Telset.id – Era baru flagship Samsung akhirnya tiba. Setelah berbulan-bulan dibayangi rumor dan spekulasi, Samsung Galaxy S26 Ultra resmi diperkenalkan ke dunia dalam acara Galaxy Unpacked di San Francisco. Ponsel ini bukan sekadar iterasi biasa; ia membawa perubahan desain yang cukup berani dan menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai jantung dari setiap pengalaman pengguna. Dan untuk Anda di Indonesia, kabar baiknya: harga resminya sudah terungkap, dan pre-order-nya sudah dibuka.
Jika selama ini Anda mengira bahwa smartphone flagship hanya tentang menambah megapixel kamera atau meningkatkan kecepatan chipset, Galaxy S26 Ultra siap mengubah persepsi itu. Samsung tampaknya mendengarkan keluhan tentang desain yang terlalu angular dan kekhawatiran akan privasi di ruang publik. Jawabannya hadir dalam bentuk bodi dengan sudut yang lebih membulat dan sebuah fitur bernama Privacy Display yang benar-benar inovatif. Ini adalah langkah yang menunjukkan bahwa inovasi di industri ponsel pintar masih bisa datang dari hal-hal fundamental yang sering kita anggap remeh.
Pertanyaannya, apakah perubahan ini sepadan dengan banderol harga yang ditawarkan? Mari kita selami lebih dalam apa yang ditawarkan oleh raksasa baru dari Samsung ini, mulai dari otak AI-nya yang cerdas hingga spesifikasi teknis yang menjanjikan performa maksimal. Perjalanan dari rumor menjadi kenyataan ini, seperti yang pernah kami bahas dalam bocoran desain sebelumnya, akhirnya terjawab sudah.
Kecerdasan Buatan yang Lebih Personal dan Protektif
Samsung menggandakan taruhan pada Galaxy AI. Fitur seperti Circle to Search with Google dan Now Brief tetap hadir, memberikan kemudahan mencari informasi dan merangkum konten. Namun, yang menarik adalah kehadiran Now Nudge. Bayangkan asisten pribadi di dalam ponsel yang memahami konteks layar Anda dan memberikan saran yang relevan—semua diproses secara lokal di perangkat untuk menjaga privasi data Anda. Ini adalah respons terhadap tren AI on-device yang semakin krusial.
Namun, mahakarya AI pada S26 Ultra mungkin adalah Privacy Display. Untuk pertama kalinya di industri, Samsung menghadirkan hardware yang secara aktif bisa mendeteksi keberadaan “mata pengintip” di sekitar Anda. Ketika sensor mendeteksi ada orang lain yang melihat layar Anda dari samping, konten sensitif seperti notifikasi pesan atau email bisa secara otomatis diburamkan atau bahkan dihitamkan sepenuhnya. Fitur ini, yang bisa dinonaktifkan, adalah solusi elegan untuk masalah privasi yang sering kita alami di transportasi umum atau ruang kerja terbuka.
Kemampuan kreatif AI juga ditingkatkan. Photo Assist kini lebih intuitif; Anda bisa memerintahkan dengan bahasa natural, seperti “ubah foto ini jadi suasana malam” atau “hilangkan noda di kemeja ini,” dan AI akan menjalankannya langkah demi langkah. Sementara itu, Creative Studio (dulunya Drawing Assist) mengubah coretan sederhana menjadi karya seni digital yang siap dijadikan stiker atau wallpaper. AI di sini tidak lagi menjadi fitur tambahan, melainkan fondasi baru dalam berinteraksi dengan perangkat.
Dapur Pacu dan Spesifikasi yang Tak Pernah Kompromi
Di balik semua kecerdasan itu, ada hardware yang sangat perkasa. Sesuai dengan bocoran chipset yang beredar, Galaxy S26 Ultra hadir dengan satu varian chipset global: Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Ini bukan prosesor biasa; clock speed-nya ditingkatkan hingga 4,74 GHz, jauh di atas versi standar. Samsung mengklaim peningkatan CPU 19%, NPU 39%, dan GPU 24% dibandingkan generasi sebelumnya. Klaim ini, jika terbukti, akan menjadikannya mesin yang tak tertandingi untuk multitasking berat, gaming, dan tentu saja, menjalankan semua fitur AI secara lancar.
Dukungan memori juga beragam, mulai dari konfigurasi 12GB RAM/256GB penyimpanan, 12GB/512GB, hingga yang paling top 16GB/1TB. Layarnya adalah panel Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci dengan resolusi QHD+, refresh rate adaptif 1-120 Hz, dan kecerahan puncak yang menyilaukan: 2.600 nit. Dua teknologi baru, ProScaler dan mesin Natural Image (mDNIe), bertugas meningkatkan kualitas scaling gambar dan reproduksi warna agar lebih hidup dan akurat.
Di sektor kamera, quad-camera system masih dipertahankan dengan sensor utama 200MP. Yang menarik adalah peningkatan pada videografi: Enhanced Nightography Video untuk rekaman low-light yang lebih jernih, Super Steady dengan horizontal lock untuk stabilisasi ekstrem, dan dukungan kodek video APV baru untuk kompresi efisien tanpa mengorbankan kualitas. Seperti yang telah dianalisis sebelumnya, pilihan chipset sangat memengaruhi kemampuan pemrosesan gambar ini.
Baterainya tetap 5.000 mAh, namun dukungan pengisian daya kabel kini ditingkatkan menjadi 60W (dari 45W), diklaim bisa mengisi 75% baterai dalam 30 menit. Wireless charging Qi2 juga disertakan. Dan tentu saja, S Pen tetap menjadi aksesoris bawaan yang menandai seri Ultra, dibungkus dalam bodi aluminium dengan sertifikasi IP68.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Lalu, berapa harga untuk segudang inovasi ini? Samsung Galaxy S26 Ultra resmi dibanderol dengan harga mulai dari Rp 24.499.000 untuk varian 12GB/256GB. Varian 12GB/512GB dihargai Rp 27.499.000, sementara yang tertinggi 16GB/1TB dibanderol Rp 31.999.000. Ponsel ini hadir dalam empat pilihan warna elegan: Cobalt Violet, White, Black, dan Sky Blue.
Bagi Anda yang tak sabar memilikinya, Samsung telah membuka sesi pre-order mulai 26 Februari 2026 pukul 01.00 WIB hingga 17 Maret 2026 melalui situs resmi mereka. Sebagai insentif, tersedia penawaran menarik seperti upgrade penyimpanan ganda dan cashback dari bank mitra hingga Rp 2 juta. Dengan harga segini, Samsung jelas tidak sedang membidik pasar massal. Mereka menargetkan para profesional, kreator konten, dan early adopter yang menginginkan perangkat paling mutakhir dengan fitur privasi dan AI yang belum ada di pesaing mana pun. Galaxy S26 Ultra bukan sekadar telepon; ia adalah pernyataan tentang masa depan interaksi manusia dengan teknologi.

