📑 Daftar Isi

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan teknologi baterai silicon-carbon terbaru

Samsung Akhirnya Pakai Baterai Silicon-Carbon di Galaxy Z Fold 8 Series

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung resmi mengadopsi baterai silicon-carbon di Galaxy Z Fold 8 Ultra, Fold 8, dan Flip 8
  • Kapasitas baterai Fold 8 Ultra 5.000mAh, Fold 8 4.800mAh, dan Flip 8 4.300mAh
  • Peningkatan kapasitas 14% pada Fold 8 Ultra tanpa menambah ketebalan
  • Samsung memilih pendekatan konservatif mengutamakan keamanan dan ketahanan jangka panjang
  • Kompetitor seperti Honor dan Motorola sudah mencapai kapasitas di atas 6.000mAh
  • Langkah ini membuka jalan bagi adopsi teknologi serupa di lini Galaxy S masa depan

Telset.id – Samsung akhirnya mengadopsi teknologi baterai silicon-carbon pada jajaran ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8. Langkah ini menandai perubahan signifikan setelah bertahun-tahun perusahaan bertahan dengan baterai berbasis grafit konvensional. Meski demikian, kapasitas yang ditawarkan masih tergolong konservatif jika dibandingkan dengan kompetitor.

Pengumuman ini dikonfirmasi Samsung dalam sesi media briefing baru-baru ini. Keputusan untuk beralih ke baterai silicon-carbon menjadi salah satu sorotan utama Galaxy Unpacked 2026. Perubahan ini sulit terlihat di lembar spesifikasi, namun memiliki dampak besar pada desain dan daya tahan perangkat.

Baterai silicon-carbon sejatinya masih merupakan baterai lithium-ion. Perbedaan utamanya terletak pada material anoda. Pada baterai konvensional, anoda menggunakan grafit. Sementara itu, baterai silicon-carbon menggunakan silikon yang dicampur dengan material berbasis karbon. Silikon mampu menyimpan lebih banyak lithium per gram dibandingkan grafit, sehingga menghasilkan kepadatan energi yang lebih tinggi.

Galaxy foldables with its screen visible

Kepadatan energi yang lebih tinggi memberikan dua opsi bagi produsen ponsel. Pertama, mereka bisa menempatkan kapasitas baterai yang lebih besar dalam ruang fisik yang sama. Kedua, mereka bisa mempertahankan kapasitas yang familiar sambil membuat baterai lebih tipis dan ringan. Ponsel lipat seperti Galaxy Z Fold 8 series sangat diuntungkan dengan pendekatan ini, karena setiap milimeter yang dihemat dari baterai dapat digunakan untuk memperbaiki ketipisan, bobot, atau ketahanan perangkat.

Namun, penggunaan silikon murni menimbulkan masalah rekayasa tersendiri. Silikon mengembang secara dramatis saat menyerap lithium selama pengisian daya, kemudian menyusut saat baterai habis. Ekspansi berulang dapat meretakkan material, merusak koneksi internal, dan mempercepat degradasi baterai. Inilah alasan mengapa desain silicon-carbon menggabungkan silikon dengan material berbasis karbon untuk mengendalikan ekspansi tersebut.

Kapasitas Baterai Galaxy Z Fold 8 Series

Meski sudah beralih ke teknologi baru, kapasitas baterai Galaxy Z Fold 8 series masih belum memecahkan rekor. Galaxy Z Fold 8 Ultra dibekali baterai 5.000mAh, Galaxy Z Fold 8 reguler mendapat 4.800mAh, dan Galaxy Z Flip 8 memiliki baterai 4.300mAh. Angka-angka ini terbilang sederhana jika dibandingkan dengan kompetitor dari Honor dan Motorola yang sudah menembus angka 6.000mAh.

Contoh terbaik bagaimana teknologi ini membantu Samsung adalah pada Galaxy Z Fold 8 Ultra. Baterai 5.000mAh-nya meningkat 600mAh dibandingkan sel 4.400mAh di Galaxy Z Fold 7. Itu berarti peningkatan hampir 14%. Samsung berhasil melakukan lompatan itu sambil mengurangi ketebalan saat terbuka dari 4,2mm menjadi 4,1mm. Kedua generasi tetap memiliki bobot 215 gram.

Samsung juga mengklaim waktu pemutaran video hingga 27 jam, naik dari 24 jam pada Galaxy Z Fold 7. Peningkatan 600mAh mungkin terdengar sederhana di samping sel raksasa yang kini muncul di ponsel lipat China. Honor Magic V6 global memiliki baterai silicon-carbon 6.660mAh di dalam bodi setebal 4mm saat terbuka. Sementara itu, Motorola Razr Fold menggunakan baterai silicon-carbon 6.000mAh dengan ketebalan 4,6mm saat terbuka dan mendukung pengisian cepat 80W kabel serta 50W nirkabel.

Electrical Device, Switch, Electronics

Jika dibandingkan dengan ponsel lipat lain, Galaxy Z Fold 8 Ultra terlihat cukup konservatif. Namun, sesi briefing resmi Samsung memberikan wawasan lebih dalam tentang prioritas perusahaan. Samsung menekankan aspek performa, ketahanan, dan keamanan. Perusahaan juga mengatakan pengguna dapat mengharapkan kesehatan baterai yang konsisten dengan produk Galaxy sebelumnya.

Samsung tampaknya membatasi kandungan silikon atau menggunakan desain sel yang lebih konservatif sampai perusahaan memiliki keyakinan lebih besar terhadap perilaku jangka panjang teknologi ini. Mirip dengan Apple, perangkat Galaxy berusaha menyempurnakan pengalaman dan meningkatkan pengalaman pengguna dengan model baru, bukan memperkenalkan angka spesifikasi yang besar.

Ada argumen yang bisa dibuat untuk kedua sisi, tetapi mengingat insiden masa lalu, pendekatan hati-hati Samsung tidak mengejutkan. Langkah ini juga sejalan dengan strategi Samsung yang tak gentar hadapi iPhone Fold dengan pendekatan yang matang dan terukur.

Langkah Awal Samsung dengan Baterai Silicon-Carbon

Samsung terlambat hadir dalam perlombaan baterai silicon-carbon. Merek lain telah menggunakan teknologi ini untuk mendorong kapasitas baterai ponsel melampaui angka yang sebelumnya terlihat tidak realistis. Upaya pertama Samsung mungkin belum mencapai angka yang mencolok, tetapi arahnya sudah jelas.

Ponsel Galaxy masa depan dapat mengadopsi persentase silikon yang lebih tinggi dan kapasitas yang lebih besar. Teknologi ini pada akhirnya bisa menjangkau perangkat Galaxy S konvensional juga, di mana teknologi ini dapat memungkinkan cadangan baterai yang lebih tebal atau desain yang lebih ramping. Untuk saat ini, baterai silicon-carbon telah membantu Samsung membuat ponsel lipat terbarunya lebih tipis tanpa meninggalkan kapasitas baterai.

Setelah bertahun-tahun dengan baterai 4.400mAh di Galaxy Fold, langkah kecil namun disengaja ini patut diapresiasi. Samsung memilih pendekatan yang mengutamakan keamanan dan ketahanan jangka panjang, mirip dengan bagaimana mereka menghajar Apple dengan Galaxy Watch Ultra 2 baterai besar yang juga mengedepankan ketahanan.

Pendekatan konservatif Samsung ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memprioritaskan pengalaman pengguna yang stabil dan aman dibandingkan mengejar angka spesifikasi tertinggi. Ini adalah strategi yang berbeda dengan kompetitor, namun relevan mengingat sejarah Samsung dengan insiden baterai di masa lalu.

Ke depannya, teknologi baterai silicon-carbon diprediksi akan menjadi standar di seluruh lini produk Samsung. Perusahaan diperkirakan akan terus mengembangkan teknologi ini untuk mencapai keseimbangan antara kapasitas, ketahanan, dan keamanan. Samsung juga kemungkinan akan memberikan update Wear OS 5 tahun untuk perangkat wearable-nya, menunjukkan komitmen pada dukungan jangka panjang.

Dengan adopsi baterai silicon-carbon, Samsung telah mengambil langkah penting dalam evolusi ponsel lipatnya. Meskipun kapasitasnya belum memecahkan rekor, perubahan ini membuka jalan bagi inovasi baterai yang lebih besar di masa depan. Pengguna Galaxy Z Fold 8 series kini bisa menikmati peningkatan daya tahan baterai tanpa harus mengorbankan desain tipis yang menjadi ciri khas ponsel lipat Samsung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.