📑 Daftar Isi

Samsung Dikabarkan Bakal Hapus Kamera 3x di Galaxy S27 Ultra, Apa Alasannya?

Samsung Dikabarkan Bakal Hapus Kamera 3x di Galaxy S27 Ultra, Apa Alasannya?

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Keputusan berani tengah dipertimbangkan Samsung untuk lini flagship terbarunya. Jika selama ini produsen ponsel berlomba menambah jumlah kamera, bocoran terbaru justru mengindikasikan arah sebaliknya. Kabarnya, Samsung berencana menghapus satu kamera dari sistem smartphone gaming 2025 andalan mereka, Galaxy S27 Ultra. Bukan menambah, justru mengurangi. Sebuah langkah yang terdengar kontra-intuitif, bukan?

Sejak era Galaxy S21 Ultra, Samsung memperkenalkan dual telephoto setup. Konfigurasi ini memungkinkan zoom optik pada dua jarak fokal berbeda, biasanya 3x dan 10x. Strategi ini menjadi salah satu pilar yang membuat lini S Ultra dijuluki sebagai ponsel untuk gamer sekaligus fotografer mobile paling mumpuni. Kemampuan mempertahankan ketajaman gambar di berbagai level zoom tanpa harus terlalu bergantung pada cropping dari sensor utama adalah nilai jual utama.

Namun, angin segar perubahan kini berembus kencang. Menurut bocoran dari tipster terpercaya, Ice Universe, lensa telefoto 3x diprediksi akan dihilangkan pada Galaxy S27 Ultra. Pertanyaan besarnya, apa yang akan menggantikan peran krusial lensa tersebut?

Sensor 200MP yang Semakin Berat Tugasnya

Jika lensa 3x benar-benar dihapus, Samsung tampaknya akan memberikan beban lebih besar pada sensor utama 200MP. Idenya adalah sensor utama harus mampu mempertahankan kualitas gambar saat Anda melakukan crop, setidaknya hingga level zoom 5x. Pada titik itulah periskop telefoto akan mengambil alih tugas.

Tapi, apakah ini ide yang cemerlang atau sebuah langkah mundur? Mari kita bedah. Angka 200MP memang terdengar mentereng. Namun, ada alasan mengapa Galaxy S26 Ultra menggunakan teknik 16-to-1 pixel binning. Teknik ini menggabungkan data dari 16 piksel menjadi satu. Hasil akhirnya adalah foto beresolusi 12MP yang jauh lebih bersih dan minim noise.

Saat Anda memotret dengan zoom, ponsel memiliki dua opsi. Pertama, melakukan crop pada hasil binned 12MP. Kedua, menggunakan gambar penuh 200MP untuk detail lebih, yang sayangnya sering diiringi noise, terutama di kondisi cahaya kurang ideal. Ada opsi ketiga: menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meredam noise. Namun, pendekatan ini punya batas. Terlalu mengandalkan AI seringkali memunculkan artefak aneh pada gambar, membuat hasilnya terlihat tidak natural.

Situasi inilah yang membuat produsen ponsel asal China seperti Oppo dan Vivo memilih jalur berbeda. Mereka membekali flagship mereka dengan teleconverter fisik, bukan memaksakan zoom digital pada sensor 200MP. Mereka lebih memilih solusi optik yang terbukti andal daripada sekadar mengandalkan hitungan megapiksel dan algoritma.

Ada juga laporan yang menyebut Samsung bisa menggunakan sensor ISOCELL 200MP baru yang lebih besar, berukuran 1/1.12-inch. Secara teori, sensor yang lebih besar akan membantu kualitas gambar secara keseluruhan. Namun, melihat tren masa lalu, kemungkinan ini tampaknya tipis. Samsung memulai dengan sensor ISOCELL HP1 berukuran 1/1.22-inch di tahun 2021. Sensor HP5 yang digunakan saat ini bahkan lebih kecil, yakni 1/1.56-inch. Pola pengecilan ukuran sensor ini tidak mendukung spekulasi akan hadirnya sensor raksasa.

Qi2 dan Magnet: Dalang di Balik Keputusan Ini?

Pertanyaan kunci tetap menggantung: mengapa repot-repot menghapus lensa telefoto 3x? Jawabannya mungkin bukan soal fotografi semata. Isu internal Samsung mengindikasikan adanya penataan ulang tata letak kamera secara keseluruhan. Dan alasan utamanya bisa jadi adalah penambahan magnet untuk kompatibilitas Qi2.

Qi2 adalah standar pengisian daya nirkabel baru yang mengadopsi teknologi MagSafe ala Apple. Untuk mendukungnya, Samsung perlu menyematkan serangkaian magnet melingkar di bagian belakang ponsel. Magnet-magnet ini membutuhkan ruang internal yang tidak sedikit. Di sinilah letak logikanya: menghapus lensa 3x dapat membebaskan ruang berharga di dalam bodi ponsel untuk mengakomodasi cincin magnetik tersebut.

Konsekuensinya jelas. Anda mungkin harus kehilangan fleksibilitas zoom 3x demi kemudahan menggunakan aksesori magnetik. Mulai dari power bank nirkabel yang menempel, hingga berbagai aksesori seperti card holder atau grip kamera. Apakah ini pengorbanan yang sepadan? Itu tergantung pada prioritas Anda sebagai pengguna.

Keputusan ini juga memunculkan pertanyaan lain: apakah ini murni langkah inovatif atau sekadar cara untuk menekan biaya produksi? Menghapus satu modul kamera jelas mengurangi biaya material dan perakitan. Namun, Samsung bisa saja berargumen bahwa mereka menginvestasikan kembali dana tersebut untuk teknologi lain, seperti sensor utama yang lebih baik atau sistem pendingin yang lebih canggih.

Spekulasi dan Masa Depan Fotografi Mobile Samsung

Bocoran tentang Baterai Si-C Samsung di Galaxy S27 Ultra juga menambah kompleksitas teka-teki ini. Ruang internal yang dibutuhkan untuk baterai berteknologi baru mungkin juga menjadi faktor. Semua komponen saling berebut tempat di dalam tubuh ponsel yang semakin ramping.

Kita juga perlu melihat bagaimana pendekatan Samsung di masa lalu. Perbandingan Spesifikasi dan Harga antara Galaxy S26 dan S25 menunjukkan bahwa Samsung tidak segan melakukan perubahan besar pada sistem kameranya dari generasi ke generasi. Namun, menghapus lensa yang sudah menjadi ciri khas adalah langkah yang paling berani.

Apakah ini berarti kualitas zoom 3x akan menurun drastis? Belum tentu. Jika sensor utama 200MP benar-benar diandalkan dengan algoritma pemrosesan yang sangat canggih, hasil crop pada level 3x mungkin saja bisa mendekati kualitas optik. Namun, seperti yang kita bahas, tantangan noise dan artefak AI masih membayangi.

Keputusan Samsung ini bisa menjadi preseden baru. Mungkin saja di masa depan, jumlah kamera tidak lagi menjadi indikator kualitas. Produsen akan lebih fokus pada kualitas sensor utama dan kecerdasan software. Ini adalah pergeseran paradigma yang menarik untuk diamati.

Satu hal yang pasti, penggemar Samsung dan fotografer mobile akan menunggu dengan napas tertahan. Apakah langkah ini akan menjadi terobosan brilian yang diikuti produsen lain, atau justru menjadi blunder yang membuat pengguna merindukan lensa telefoto 3x yang sudah terbukti andal?

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda lebih mementingkan fleksibilitas zoom optik atau dukungan ekosistem aksesori yang lebih luas? Atau jangan-jangan, ini adalah langkah cerdas Samsung untuk mempersiapkan panggung bagi teknologi kamera yang sama sekali baru di masa depan? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, jagat teknologi sedang bersiap untuk salah satu keputusan desain paling kontroversial dari raksasa Korea Selatan ini. Simak terus perkembangan terbaru seputar Fitur Rahasia Kamera milik Samsung hanya di Telset.id.