Telset.id – Sebuah eksperimen modifikasi ekstrem berhasil menurunkan suhu GPU Nvidia GTX 1080 Ti hingga 30 derajat Celcius hanya dengan mengganti pendingin bawaan pabrik menggunakan CPU cooler biasa. Modder bernama TrashBench melalui kanal YouTube-nya membuktikan bahwa pemasangan pendingin prosesor pada kartu grafis mampu meningkatkan performa secara signifikan.
Proyek yang terlihat tidak masuk akal ini justru berakhir sukses besar. TrashBench tidak hanya menguji pada GTX 1080 Ti, tetapi juga pada GTX 1070 dan GTX 1060. Hasilnya, ketiga kartu grafis tersebut mengalami peningkatan FPS, clock speed yang lebih tinggi, suhu lebih rendah, dan bahkan konsumsi daya yang lebih hemat.
Proses Modifikasi CPU Cooler pada GPU
Korban pertama dalam eksperimen ini adalah kartu grafis Asus Strix GTX 1070. Menariknya, TrashBench sempat mengira kartu tersebut adalah GTX 1060 karena kedua varian ini berbagi desain cooler yang identik dari pabrik.
Langkah awal yang dilakukan adalah memisahkan assembly cooler dari shroud atau penutup kartu. Setelah itu, TrashBench memotong sebagian finstack menggunakan gerinda tangan. Tujuannya adalah untuk mengekspos bagian belakang plat logam yang menempel pada inti GPU di sisi lainnya, sehingga CPU cooler dapat dipasang di area tersebut.
TrashBench kemudian mengebor lubang pada plat logam yang terekspos dan mengencangkan single-tower CPU cooler langsung ke plat tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan, kartu grafis menjadi 9 derajat Celcius lebih dingin dibandingkan kondisi standar dengan clock yang sedikit lebih tinggi.

Beralih ke dual-tower cooler, diperlukan modifikasi gerinda tambahan pada baseplate kartu. Meskipun dua kipas kini bekerja untuk membuang panas dari fin tambahan, penurunan suhu hanya bertambah satu derajat saja. Namun, saat di-overclock, GTX 1060 berhasil meraih FPS 9% lebih tinggi di game Shadow of the Tomb Raider dibandingkan cooler bawaan, dengan suhu 6 derajat lebih dingin.
Hasil Pengujian pada GTX 1070 dan GTX 1080 Ti
Saat tiba giliran GTX 1070, hasilnya jauh lebih impresif. Dual-tower CPU cooler berhasil membuat kartu grafis berjalan 20 derajat Celcius lebih dingin dibandingkan konfigurasi standar. Konsumsi daya juga turun 15W dengan clock yang lebih tinggi selama pengujian.
TrashBench mencoba mendorong overclock hingga 2.200 MHz, namun sayangnya tidak stabil. Batas maksimal yang bisa dicapai adalah 2.177 MHz. Angka ini masih hampir 200 MHz lebih tinggi dibandingkan clock standar dan menghasilkan FPS 7% lebih banyak di dalam game.
Perlu dicatat bahwa GTX 1060 dan GTX 1070 memiliki cooler yang identik dari pabrik. GTX 1060 memiliki TDP 120W sementara GTX 1070 memiliki TDP 150W, sehingga modifikasi cooler yang sama dapat bekerja optimal pada kedua kartu tersebut.

Pengujian paling menarik terjadi pada GTX 1080 Ti yang memiliki TDP jauh lebih besar, yaitu 250W. Kartu ini memiliki heatsink yang lebih besar untuk mengimbangi panas yang dihasilkan. Agar perbandingan antar kartu menjadi adil, TrashBench justru memindahkan cooler GTX 1060 ke GTX 1080 Ti sebagai basis perbandingan.
Dengan cooler GTX 1060 terpasang, GTX 1080 Ti sudah 8 derajat lebih panas saat dibebani. Namun, saat dual-tower cooler dipasang, kartu ini mampu mencapai clock yang sama dengan konsumsi daya 30W lebih rendah, atau sekitar 12% penghematan daya.
Pada pengujian pertama, hotspot kartu dengan cooler GTX 1060 mencapai 72 derajat Celcius, sementara dengan dual-tower cooler hanya 42 derajat Celcius. Itu berarti perbedaan suhu mencapai 30 derajat Celcius! Pada pengujian kedua, selisihnya turun menjadi 23 derajat, yang tetap merupakan hasil luar biasa.
Bahkan setelah di-overclock hingga 2.152 MHz, cooler modifikasi tetap berjalan 19 derajat lebih dingin dibandingkan kondisi standar, meskipun konsumsi dayanya justru lebih tinggi pada pengujian kali ini.
Eksperimen ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh TrashBench. Sebelumnya, ia pernah memasang CPU cooler pada GTX 960 dengan cara yang lebih rapi, serta memasang server AIO pada RTX 3080. Proyek-proyek modifikasi semacam ini memang membutuhkan open test bench dan banyak waktu luang untuk bisa ditiru.
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa pendinginan yang lebih baik pada GPU dapat memberikan dampak signifikan terhadap performa dan efisiensi daya. Meskipun modifikasi semacam ini tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari, eksperimen ini membuktikan bahwa desain cooler bawaan pabrik masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.
Bagi pengguna yang tertarik dengan dunia modifikasi PC, eksperimen Nova Lake Desktop dan berbagai proyek kreatif lainnya terus bermunculan. Sementara itu, tren uji VRAM 4GB untuk gaming 2026 juga masih menjadi perbincangan hangat di kalangan enthusiast.





Komentar
Belum ada komentar.