📑 Daftar Isi

Kacamata Ray-Ban Meta generasi kedua dengan bingkai biru di atas kotak penyimpanan cokelat

Risiko Privasi Kacamata Meta AI: Fakta yang Perlu Diketahui

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Media yang diambil dengan kacamata Meta hanya tersimpan di perangkat, kecuali pengguna mengaktifkan cloud media storage yang menyimpan data di server Meta selama 30 hari
  • Penggunaan fitur Meta AI berbasis kamera menghasilkan foto yang disimpan Meta dan ditinjau kontraktor pihak ketiga untuk melatih sistem AI
  • Interaksi suara direkam dan dibuat transkrip otomatis oleh Meta, dengan peninjau manusia yang memproses rekaman tersebut
  • Pengguna AS tidak bisa memilih keluar dari penyimpanan rekaman suara, sementara pengguna EU masih bisa melakukannya
  • Kacamata Meta dapat diretas untuk merekam diam-diam dengan memblokir lampu LED, meskipun Meta telah merilis pembaruan untuk menonaktifkan kamera jika LED dirusak
  • Pengguna dapat memeriksa dan menghapus data melalui menu Settings > Glasses > Glasses privacy di aplikasi Meta AI
  • Disarankan menghindari penggunaan fitur AI saat berhadapan dengan dokumen pribadi atau lingkungan yang tidak nyaman untuk direkam

Telset.id – Kekhawatiran publik terhadap privasi data pada Ray-Ban Meta glasses semakin meningkat seiring integrasi fitur AI yang semakin dalam. Meta diketahui mampu mengumpulkan banyak data dari perangkat wearable ini, namun jumlah data yang dikumpulkan sangat bergantung pada pengaturan dan fitur yang digunakan pengguna. Pertanyaan krusialnya, seberapa besar akses Meta terhadap data pribadi pengguna kacamata pintarnya?

Media yang diambil dengan kacamata Meta tidak otomatis terlihat oleh perusahaan. Juru bicara Meta menegaskan bahwa media yang diambil hanya tersimpan di perangkat pengguna, kecuali pengguna secara sukarela membagikannya kepada Meta atau pihak lain. Namun, situasi menjadi lebih kompleks jika pengguna mengaktifkan fitur cloud media storage, di mana hasil tangkapan otomatis disimpan di server Meta selama 30 hari.

Fitur penyimpanan cloud ini sebenarnya bersifat opsional, tetapi menjadi prasyarat untuk beberapa fungsi tertentu seperti berbagi foto dan video dengan teman melalui perintah suara serta fitur autocapture. Kabar baiknya, Meta menyatakan tidak menggunakan konten foto dan video pengguna untuk iklan atau melatih sistem AI mereka, terlepas dari pengaturan cloud media.

Konsekuensi Privasi Saat Menggunakan Meta AI

Penggunaan fitur AI pada kacamata ini membawa konsekuensi privasi yang cukup besar. Saat pengguna memanfaatkan fitur berbasis kamera seperti Live AI atau bertanya tentang objek yang sedang dilihat, kacamata akan mengambil foto untuk dianalisis asisten AI. Yang perlu diperhatikan, hasil tangkapan ini tidak tersimpan di galeri kamera, melainkan langsung disimpan oleh Meta.

Meta juga mempekerjakan kontraktor pihak ketiga yang bertugas meninjau dan memberi label pada hasil tangkapan tersebut untuk melatih sistem AI mereka. Meskipun Meta mengklaim telah menyaring data untuk melindungi privasi pengguna, terdapat laporan bahwa kontraktor telah ditugaskan meninjau rekaman yang sangat sensitif dari pengguna kacamata ini.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pengguna disabilitas yang mengandalkan fitur multimodal seperti Live AI untuk membantu aktivitas sehari-hari. Meta memang gencar mempromosikan kacamata ini sebagai alat bantu aksesibilitas bagi penyandang tunanetra atau low vision. Namun, pengguna yang sering mengandalkan fitur ini perlu memahami bagaimana rekaman mereka diproses oleh perusahaan.

Interaksi suara juga memiliki tingkat privasi yang rendah secara default. Setiap kali pengguna berinteraksi dengan asisten Meta, kacamata merekam percakapan dan membuat transkrip yang otomatis disimpan oleh Meta. Sebelumnya, pengguna di Amerika Serikat dapat memilih untuk tidak menyimpan rekaman ini, namun opsi tersebut kini tidak tersedia. Pengguna di Uni Eropa masih bisa melakukannya berkat regulasi privasi yang lebih ketat.

Meta menggunakan pembelajaran mesin dan “peninjau terlatih” untuk memproses rekaman dan transkrip tersebut. Perusahaan mengakui bahwa peninjau manusia sangat membantu dalam mengidentifikasi interaksi suara yang mungkin salah diinterpretasikan oleh mesin. Selain itu, kacamata ini kadang merekam potongan audio secara tidak sengaja ketika salah mendeteksi kata bangun, yang disebut “false wakes”. Rekaman tersebut dihapus dari sistem dalam 90 hari, namun pengguna tidak bisa sepenuhnya keluar dari proses ini.

Potensi Penyalahgunaan Rekaman Tersembunyi

Sayangnya, kacamata Meta memang bisa digunakan untuk merekam secara diam-diam, dan sudah banyak kasus penyalahgunaan yang terjadi. Kacamata ini sebenarnya memiliki lampu LED yang menyala saat mengambil foto dan berkedip saat merekam video. Jika lampu ini diblokir, fitur bawaan akan mencegah kamera digunakan.

Namun, banyak perusahaan menjual aksesori aftermarket yang dirancang untuk memblokir lampu tanpa memicu sistem deteksi Meta. Ada juga pasar yang berkembang untuk layanan modifikasi DIY yang merusak LED secara fisik menggunakan bor dan alat lainnya. Meta telah merespons dengan merilis pembaruan perangkat lunak yang menonaktifkan kamera jika mendeteksi LED telah dirusak secara fisik.

Perusahaan juga telah melarang pengguna Instagram yang mengunggah video pelecehan menggunakan kacamata yang dimodifikasi. Meskipun Meta terus mengambil tindakan terhadap pelanggar ketentuan layanan, perusahaan belum sepenuhnya berhasil mengatasi perilaku ini.

Untuk melindungi privasi, pengguna disarankan untuk memeriksa pengaturan cloud media melalui aplikasi Meta AI di menu Settings > Glasses > Glasses privacy > Cloud media. Pengguna juga dapat meninjau semua audio yang dikumpulkan Meta melalui Settings > Glasses > Glasses privacy > Voice activity log, lalu memilih untuk menghapus semua atau memilah rekaman satu per satu.

Sebaiknya hindari menggunakan fitur AI saat berhadapan dengan dokumen berisi informasi pribadi atau di lingkungan yang tidak nyaman untuk direkam. Kesadaran akan risiko ini menjadi penting mengingat track record Meta dalam menangani masalah privasi yang kurang baik. Isu keamanan data juga pernah menimpa sistem AI Meta di masa lalu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.