaration” sebagai syarat transaksi.
Formulir itu berisi pernyataan bahwa pembeli tidak berniat mengekspor atau menjual kembali GPU tersebut. Selain tanda tangan, Micro Center juga memindai identitas resmi berupa foto, seperti surat izin mengemudi (driving license), sebagai bagian dari verifikasi. Informasi ini pertama kali mencuat setelah seorang pengguna Reddit melaporkan pengalamannya saat membeli workstation PC PowerSpec AI90 yang sudah dilengkapi RTX 5090.
Kejadian tersebut berlangsung di gerai Micro Center di Tustin, California. Namun, seorang pengguna lain dalam thread Reddit yang sama mengklaim bahwa formulir serupa juga telah diterapkan di gerai Columbus, Ohio. Artinya, kebijakan ini tidak terbatas pada satu lokasi saja, melainkan mulai diadopsi di beberapa titik penjualan Micro Center.

Respons Terbelah di Kalangan Konsumen
Kebijakan formulir dan pemindaian ID ini memicu reaksi beragam. Sebagian konsumen menilai langkah tersebut wajar sebagai upaya anti-scalping. Mereka memahami bahwa RTX 5090 menjadi sasaran empuk para pelaku scalping yang membeli dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi, termasuk ke pasar China.
Namun, tidak sedikit pula yang merasa terganggu. Sebagian pengguna Reddit mempertanyakan mengapa mereka harus menyerahkan data pribadi ke sebuah toko ritel untuk alasan yang mereka anggap tidak perlu. Salah satu komentar dalam thread tersebut bahkan menyebut kebijakan ini sebagai “This is ridiculous” atau hal yang tidak masuk akal.
Kritik lain menyoroti aspek penegakan aturan. Formulir deklarasi ini dinilai tidak mengikat secara hukum, sehingga muncul pertanyaan tentang bagaimana kebijakan tersebut benar-benar dapat ditegakkan. Seseorang yang melanggar ketentuan dalam perjanjian itu, menurut sebagian pengamat, mungkin hanya akan mengabaikan konsekuensinya.
Meski demikian, penggunaan verifikasi ID dinilai tetap memberikan efek jera bagi para eksportir GPU. Mereka yang datang dari luar negeri untuk membeli RTX 5090 dalam kunjungan singkat ke Amerika Serikat tidak akan mampu menyediakan alamat AS dan identitas resmi yang bisa diverifikasi sebagai milik mereka sendiri. Kondisi inilah yang membuat proses tersebut cukup efektif menekan praktik jual beli lintas negara.
Baca Juga:
Batas Satu Unit per Pembeli
Selain formulir deklarasi dan pemindaian ID, Micro Center juga menerapkan aturan lain yang terungkap dalam thread Reddit tersebut. Menurut laporan, setiap pelanggan hanya boleh membeli satu unit GPU RTX 5090 untuk selamanya. Setelah seseorang membeli satu kartu grafis tersebut, ia tidak akan pernah bisa membeli unit lagi di kemudian hari.
Kebijakan ini memperkuat dugaan bahwa Micro Center berupaya keras menutup celah bagi para pemburu untung. Dengan pembatasan satu unit per orang, pelaku scalping tidak bisa lagi menyapu stok dalam jumlah besar hanya dengan modal dana besar. Namun, aturan permanen ini juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna sah yang ingin melakukan upgrade di masa depan.
Menariknya, praktik serupa disebut sudah diterapkan oleh sejumlah peritel lain di Amerika Serikat sebelum Micro Center. Central Computers disebut sebagai salah satu peritel yang lebih dulu menjalankan kebijakan ini. Fakta tersebut menunjukkan bahwa langkah Micro Center bukanlah fenomena tunggal, melainkan bagian dari tren yang lebih luas di pasar ritel GPU Amerika Serikat.
Persoalan ketersediaan RTX 5090 sendiri menjadi latar belakang penting kebijakan ini. PC yang sudah dilengkapi kartu grafis tersebut kini dijual dengan harga yang hampir setara dengan harga GPU standalone. Bahkan, kata sumber, membeli PC rakitan kerap menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan kartu grafis tersebut di tengah kelangkaan pasokan.

Kondisi kelangkaan pasokan ini juga berkaitan dengan dinamika pasar komponen yang lebih luas. Tekanan pada rantai pasok memori dan penyimpanan turut memengaruhi ketersediaan perangkat keras berperforma tinggi. Situasi ini sejalan dengan kelangkaan RAM dan storage yang diprediksi masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara perlindungan pasar dan kenyamanan konsumen. Pembeli yang sah harus melalui proses tambahan, sementara para pelaku scalping mungkin tetap menemukan celah. Sebagian konsumen menilai formulir dan pemindaian ID sebagai gangguan, sementara sebagian lain menerimanya sebagai konsekuensi dari situasi pasar yang tidak normal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi dari Micro Center mengenai berapa lama kebijakan ini akan berlaku atau apakah akan diperluas ke seluruh gerai. Yang jelas, pembelian RTX 5090 di Micro Center kini bukan lagi transaksi biasa. Ada formulir yang harus ditandatangani, identitas yang harus dipindai, dan batas satu unit yang berlaku selamanya bagi setiap pelanggan.
Bagi konsumen di Amerika Serikat yang berencana membeli RTX 5090, kesiapan dokumen identitas resmi menjadi syarat mutlak. Tanpa itu, proses pembelian tidak dapat dilanjutkan. Kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa peritel semakin ketat mengawasi distribusi kartu grafis kelas atas. Sementara bagi para pelaku scalping, langkah ini setidaknya mempersempit ruang gerak mereka, meski tidak sepenuhnya menutup peluang.
Perkembangan ini juga mencerminkan bagaimana tekanan pasar GPU berperforma tinggi terus memengaruhi kebijakan ritel. Ketika satu produk menjadi sangat langka dan bernilai tinggi, peritel berada di posisi sulit antara melayani pelanggan dan menjaga distribusi yang wajar. Micro Center memilih jalur verifikasi ketat, dan hasilnya akan terlihat dari bagaimana pasar merespons dalam beberapa pekan ke depan.
[ META_DESCRIPTION]
Micro Center mewajibkan formulir deklarasi dan pemindaian ID untuk pembelian RTX 5090, termasuk batas satu unit per pelanggan selamanya.





Komentar
Belum ada komentar.