Telset.id – Kabar buruk bagi para penggemar OnePlus. Setelah berbulan-bulan dihantui rumor, laporan baru mengklaim bahwa OnePlus akan mengumumkan kepergiannya dari pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS) pekan ini. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi komunitas pengguna setia yang selama ini menikmati ponsel flagship terjangkau dari merek tersebut.
Laporan eksklusif dari WinFuture yang diterbitkan pada 13 Juli 2026 mengungkapkan bahwa OnePlus dan perusahaan induknya, Oppo, mungkin akan mengumumkan keputusan final tersebut dalam beberapa hari ke depan. Sebagai persiapan, OnePlus dikabarkan sedang menjual habis sisa stok yang ada di toko ritel resmi maupun pedagang pihak ketiga. Setelah semua produk OnePlus hilang dari saluran distribusi di Eropa dan AS, tidak ada rencana untuk pengisian ulang stok.
Meskipun WinFuture dikenal sebagai media yang kredibel dengan rekam jejak membocorkan informasi teknologi yang akurat, laporan kali ini tidak menyebutkan sumber di balik klaim tersebut. Laporan itu juga menekankan bahwa perwakilan OnePlus tidak mengungkapkan alasan di balik keputusan ini, bahkan dalam konferensi pers tertutup sekalipun.

Tanda-tanda masalah sebenarnya sudah muncul sejak Januari 2026. Saat itu, beredar laporan bahwa OnePlus bersiap untuk mengurangi operasi internasionalnya. Perusahaan dengan cepat membantah laporan tersebut dan menyatakan bisnis akan berjalan seperti biasa. Namun, kepastian itu tidak bertahan lama. Pada bulan-bulan berikutnya, rumor mengenai penarikan OnePlus dari pasar Eropa kembali mencuat, dan perusahaan akhirnya mengakui sedang meninjau ulang strateginya untuk pasar tertentu.
Beberapa pekan lalu, sebuah toko resmi OnePlus di Jerman mulai mengarahkan pelanggan ke Oppo. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan induk mungkin sedang berekspansi di Eropa sementara OnePlus perlahan tutup. Jika OnePlus benar-benar mengumumkan penarikan diri pekan ini, perangkat OnePlus mendatang tidak akan tersedia di Uni Eropa dan AS, sementara stok yang tersisa akan perlahan menghilang.
Faktanya, ponsel OnePlus sudah mulai sulit ditemukan melalui pengecer besar. Ponsel OnePlus saat ini tidak tersedia di Amazon.com, sementara hampir semua konfigurasi OnePlus 15 dan 15R tidak tersedia di toko resmi OnePlus di Eropa dan AS. Lantas, bagaimana dengan pengguna yang sudah memiliki ponsel atau tablet OnePlus? Konon, perusahaan akan terus mendukung perangkat yang memenuhi syarat dengan merilis pembaruan Android dan keamanan sesuai jadwal dukungan resmi.
Meski demikian, diskusi di forum online menunjukkan gambaran yang beragam mengenai layanan pelanggan OnePlus. Beberapa pengguna melaporkan masalah dengan perbaikan, waktu respons, dan layanan secara keseluruhan. Belum lama ini, beredar laporan bahwa perusahaan memberikan voucher sebagai pengganti perbaikan perangkat. Di Reddit, para penggemar juga mengeluhkan proses perbaikan yang berkepanjangan, bahkan meninggalkan masalah baru pada perangkat mereka. Kekhawatiran lain muncul terkait penutupan program diskon pelajar dan benefit komunitas lainnya, yang semakin mengindikasikan bahwa OnePlus mungkin sedang aktif mempersiapkan diri untuk keluar dari beberapa pasar.
Baca Juga:
Jika Anda termasuk pengguna yang mengandalkan OnePlus sebagai perangkat utama, situasi ini tentu menimbulkan kecemasan. Kepastian akan dukungan perangkat lunak menjadi pertanyaan besar. Meskipun OnePlus berjanji akan tetap memberikan pembaruan sesuai jadwal, pengalaman buruk beberapa pengguna dengan layanan purna jual menjadi catatan tersendiri. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk membeli OnePlus, sebaiknya waspadai risiko ini. Situasi serupa pernah terjadi pada merek lain, seperti peringatan iPhone 12 yang hanya bisa diperbaiki oleh teknisi resmi.
Sementara itu, bagi pengguna yang khawatir dengan keamanan data, penting untuk selalu waspada. Di tengah ketidakpastian ini, ancaman siber tetap mengintai. Beberapa waktu lalu, Lidl mengonfirmasi serangan siber yang mengakibatkan kebocoran data pelanggan. Hal ini menjadi pengingat bahwa keamanan data pribadi harus tetap menjadi prioritas, terlepas dari merek perangkat yang digunakan.

Kehadiran OnePlus di pasar global memang telah menjadi fenomena tersendiri. Sejak meluncurkan OnePlus One, merek ini dikenal sebagai “flagship killer” yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang relatif terjangkau. Namun, persaingan yang semakin ketat dan perubahan strategi bisnis tampaknya membuat OnePlus sulit bertahan di pasar Eropa dan AS. Keputusan ini, jika benar terjadi, akan mengubah lanskap industri smartphone secara signifikan.
Bagi para penggemar, kabar ini mungkin terasa pahit. Namun, setidaknya ketidakpastian yang telah berlangsung selama berbulan-bulan akan segera berakhir. Meskipun OnePlus akan pergi, warisan yang ditinggalkannya sebagai salah satu pionir ponsel flagship terjangkau tidak akan mudah dilupakan. Kini, para pengguna setia harus bersiap untuk beralih ke merek lain atau tetap setia menggunakan perangkat OnePlus yang sudah ada hingga masa pakainya habis.





Komentar
Belum ada komentar.