📑 Daftar Isi

GPU RTX 3080 ditempatkan pada posisi tidak lazim di dalam casing PC dalam eksperimen TrashBench

Modder Pindahkan GPU ke Posisi Tak Lazim, Hotspot Turun 14°C

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • TrashBench memindahkan GPU dari slot PCIe ke posisi tak lazim dalam eksperimen pendinginan PC
  • Penempatan awal GPU sempat turunkan hotspot 19°C tapi CPU jadi lebih panas
  • Konfigurasi final: GPU vertikal hadap kipas intake samping, radiator AIO CPU exhaust
  • Hasil akhir: hotspot GPU turun 14°C dan CPU 3,3°C lebih dingin
  • Kabel riser PCIe wajib untuk mencoba reposisi GPU seperti ini
  • Baseline diuji dengan 3DMark Time Spy looping dan benchmark 7-Zip

Telset.id – Eksperimen TrashBench memindahkan GPU dari slot PCIe ke posisi tak lazim berhasil menurunkan suhu hotspot RTX 3080 hingga 14°C, dengan konfigurasi final yang juga membuat suhu CPU 3,3°C lebih dingin. Hasil ini muncul dari rangkaian pengujian yang menantang asumsi lama soal tata letak komponen di dalam casing desktop.

TrashBench memulai eksperimennya dengan sebuah RTX 3080 di dalam PC desktop yang dirakit secara konvensional. CPU didinginkan oleh AIO 360mm, sementara GPU triple-fan terpasang di slot ekspansi PCIe seperti biasa. Dari baseline tersebut, ia menjalankan beban termal konstan menggunakan 3DMark Time Spy yang di-looping dan benchmark bawaan 7-Zip. RPM kipas di seluruh sistem dikunci agar hasil pengujian tetap konsisten.

Setelah baseline tercatat, TrashBench mulai “mencoba mencari tahu apakah selama ini kita menempatkan komponen di posisi yang salah.” Ia lantas menguji GPU di bagian bawah casing, diposisikan vertikal ke samping, menghadap ke berbagai arah, serta ditempatkan di kedua sisi kipas casing. Sementara itu, radiator AIO CPU diuji dengan kipas yang mendorong udara keluar maupun menarik udara masuk.

GPU in the 'wrong' position

Hasil awal menunjukkan pola yang terbelah. Sebagian konfigurasi hanya menguntungkan GPU, sebagian lain hanya menurunkan suhu CPU. Pada tahap ini, penempatan GPU yang menyimpang dari norma sempat mencatatkan penurunan suhu hotspot hingga 19°C, tetapi berdampak buruk pada suhu CPU. Temuan inilah yang kemudian mendorong TrashBench melakukan penyetelan ulang untuk mencari titik seimbang.

Dari pelajaran yang didapat pada konfigurasi terbaik untuk GPU dan CPU, TrashBench menyusun ulang desain pendinginan PC-nya. Konfigurasi final menempatkan GPU secara vertikal, langsung menghadap kipas intake di sisi casing, sementara radiator AIO CPU dipasang pada konfigurasi exhaust tradisional. Titik seimbang ini menghasilkan CPU 3,3°C lebih dingin dan hotspot GPU turun 14°C.

Kabel Riser PCIe Jadi Kunci

TrashBench menegaskan bahwa siapa pun yang ingin mencoba pengujian reposisi GPU seperti ini membutuhkan kabel riser PCIe. Dalam video tersebut, ia terlihat menggunakan kabel riser dengan sejumlah panjang berbeda untuk memungkinkan GPU dipindahkan ke berbagai posisi di dalam casing.

Pengujian ini juga menyoroti bahwa manajemen kabel bukan prioritas dalam eksperimen semacam ini. TrashBench bahkan sempat berkomentar, “cable management isn’t important here… Is it ever?” sebelum melanjutkan rangkaian uji coba.

Pendekatan yang sama juga muncul pada modifikasi lain yang menyasar perangkat berbeda. Seorang modder laptop watercooling memaksa laptop memakai sistem pendingin cair dan mencatat penurunan suhu CPU hingga 60°C. Di sisi lain, ada pula modder RTX 5090 yang mengubah konektor 12VHPWR menjadi distributor daya kustom.

I Put My GPU Where It Doesn't Belong. 17°C Cooler. - YouTube

Dampak bagi Perakit PC

Eksperimen TrashBench menunjukkan bahwa tata letak komponen yang selama ini dianggap baku bukan satu-satunya jalan. Dengan menempatkan GPU pada posisi vertikal menghadap kipas intake samping dan radiator AIO pada konfigurasi exhaust, kombinasi pendinginan yang lebih seimbang untuk CPU dan GPU bisa dicapai.

Namun, hasil ini juga menegaskan bahwa tidak semua posisi alternatif menguntungkan. Beberapa konfigurasi justru hanya memperbaiki suhu salah satu komponen sambil merugikan komponen lain, seperti yang terlihat pada percobaan awal yang menurunkan hotspot GPU hingga 19°C tetapi membuat CPU lebih panas.

Bagi pengguna yang tertarik meniru pendekatan ini, kabel riser PCIe menjadi komponen wajib. TrashBench sendiri mendemonstrasikan penggunaan kabel tersebut dalam beberapa panjang berbeda untuk mengakomodasi berbagai posisi GPU di dalam casing.

Pendekatan serupa juga terlihat pada eksperimen lain yang menggabungkan dua GPU dalam satu sistem. Seorang modder dual GPU menjalankan DLSS 5 dengan dua RTX 5060 Ti dan mencatat kenaikan performa yang signifikan. Pola ini menegaskan bahwa komunitas perakit PC terus menguji batas konfigurasi perangkat keras di luar standar pabrikan.

TrashBench menyimpulkan bahwa titik seimbang antara pendinginan GPU dan CPU dapat dicapai, meski memerlukan serangkaian pengujian bertahap. Konfigurasi finalnya mencatatkan CPU 3,3°C lebih dingin dan hotspot GPU turun 14°C dibandingkan baseline konvensional.

[VIDEO]
https://www.youtube.com/embed/vQveVO8UTYI

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.