Telset.id – Ingat betapa populernya seri POCO X7 tahun lalu? Nah, bersiaplah untuk lompatan yang lebih besar. POCO tidak hanya melanjutkan warisan ponsel berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi kini mereka memperkenalkan varian baru yang benar-benar menggebrak: POCO X8 Pro Max. Dengan baterai terbesar dalam sejarah POCO dan chipset kelas flagship, ponsel ini sepertinya ingin mengatakan, “batasan itu hanya untuk dilanggar.”
Jika Anda penggemar layar besar dan daya tahan ekstrem, X8 Pro Max adalah jawabannya. Ponsel ini hadir dengan layar OLED 6,83 inci yang bukan main-main. Resolusi 1.280 x 2.772 piksel, refresh rate 120Hz, dan dukungan warna 12-bit dengan HDR10+ serta Dolby Vision sudah menjadi standar tinggi. Namun, yang membuatnya istimewa adalah kecerahan puncaknya yang mencapai 3.500 nits dan kecerahan mode tinggi (HBM) 2.000 nits, dijamin tetap nyaman dibaca di bawah terik matahari. Layar ini dilindungi Gorilla Glass 7i dan menggunakan teknologi PWM dimming 3.840Hz untuk kenyamanan mata yang lebih baik.
Layar besar itu membawa dua keuntungan utama. Pertama, pembaca sidik jari ultrasonik yang lebih cepat dan akurat dibandingkan sensor optik. Kedua, ruang untuk menampung baterai raksasa berkapasitas 8.500mAh. Ya, Anda tidak salah baca. Ini adalah baterai Si/C terbesar yang pernah dipasang POCO. Dengan dukungan pengisian daya 100W HyperCharge/PPS, ponsel ini bisa terisi 50% hanya dalam 24 menit. Bahkan, ia juga bisa berfungsi sebagai power bank dengan reverse charging 27W. Seperti yang pernah dibocorkan sebelumnya, kombinasi ini sungguh menggila.
Dengan bodi setebal 8,2mm dan berat 218 gram, POCO X8 Pro Max terasa padat. Bingkai logam dan panel belakang fiberglass memberikan kesan premium. Yang menarik, ponsel ini memiliki peringkat ketahanan air dan debu yang tinggi, yaitu IP69K secara global (IP68 di beberapa region). Fitur unik lainnya adalah Dynamic RGB light di bagian belakang yang bisa menyala dalam 8 warna untuk notifikasi, status pengisian daya, atau sekadar mengikuti irama musik.
Baca Juga:
Namun, jantung dari semua kehebatan ini adalah chipset MediaTek Dimensity 9500s. Inilah pertama kalinya seri X membawa prosesor kelas flagship. Dibangun dengan arsitektur 3nm, chipset ini memiliki konfigurasi inti yang agresif: 1x Cortex-X925 Ultra (3,73GHz), 3x Cortex-X4, dan 4x Cortex-A720, semuanya adalah inti besar (big cores), didukung GPU Immortalis-G925. POCO mengklaim chipset ini, yang merupakan penyempurnaan dari Dimensity 9400+, mampu menjalankan game berat seperti Honkai: Star Rail dan Genshin Impact pada 120fps berkat teknologi Super Resolution. Performa gahar ini didukung oleh sistem pendingin Poco 3D IceLoop dengan vapor chamber seluas 5.800mm². Memori yang disematkan juga top-tier: hingga 12GB LPDDR5X RAM dan 512GB UFS 4.1 storage. Bocoran skor Geekbench sebelumnya sepertinya memang bukan isapan jempol belaka.
POCO X8 Pro: Pilihan yang Lebih Ringkas dengan DNA yang Sama Gahar
Bagi yang menginginkan spesifikasi serupa dalam ukuran lebih compact, POCO X8 Pro hadir sebagai alternatif. Layarnya sedikit lebih kecil, 6,59 inci, bahkan lebih kecil dari pendahulunya. Namun, kualitas panelnya tetap tinggi: 12-bit, HDR10+, Dolby Vision, 120Hz, dengan kecerahan puncak 3.500 nits dan PWM dimming 3.840Hz. Perbedaannya, sensor sidik jarinya masih bertipe optik.
Dari segi ketahanan dan desain, X8 Pro tak kalah: bingkai logam, Gorilla Glass 7i, Dynamic RGB light, dan rating IP69K (IP68 di beberapa region). Baterainya tetap besar, 6.500mAh, dengan dukungan pengisian daya 100W yang bisa mengisi penuh dalam 48 menit, plus reverse charging 27W. Chipset yang menggerakkannya adalah Dimensity 8500-Ultra (4nm) dengan GPU Mali-G720, didinginkan oleh sistem 3D Dual-Layer IceLoop 5.300mm². Konfigurasi RAM dan penyimpanannya sama, hingga 12GB LPDDR5X dan 512GB UFS 4.1. Sebelumnya, bocoran harga sempat beredar, dan kini kita tahu alasannya.
Kamera dan Harga: Di Mana Letak Perbedaannya?
Di sektor kamera, kedua Pro ini memiliki setup yang mirip namun dengan sensor utama berbeda. X8 Pro Max menggunakan sensor Light Fusion 600, sementara X8 Pro memakai IMX882. Keduanya berukuran 1/1.95” dengan pixel 0.8µm, dilengkapi lensa apertur lebar f/1.5 dan stabilisasi optis (OIS). Kamera ultra-wide keduanya 8MP (f/2.2), dan kamera selfie 20MP. Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan keduanya mungkin hanya akan terlihat dalam perbandingan langsung.
Keduanya juga dilengkapi dual speaker simetris dengan dukungan Hi-Res Audio dan Dolby Atmos, Wi-Fi 6, Bluetooth 6.0, NFC, dan Xiaomi Offline Communication. Dengan spesifikasi segudang, bagaimana dengan harganya? POCO memberikan penawaran early bird yang menarik. Untuk X8 Pro, harga normal 8/256GB adalah $330, tapi bisa didapatkan seharga $300. Varian 12/512GB dijual $400 ($360 early bird). Sementara X8 Pro Max 12/256GB dibanderol $470 ($430 early bird) dan 12/512GB seharga $530 ($460 early bird). Ada juga edisi spesial POCO X8 Pro Iron Man Edition (12/512GB) dengan bodi hitam aksen emas dan tema UI khusus, dijual tetap $400.
Dengan paket retail khusus yang termasuk casing custom, pembuka SIM berlogo Marvel, dan kabel USB merah, edisi kolaborasi ini jelas ditujukan untuk kolektor. Kehadiran kedua ponsel ini, terutama Max dengan baterai monster dan chipset flagship-nya, menandakan ambisi POCO untuk merangsek ke segmen yang lebih tinggi tanpa meninggalkan akar “value for money”-nya. Satu hal yang pasti, pengalaman pengguna akan semakin dipermulus dengan kehadiran HyperOS yang menggantikan POCO Launcher. Jadi, mana yang akan Anda pilih: daya tahan ekstrem dan performa puncak si Max, atau keseimbangan sempurna dalam bodi lebih ringkas si Pro? Pilihan ada di tangan Anda.

