Telset.id – Microsoft secara resmi menghentikan produksi lini Surface Go dan Surface Laptop Go, menandai penyederhanaan besar-besaran pada jajaran perangkat flagship Windows mereka. Keputusan ini membuat lini Surface kini hanya tersisa dua produk utama, yaitu Surface Pro dan Surface Laptop.
Menurut laporan dari Windows Central yang mengutip sumber yang mengetahui peta jalan perangkat keras Microsoft, Surface Go 4 dan Surface Laptop Go 3 tidak lagi diproduksi. Perusahaan juga tidak memiliki rencana untuk merilis penerus dari kedua perangkat tersebut. Langkah ini mengakhiri era perangkat Surface entry-level yang selama ini menjadi pilihan bagi pengguna dengan anggaran terbatas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft telah menghentikan banyak desain perangkat Surface yang paling inovatif. Beberapa di antaranya termasuk Surface Laptop Studio bertenaga tinggi, desktop Surface Studio, Surface Headphones dan Earbuds, Surface Book, serta smartphone Surface Duo. Kini, seluruh jajaran Surface telah disederhanakan menjadi Surface Pro dan Surface Laptop saja.
Meskipun demikian, Microsoft tetap akan merilis Surface Laptop Ultra akhir tahun ini dengan Nvidia RTX Spark. Selain itu, ada juga RTX Spark Dev Box yang menggunakan branding Surface, namun perangkat ini tidak ditujukan untuk konsumen. Langkah penyederhanaan ini menunjukkan perubahan strategi besar Microsoft di bawah kepemimpinan baru, setelah era Panos Panay yang dikenal eksperimental dengan berbagai faktor bentuk perangkat.

Surface Pro dan Surface Laptop kini hadir dalam lebih banyak pilihan ukuran dibanding sebelumnya. Surface Pro tersedia dalam ukuran 12 inci dan 13 inci. Varian 12 inci dengan harga mulai $849 dan ditenagai Snapdragon X Plus bisa dibilang menjadi pengganti Surface Go, meskipun harganya jauh lebih mahal. Sebagai perbandingan, Surface Go 4 dibanderol dengan harga $579.
Sementara itu, di sisi Laptop, tersedia varian 13 inci, 13,8 inci, dan 15 inci. Varian terkecil dengan chip yang sama dibanderol $949,99 dan bisa dianggap sebagai opsi entry-level. Kemungkinan perangkat lama ini masih bisa ditemukan di beberapa toko ritel, namun stoknya sudah sangat terbatas dan sulit ditemukan.
Surface Go 4 sendiri merupakan perangkat yang hanya tersedia dalam lini Surface for Business. Perangkat ini cukup populer di kalangan pelanggan komersial yang membutuhkan perangkat untuk pekerjaan lapangan. Keputusan untuk mengakhiri lini perangkat ini, menurut sumber Windows Central, telah diambil sebelum kenaikan harga memori akibat kelangkaan komponen.
Baca Juga:
Microsoft belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Tom’s Hardware. Namun, perwakilan Microsoft menunjuk Windows Central ke situs web Surface, yang saat ini tidak mencantumkan Surface Go maupun Surface Laptop Go. Situs tersebut hanya menampilkan jajaran yang disederhanakan, yaitu Surface Laptop, Surface Pro, serta Surface Laptop Ultra dan Dev Box yang akan datang.
Dengan hanya tersisa dua lini perangkat utama, Surface yang dulunya menjadi ajang eksperimen faktor bentuk perangkat di bawah mantan kepala divisi Panos Panay, kini telah sangat disederhanakan dan jauh dari kata eksperimental. Langkah ini juga sejalan dengan fokus Microsoft yang semakin mengarah pada integrasi kecerdasan buatan, seperti yang terlihat dalam Microsoft Tambah AI untuk Excel yang dirilis sebelumnya.
Bagi pengguna yang masih membutuhkan perangkat Surface entry-level, opsi yang tersedia saat ini adalah Surface Pro 12 inci dengan harga mulai $849. Meskipun lebih mahal dari Surface Go 4 yang dibanderol $579, perangkat ini menawarkan performa yang lebih baik dengan chip Snapdragon X Plus. Sementara itu, pengguna yang menginginkan laptop dengan harga lebih terjangkau bisa melirik Surface Laptop 13 inci seharga $949,99.
Keputusan Microsoft untuk menyederhanakan lini Surface ini juga berdampak pada ekosistem pengembang dan mitra bisnis. Sebelumnya, Surface Go menjadi pilihan populer untuk sektor pendidikan dan perusahaan yang membutuhkan perangkat mobile dengan harga kompetitif. Ketiadaan lini ini bisa mendorong mitra Microsoft untuk mencari alternatif dari produsen perangkat keras lain.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini menunjukkan bahwa Microsoft kini lebih fokus pada perangkat premium yang terintegrasi dengan layanan cloud dan AI. Strategi ini berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang mencoba menjangkau berbagai segmen pasar dengan berbagai faktor bentuk perangkat. Perubahan ini juga terlihat dari keputusan Microsoft untuk memperpanjang dukungan Windows 10 hingga 2027, yang menunjukkan perhatian pada stabilitas sistem operasi.
Dengan penyederhanaan ini, Surface kini menjadi lini perangkat yang lebih fokus dan terarah. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah strategi ini bisa mempertahankan daya tarik Surface di pasar yang semakin kompetitif, terutama dengan hadirnya berbagai perangkat ARM dari kompetitor seperti Qualcomm dan Apple.
Keputusan Microsoft untuk menghentikan produksi Surface Go dan Surface Laptop Go menandai babak baru dalam sejarah perangkat keras Surface. Meskipun menyederhanakan portofolio, langkah ini juga menutup akses bagi pengguna yang mencari perangkat Windows premium dengan harga lebih terjangkau. Kini, semua mata tertuju pada Surface Laptop Ultra dan bagaimana perangkat ini akan bersaing di pasar laptop premium.





Komentar
Belum ada komentar.