📑 Daftar Isi

Drone Phantom Twist yang berputar cepat hingga tampak tidak terlihat oleh mata manusia

Phantom Twist: Drone Invisible Berputar 25 Kali Per Detik dari Northwestern

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Phantom Twist adalah drone dari Northwestern University yang berputar 25 kali per detik
  • Drone ini memanfaatkan motion blur untuk tampak tidak terlihat oleh mata manusia
  • Desainnya hanya memiliki satu motor dan satu baling-baling
  • AI digunakan untuk menghasilkan dan mengoptimalkan 20.000 konfigurasi desain
  • Phantom Twist 10 kali lebih tidak terlihat secara visual dibanding quadcopter konvensional
  • Demonstrasi pertama dilakukan pada Robotics: Science and Systems 2026
  • Tim peneliti berencana menggunakan material transparan dan sistem propulsi lebih senyap

Telset.id – Para peneliti dari Northwestern University di Illinois berhasil menciptakan drone yang mampu berputar sangat cepat hingga tampak tidak terlihat oleh mata manusia. Drone bernama Phantom Twist ini berputar 25 kali per detik, memanfaatkan ilusi optik untuk membuatnya tampak seperti noda samar di udara.

Demonstrasi perdana Phantom Twist berlangsung pada Kamis sebagai bagian dari presentasi Robotics: Science and Systems 2026. Inovasi ini menawarkan pendekatan baru dalam teknologi siluman drone yang selama ini hanya berfokus pada kamuflase visual.

“Sebagian besar upaya untuk menyembunyikan drone berfokus pada membuatnya terlihat seperti lingkungan sekitar,” ujar Michael Rubenstein dari Northwestern yang memimpin penelitian ini. “Sebaliknya, kami bertanya apakah kami bisa mendesain drone itu sendiri berdasarkan cara manusia mempersepsikan gerakan. Ide visibilitas rendah melalui gerakan persisten ini jarang dieksplorasi oleh peneliti lain.”

Foto statis Phantom Twist mengungkapkan desain drone yang unik, jauh berbeda dari quadcopter tradisional. Drone ini hanya memiliki satu motor dan satu baling-baling. Saat baling-baling berputar ke satu arah, seluruh badan drone berputar ke arah sebaliknya, menciptakan efek gerakan yang membaurkan penampilannya.

AI Digunakan untuk Menyempurnakan Desain

Proses pengembangan Phantom Twist tidak dilakukan secara manual. Para peneliti menggunakan model komputasional untuk menghasilkan sekitar 20.000 konfigurasi drone yang mampu terbang stabil. Selanjutnya, mereka menerapkan AI dan algoritma optimasi lainnya untuk mengatur ulang komponen utama drone secara berulang, termasuk motor, baling-baling, papan sirkuit, pemberat, dan baterai.

Setelah menyaring kandidat hingga sekitar 500 desain, para insinyur menempatkan simulasi drone dalam penerbangan di atas seratus latar belakang dunia nyata. Sebuah model persepsi kemudian mempersempit desain berdasarkan skor visibilitasnya. Menurut Rubenstein, seluruh proses ini berjalan otomatis, dan hanya ketika mereka yakin drone memenuhi semua kriteria, barulah mereka membangunnya.

Hasilnya, Phantom Twist yang didemonstrasikan ternyata “10 kali lebih tidak terlihat secara visual dibandingkan quadcopter konvensional” berdasarkan metrik visibilitas para peneliti. Robot Humanoid Phantom ini menunjukkan potensi besar dalam aplikasi militer dan pengintaian.

Video demonstrasi Phantom Twist memperlihatkan kemampuannya yang mengesankan. Namun, tim peneliti mengakui bahwa drone ini cukup berisik dan tampilan visual dari kabel serta batang penyangganya masih bisa dikurangi. Oleh karena itu, rencana pengembangan ke depan akan menggunakan material yang lebih transparan dan sistem propulsi yang lebih senyap.

Selain itu, para peneliti juga berencana untuk meningkatkan efisiensi energi dan stabilitas penerbangan Phantom Twist. Dengan pendekatan desain yang revolusioner ini, Phantom Twist membuka jalan bagi generasi baru drone siluman yang tidak hanya mengandalkan kamuflase statis, tetapi juga memanfaatkan ilusi gerakan untuk menghindari deteksi.

Keunikan desain Phantom Twist terletak pada kemampuannya untuk memanfaatkan kelemahan persepsi visual manusia. Dengan berputar pada kecepatan tinggi, drone ini menciptakan efek motion blur yang membuatnya sulit dikenali oleh mata telanjang. Ini adalah pendekatan yang sangat berbeda dari teknologi siluman konvensional yang biasanya mengandalkan bentuk aerodinamis dan material penyerap radar.

Para peneliti Northwestern berharap bahwa inovasi ini dapat membuka jalan bagi pengembangan drone yang lebih sulit dideteksi untuk berbagai aplikasi, mulai dari pengintaian militer hingga pengawasan lingkungan. Namun, mereka juga menyadari bahwa teknologi ini dapat menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan.

Proses pengembangan yang menggunakan AI untuk mengoptimalkan desain menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat mempercepat inovasi di bidang robotika. Dengan memanfaatkan algoritma optimasi, para peneliti dapat mengeksplorasi ruang desain yang jauh lebih luas dibandingkan dengan metode tradisional.

Meskipun Phantom Twist masih dalam tahap prototipe, tim peneliti optimis bahwa teknologi ini dapat disempurnakan dalam waktu dekat. Mereka berencana untuk melakukan uji coba lebih lanjut untuk meningkatkan performa dan mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh drone.

Dengan pendekatan yang inovatif dan penggunaan AI dalam desainnya, Phantom Twist menawarkan solusi baru untuk tantangan lama dalam teknologi drone siluman. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya menciptakan drone yang hampir tidak terlihat oleh mata manusia. Fitur Terbaru dari Phantom Twist ini patut diantisipasi.

Ke depannya, teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam berbagai platform drone yang ada, memberikan kemampuan siluman yang lebih baik tanpa perlu mengubah desain secara fundamental. Ini bisa menjadi terobosan besar bagi industri drone, terutama untuk aplikasi militer dan keamanan.

Para peneliti juga sedang menjajaki kemungkinan untuk menggunakan material yang lebih ringan dan lebih kuat untuk mengurangi berat drone, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi energi dan waktu terbang. Dengan pengembangan lebih lanjut, Phantom Twist dapat menjadi standar baru dalam teknologi drone siluman.

Inovasi ini juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara ilmu komputer, teknik mesin, dan psikologi persepsi dalam menciptakan teknologi baru. Dengan memahami cara kerja mata dan otak manusia, para peneliti dapat merancang drone yang lebih efektif dalam menghindari deteksi visual.

Secara keseluruhan, Phantom Twist adalah contoh brilian tentang bagaimana pendekatan interdisipliner dapat menghasilkan solusi inovatif untuk masalah yang sudah lama ada. Dengan terus mengembangkan teknologi ini, Northwestern University berpotensi mengubah cara kita memandang dan menggunakan drone di masa depan. Harga Terbaru untuk teknologi serupa mungkin akan segera diumumkan.

Para pengamat industri menilai bahwa teknologi ini memiliki potensi komersial yang besar, terutama untuk aplikasi keamanan dan pengawasan. Namun, regulasi yang ketat mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak disalahgunakan.

Dengan semua kelebihan dan potensinya, Phantom Twist adalah salah satu inovasi drone paling menarik yang pernah dikembangkan. Ini adalah bukti bahwa dengan kreativitas dan teknologi yang tepat, hampir tidak ada batasan untuk apa yang bisa dicapai.

Tim peneliti Northwestern berencana untuk mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal ilmiah terkemuka dan mempresentasikannya di konferensi internasional. Mereka berharap bahwa penelitian ini dapat menginspirasi para ilmuwan dan insinyur lain untuk mengeksplorasi pendekatan baru dalam desain robotika dan teknologi siluman.

Dengan terus berkembangnya teknologi AI dan robotika, masa depan drone tampaknya semakin cerah. Phantom Twist adalah salah satu contoh bagaimana inovasi dapat mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dan dunia di sekitar kita.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.