Ilustrasi ponsel Oppo dengan desain layar lebar non-folding

Oppo Siapkan Ponsel Lipat Lebar Tanpa Engsel, Pertama di Dunia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Oppo mengembangkan ponsel layar lebar pertama di dunia tanpa kemampuan melipat
  • Perangkat dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2027
  • Layar LTPO 1.5K berukuran 6,3-6,4 inci dengan bezel simetris tipis
  • Tidak memerlukan engsel atau layar fleksibel, menekan biaya produksi
  • Harga diprediksi jauh lebih terjangkau dibanding ponsel lipat flagship
  • Solusi untuk pengguna yang ingin layar lebar tanpa khawatir daya tahan lipatan
  • Respons terhadap tren ponsel lipat lebar seperti Galaxy Z Fold 8

Telset.id – Oppo dikabarkan tengah mengembangkan ponsel pintar dengan layar lebar yang tidak bisa dilipat, menjadikannya perangkat pertama di dunia yang mengadopsi desain “non-folding foldable”. Langkah ini bisa mengubah cara pandang industri terhadap ponsel lipat.

Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Oppo telah memulai pengembangan ponsel layar lebar baru yang dijadwalkan meluncur pada paruh pertama tahun 2027. Perangkat ini dikabarkan akan hadir dengan layar LTPO 1.5K berukuran 6,3 hingga 6,4 inci yang dilengkapi dengan bezel simetris yang sangat tipis di keempat sisinya.

Konsep di balik perangkat ini cukup sederhana: menghadirkan semua keunggulan ponsel lipat model buku (book-style foldable) tanpa mekanisme lipatan. Alih-alih menggunakan layar yang tinggi dan sempit, ponsel ini akan menggunakan rasio aspek yang lebih lebar, mendekati ukuran tablet kecil — atau yang dulu dikenal sebagai phablet.

Rasio aspek yang lebih lebar ini membuat perangkat lebih cocok untuk pemutaran video, bermain game, dan multitasking. Ini menjadi solusi atas salah satu kelemahan utama ponsel lipat persegi, seperti Galaxy Z Fold 8 Ultra, yang sering menyisakan banyak ruang hitam saat menonton video YouTube di layar internal.

Dengan tidak adanya engsel dan layar fleksibel — dua komponen termahal dalam ponsel lipat — biaya produksi perangkat ini bisa ditekan mendekati harga ponsel konvensional. Artinya, Oppo dapat menawarkan pengalaman layar lebar dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan ponsel lipat saat ini.

Jika konsep ini terbukti populer, Oppo berpotensi membawa pengalaman layar lebar ke khalayak yang lebih luas tanpa harus membayar mahal. Satu-satunya kekhawatiran adalah ukuran perangkat yang mungkin tidak muat di saku celana ketat.

Langkah Oppo ini merupakan respons terhadap tren ponsel lipat lebar yang semakin populer. Samsung baru saja meluncurkan Galaxy Z Fold 8, perangkat yang menggunakan desain passport-style yang membuka menjadi tablet mini dengan orientasi horizontal. Galaxy Z Fold 8 dianggap sebagai perangkat yang “mencuri hati” banyak pengguna karena rasio aspeknya yang lebih alami untuk mata manusia yang melihat secara horizontal.

Namun, Oppo mengambil pendekatan berbeda dengan menghilangkan kemampuan melipat sama sekali. Ini bisa menjadi strategi berani untuk menjangkau konsumen yang menginginkan layar lebar tetapi ragu dengan daya tahan atau harga ponsel lipat.

Perangkat ini juga diprediksi akan menjadi pesaing langsung bagi ponsel layar lebar non-lipat lainnya, seperti iPhone Ultra yang kabarnya juga sedang dikembangkan oleh Apple. Persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.

Keunggulan utama dari pendekatan Oppo adalah pada sisi harga. Dengan menghilangkan komponen engsel dan layar fleksibel, biaya produksi bisa ditekan secara signifikan. Ini memungkinkan Oppo untuk menawarkan perangkat dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan ponsel lipat flagship.

Selain itu, ketahanan perangkat juga diprediksi lebih baik karena tidak memiliki bagian yang bergerak. Ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang khawatir dengan keawetan ponsel lipat.

Oppo sendiri bukanlah pendatang baru di segmen ponsel inovatif. Perusahaan asal China ini telah dikenal dengan teknologi pengisian daya cepat dan inovasi kamera. Langkah terbaru ini menunjukkan ambisi Oppo untuk menjadi pionir dalam desain ponsel masa depan.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Oppo telah mematenkan beberapa desain untuk perangkat ini. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Oppo mengenai proyek ini. Informasi yang beredar masih sebatas bocoran dan laporan dari sumber industri.

Yang jelas, jika perangkat ini benar-benar dirilis, ia akan menjadi yang pertama di dunia. Konsep “non-folding foldable” ini bisa menjadi kategori baru di industri ponsel pintar, menjembatani kesenjangan antara ponsel biasa dan ponsel lipat.

Bagi konsumen yang sudah lama menginginkan ponsel dengan layar lebar tetapi enggan membayar mahal untuk teknologi lipat, perangkat Oppo ini bisa menjadi jawaban. Apalagi jika harganya benar-benar jauh di bawah ponsel lipat flagship.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari proyek ambisius Oppo ini. Jika berhasil, ia bisa mengubah lanskap industri ponsel pintar secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.