Telset.id – Samsung Galaxy Z Fold 8 hadir dengan desain yang tidak biasa, mengingatkan pada era ponsel Nokia yang unik dan eksentrik. Perangkat lipat ini sukses membuat orang berhenti dan bertanya-tanya, sesuatu yang jarang terjadi pada ponsel pintar modern.
Samsung resmi meluncurkan Galaxy Z Fold 8 di London dalam acara Samsung Unpacked pekan lalu. Desainnya yang menyerupai paspor, dengan layar samping berukuran kecil, langsung menimbulkan reaksi beragam. Banyak orang menganggap bentuknya asing namun familiar, mirip dengan ponsel fitur Nokia di era 2000-an.
Efek Nokia pada Galaxy Z Fold 8
Lance Ulanoff, Editor At Large TechRadar, menyebut fenomena ini sebagai “Nokia Effect”. Di awal tahun 2000-an, Nokia mendominasi pasar dengan desain ponsel yang berani dan tidak konvensional. Mulai dari Nokia 3100 yang mungil hingga Nokia N-Gage yang kontroversial, setiap ponsel memiliki kepribadian unik.
“Galaxy Z Fold 8 mungkin menjalankan fungsi serupa sekarang, memberitahukan keberadaan ponsel lipat dan mengapa ponsel itu penting bagi Anda,” tulis Ulanoff dalam artikelnya.
Dalam diskusi dengan Samsung, terungkap bahwa Galaxy Z Fold 8 dirancang untuk menarik pelanggan yang tidak tertarik atau tidak puas dengan pilihan ponsel lipat yang ada saat ini. Baik dari Samsung sendiri maupun pesaing seperti Motorola, Oppo, dan Huawei.
Pasar ponsel lipat global pada tahun 2025 hanya mencapai 1,6% dari total pasar smartphone. Angka ini menunjukkan bahwa ponsel lipat belum mampu membuat orang berhenti dan berpikir. Hingga kini, belum ada “Nokia Effect” di segmen ini.

Galaxy Z Fold 8, bagaimanapun, berhasil memicu rasa penasaran. Ulanoff mengaku telah melihat orang-orang berhenti, tersenyum, menggaruk kepala, dan menunjukkan minat yang tidak mereka tunjukkan pada Fold dan Flip sebelumnya. Bahkan, salah satu rekannya menyebut ponsel ini “dreamy”.
Dalam kondisi terlipat, Galaxy Z Fold 8 lebih pas di tangan yang lebih kecil dan muat seluruhnya di saku. Bobotnya yang hanya 201 gram juga membantu portabilitas. Bahkan saat terbuka dalam mode potret, layar 7,6 inci terasa lebih mudah digenggam dibandingkan layar 8 inci milik Z Fold 8 Ultra.
Kenikmatan Membaca dan Mengetik
Samsung memposisikan Galaxy Z Fold 8 sebagai teman yang bercerita dalam bentuk ringkas. Perangkat ini memberikan pengalaman membaca yang santai dan menonton video layar penuh dengan lebih sedikit letterboxing.
Yang menarik, keyboard virtual di Galaxy Z Fold 8 lebih lebar dan nyaman digunakan dibandingkan keyboard di Galaxy S26 Ultra atau iPhone 17 Pro Max. Hal ini membuat mengetik teks menjadi lebih menyenangkan.
Baca Juga:
Dengan desain yang menggemaskan, layar samping dan bagian belakang dengan susunan kamera yang lebih kecil seolah berkata, “Lihat aku, aku menggemaskan.” Samsung berhasil menciptakan ponsel lipat yang akhirnya membuat orang berbicara.
Langkah ini dilakukan Samsung beberapa bulan sebelum Apple memasuki pasar ponsel lipat. Ulanoff menyebutnya sebagai “pukulan knockout” yang dilakukan Samsung sebelum pertarungan dimulai. Namun, ia juga mengakui bahwa Apple kemungkinan akan menghadirkan sesuatu yang benar-benar ekstra di dunia ponsel lipat.

Samsung sendiri mengaku tidak khawatir dengan kehadiran Apple dan justru menyambutnya. Mungkin ini sekadar omongan dari posisi terdepan. Apakah kesegaran bentuk ini akan memudar saat iPhone Ultra tiba? Mungkin, atau mungkin sudah terlambat bagi Apple karena Samsung telah memecahkan kode.
“Yang perlu Samsung lakukan hanyalah melihat ke belakang dan mengingatkan dirinya sendiri mengapa orang menyukai desain ponsel yang aneh dan bagaimana hal itu dapat membentuk ekspansi lini Z Fold,” tulis Ulanoff.
Galaxy Z Fold 8 adalah bukti bahwa inovasi tidak selalu harus berasal dari teknologi baru, tetapi juga bisa berasal dari inspirasi masa lalu. Samsung berhasil menghadirkan nostalgia dengan sentuhan modern, menciptakan ponsel lipat yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan untuk digunakan dan diperlihatkan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai inovasi Samsung, simak artikel terkait dan bocoran terbaru.

Dengan segala keunikannya, Galaxy Z Fold 8 berpotensi menjadi game changer di pasar ponsel lipat. Bentuknya yang tidak biasa justru menjadi daya tarik utama, mengingatkan kita bahwa ponsel bisa menjadi ekspresi gaya pribadi, bukan sekadar alat komunikasi.
Hanya waktu yang akan membuktikan apakah “Nokia Effect” ini cukup kuat untuk mengubah persepsi pasar terhadap ponsel lipat. Namun satu hal yang pasti, Samsung telah berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya: membuat orang kembali antusias dengan desain ponsel.








Komentar
Belum ada komentar.