📑 Daftar Isi

Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan desain baru yang lebih lebar

Pre-order Galaxy Z Fold 8 Pecahkan Rekor, Ancaman untuk iPhone Ultra

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pre-order seri Galaxy Z Fold 8 meningkat lebih dari 30 persen dibanding Galaxy Z Fold 7
  • Samsung menerima 1,44 juta pre-order di Korea pada 28 Juli-3 Agustus, rekor tertinggi Galaxy
  • Varian Galaxy Z Fold 8 yang lebih lebar menyumbang hampir setengah dari total pre-order
  • Warna Lavender habis terjual, Graphite menjadi pilihan paling populer
  • Pengguna Galaxy Z Flip yang beralih ke Z Fold meningkat tiga kali lipat
  • Desain baru Z Fold 8 diduga untuk menyaingi iPhone Ultra yang akan rilis bulan depan
  • iPhone Ultra diperkirakan dibanderol USD 2.000-2.400, lebih mahal dari Z Fold 8 (USD 1.899)
  • Seluruh perangkat baru Samsung tersedia di toko mulai 7 Agustus

Telset.id – Samsung secara resmi mengonfirmasi bahwa seri Galaxy Z Fold 8 mencatatkan rekor pre-order tertinggi sepanjang sejarah Galaxy. Pencapaian ini dipandang sebagai kabar baik sekaligus ancaman serius bagi peluncuran iPhone Ultra yang dijadwalkan pada bulan depan.

Melalui siaran pers resminya, Samsung mengungkapkan bahwa pre-order untuk seri Z Fold 8 meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan Galaxy Z Fold 7 tahun lalu. Kabar ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar sebelumnya bahwa perangkat lipat terbaru Samsung tersebut kurang diminati pasar.

Berdasarkan laman resmi Samsung Korea, perusahaan menerima 1,44 juta pre-order selama periode 28 Juli hingga 3 Agustus. Angka tersebut menjadi rekor baru untuk seluruh lini Galaxy phone yang pernah dirilis Samsung. Keberhasilan ini terutama didorong oleh varian Galaxy Z Fold 8 dengan desain baru yang lebih lebar.

Samsung Galaxy Z Fold 8 and Galaxy Z Fold 8 Ultra

Varian Lebih Lebar Mendominasi Pre-order

Menurut keterangan Samsung, Galaxy Z Fold 8 dengan format lebih lebar menyumbang “hampir setengah dari seluruh pre-order” untuk seri tersebut. Warna Lavender dilaporkan sudah habis terjual, meskipun warna Graphite menjadi pilihan paling populer di kalangan konsumen.

Fakta menarik lainnya, Samsung mengklaim jumlah pengguna Galaxy Z Flip yang beralih ke Galaxy Z Fold tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa desain baru yang lebih lebar berhasil menarik minat pengguna yang sebelumnya memilih form factor clamshell.

Seluruh perangkat baru Samsung, termasuk Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, Galaxy Watch Ultra 2, dan Galaxy Watch 9, akan tersedia di toko mulai Jumat, 7 Agustus. Konsumen yang ingin melakukan pre-order masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan penawaran tukar tambah hingga diskon USD 1.200 dari Samsung.

Desain Baru untuk Menyaingi iPhone Ultra

Salah satu rumor paling kuat mengenai iPhone Ultra adalah Apple memilih desain bergaya paspor yang lebih pendek dan lebih lebar dibandingkan foldable tradisional seperti Galaxy Z Fold 8. Berbagai dummy unit dan render bocor telah menunjukkan form factor yang lebih squat tersebut.

Samsung kemungkinan tidak akan pernah mengonfirmasi hal ini, tetapi diduga perusahaan mendesain ulang Galaxy Z Fold 8 ke format baru yang lebih lebar secara khusus untuk menyaingi desain iPhone Ultra yang digadang-gadang. Langkah ini menunjukkan persaingan sengit antara dua raksasa teknologi tersebut di segmen foldable premium.

Concept art for a foldable iPhone and the Galaxy Z Fold 8 shown in hand

iPhone Ultra disebut akan memiliki layar internal berukuran 7,8 inci, sedikit lebih kecil dari iPad mini namun lebih besar dari layar 7,6 inci milik Galaxy Z Fold 8. Ukuran ini diyakini akan memberikan rasio aspek mendekati 4:3, sama seperti iPad, yang membuat perangkat tersebut nyaman digunakan untuk berbagai keperluan.

Apple kemungkinan akan tetap populer mengingat perusahaan tersebut menguasai sekitar 32 persen pangsa pasar smartphone global. Namun, harga menjadi faktor pembeda yang signifikan. Galaxy Z Fold 8 dibanderol mulai USD 1.899, sementara estimasi awal harga iPhone Ultra berada di kisaran USD 2.000.

Beberapa perkiraan terbaru bahkan menyebut harga iPhone Ultra bisa lebih tinggi, sekitar USD 2.400, akibat meningkatnya biaya komponen. Jika harga tersebut terbukti benar, Samsung dan Apple akan menghadapi persaingan menarik di mana harga Samsung yang lebih rendah harus berhadapan dengan popularitas Apple di pasar global.

Kesuksesan pre-order Galaxy Z Fold 8 ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen semakin menerima desain foldable dengan format baru yang lebih lebar. Samsung juga membuktikan bahwa inovasi desain mampu mendorong pertumbuhan penjualan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Bagi Samsung, rekor pre-order ini menjadi modal berharga menghadapi peluncuran iPhone Ultra. Dengan harga yang lebih kompetitif dan desain yang kini sejalan dengan preferensi pasar, Samsung berada dalam posisi kuat untuk mempertahankan dominasinya di segmen foldable premium.

Keputusan Samsung untuk merombak desain Galaxy Z Fold 8 menjadi lebih lebar terbukti tepat sasaran. Respons positif konsumen terhadap perubahan ini menunjukkan bahwa Samsung berhasil membaca kebutuhan pasar sebelum kompetitor utamanya meluncurkan produk serupa.

Meskipun demikian, persaingan sesungguhnya baru akan dimulai saat iPhone Ultra resmi diluncurkan bulan depan. Pertarungan antara desain, harga, dan ekosistem akan menjadi faktor penentu bagi konsumen dalam memilih perangkat lipat premium di tahun 2026 ini.

Samsung sendiri tampaknya tidak akan berhenti berinovasi. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut terus mengembangkan berbagai teknologi baru untuk memperkuat lini produknya, termasuk memori 3D generasi baru untuk kebutuhan AI serta berbagai perangkat wearable pendukung ekosistem Galaxy.

Keberhasilan seri Galaxy Z Fold 8 juga menjadi indikator bahwa pasar foldable premium masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Dengan rekor 1,44 juta pre-order, Samsung menunjukkan bahwa konsumen bersedia membayar mahal untuk inovasi yang benar-benar berbeda dari smartphone konvensional.

Menarik untuk dicermati bagaimana Apple akan merespons kesuksesan ini. Jika iPhone Ultra benar-benar hadir dengan harga lebih tinggi dan desain serupa, Apple harus mengandalkan loyalitas pengguna dan ekosistemnya yang kuat untuk bersaing dengan Samsung yang kini memiliki momentum besar di pasar foldable.

Bagi konsumen Indonesia, kabar ini menjadi pertanda baik karena persaingan ketat antara Samsung dan Apple biasanya mendorong harga yang lebih kompetitif serta penawaran menarik di pasar lokal. Samsung juga terus memperkuat lini produknya di berbagai segmen, termasuk smartwatch murah Galaxy Aero dan perangkat kebugaran seperti Galaxy Fit 4 yang baru-baru ini bocor di FCC.

Dengan segala pencapaian ini, Samsung menunjukkan komitmennya untuk terus memimpin pasar foldable global. Rekor pre-order Galaxy Z Fold 8 bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa strategi desain dan penetapan harga yang tepat mampu menggeser preferensi konsumen dalam waktu singkat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.