Telset.id – Seorang modder di China menciptakan versi khusus GeForce RTX 3060 yang beroperasi hanya dengan daya 75W dari slot PCIe, tanpa memerlukan konektor daya tambahan. Hasilnya, performa kartu grafis ini jauh di bawah standar RTX 3060 biasa, bahkan kalah dari GPU lawas seperti GTX 1060 dan RX 580.
Modifikasi ekstrem ini pertama kali muncul di kanal Bilibili bernama WestmereX丶冷月. Kartu grafis tersebut merupakan varian single-slot low-profile dengan desain blower-style. Ukurannya disebut hanya sebesar smartphone modern, menjadikannya salah satu RTX 3060 paling ringkas yang pernah dibuat.
RTX 3060 standar memiliki TDP 170W dan membutuhkan konektor daya 8-pin. Namun, varian modifikasi ini sama sekali tidak memiliki konektor 6-pin atau 8-pin. Seluruh kebutuhan dayanya dipasok langsung dari slot PCIe x16 yang secara spesifikasi hanya mampu menyuplai maksimal 75W.
Untuk memaksa GPU bekerja dalam batas daya tersebut, modder harus melakukan shunt mod. Praktik ini biasanya digunakan untuk membuka batas daya demi overclocking dengan cara menurunkan resistansi. Namun dalam kasus ini, resistansi justru dinaikkan agar konsumsi daya bisa ditekan hingga 75W.

RTX 3060 sebenarnya dikenal sangat responsif terhadap undervolting. GPU ini bisa diturunkan konsumsi dayanya hingga 100W dengan pengorbanan performa yang relatif moderat. Namun, memaksanya turun ke 75W membutuhkan intervensi lebih dalam melalui shunt mod tersebut.
Dari sisi fisik, kartu ini tampil sangat minim. Tidak ada fin stack atau sirip pendingin yang memadai, PCB-nya tidak dilengkapi backplate, dan shroud-nya hanya berupa lembaran logam tipis. Di bagian tengah hanya ada heatsink sederhana yang bertugas membuang panas. Untuk konektivitas, hanya tersedia satu port HDMI dan satu port DisplayPort.
Pembongkaran yang ditampilkan di Bilibili semakin memperkuat kesan bahwa kartu ini kurang dipersiapkan dengan baik. Chip memori tidak dilapisi thermal pad atau pasta termal sama sekali. Shroud logam hanya menyentuh core GPU secara langsung sebagai media pendingin. Satu-satunya kipas berada di ujung kartu untuk membuang udara panas, tanpa sistem intake atau aliran udara bertekanan positif yang layak.
Saat diuji, kekhawatiran akan performa buruknya terbukti nyata. GPU RTX 3060 75W ini hanya mampu menembus angka 900 MHz, padahal boost clock standarnya adalah 1.770 MHz. Di benchmark 3DMark Time Spy, kartu ini hanya meraih skor 4.821 poin. Sebagai perbandingan, RTX 3060 reguler dengan mudah mencetak skor di atas 9.000 poin pada benchmark yang sama.
Bahkan GPU lawas seperti AMD RX 580 dan Nvidia GTX 1060 yang sama-sama populer di zamannya mampu mencetak skor lebih tinggi. Situasi ini menunjukkan bahwa modifikasi ekstrem untuk menekan daya justru menghancurkan esensi performa dari arsitektur Ampere yang digunakan RTX 3060.

Masalah tidak berhenti di situ. Selama menjalankan benchmark Time Spy, hotspot GPU dilaporkan menembus suhu 90 derajat Celsius. Ini menjadi bukti bahwa sistem pendingin yang ada hampir tidak berfungsi optimal, bahkan untuk mendinginkan kartu dengan konsumsi daya serendah 75W. GPU ini jelas mengalami thermal throttling parah di atas keterbatasan daya yang sudah dipangkas lebih dari setengahnya.
Baca Juga:
Meskipun ada argumen bahwa kartu ini tetap menggunakan arsitektur Ampere dan bisa dipasang di sistem kompak bertenaga rendah, nilai praktisnya patut dipertanyakan. Pada 2026, sudah banyak mini PC dengan grafis terintegrasi yang menawarkan performa setara atau bahkan jauh lebih baik.
Keberadaan Risiko Single-Channel RAM menunjukkan bahwa performa grafis terintegrasi sangat bergantung pada konfigurasi memori. Mini PC modern dengan RAM dual-channel dan iGPU kelas menengah bisa mengungguli hasil Time Spy 4.821 poin yang diraih kartu modifikasi ini.
Modifikasi semacam ini memang menarik untuk dibahas sebagai eksperimen teknis. Namun, dari sisi nilai guna, kartu ini sulit direkomendasikan. Selain performanya yang jauh di bawah standar, sistem pendinginnya yang buruk juga menjadi masalah serius.
Bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan GPU diskrit bertenaga rendah, ada opsi resmi dari Nvidia seperti RTX 3050 6GB yang dirancang khusus dengan batas daya di bawah 75W. Kartu tersebut menawarkan performa yang lebih baik dengan dukungan dan garansi resmi.
Eksperimen WestmereX ini menjadi pengingat bahwa memangkas konsumsi daya secara ekstrem tanpa perancangan ulang yang menyeluruh hanya akan menghasilkan produk yang tidak efisien. Performa yang diraih tidak sebanding dengan usaha modifikasi yang dilakukan, dan hasil akhirnya justru kalah dari solusi yang sudah tersedia di pasaran.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.