Telset.id – Samsung dikabarkan tengah membentuk tim riset khusus untuk mengembangkan sistem pendingin aktif bagi ponsel Galaxy masa depan, termasuk opsi liquid cooling dan air cooling. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah thermal throttling yang selama ini menjadi kelemahan ponsel flagship buatan perusahaan Korea Selatan tersebut.
Sebuah laporan baru dari Korea Selatan mengungkapkan bahwa tim riset yang berada di bawah Production Technology Research Institute Samsung saat ini tengah menjajaki dua opsi pendinginan aktif. Opsi pertama adalah pendingin cair (liquid cooling) yang akan mensirkulasikan coolant melalui loop tertutup yang terhubung langsung ke chipset. Opsi kedua adalah pendingin udara (air cooling) dengan kipas internal.
Lab director institut tersebut, Park Min, dikutip mengatakan bahwa meskipun pendingin udara juga berfungsi, kebisingan kipas dan bobot tambahan membuat opsi tersebut kurang menarik. Oleh karena itu, pendingin cair disebut-sebut menjadi favorit dalam pengembangan ini.
Baca Juga:

Konsep pendinginan cair ini sebenarnya bukan hal baru bagi Samsung. Perusahaan sebelumnya telah menerapkan teknologi Water Carbon Cooling pada Galaxy Note 9, yang mengubah air menjadi uap untuk membuang panas dari chip. Namun, sistem aktif dengan loop tertutup dan pompa mini adalah lompatan signifikan dari metode pasif yang digunakan saat ini.
Samsung bukanlah pemain pertama yang menjajaki teknologi ini. Brand seperti Nubia sudah menjual ponsel gaming yang menggabungkan liquid cooling dan air cooling. Oppo dan Vivo juga telah mengirimkan model dengan pendingin udara aktif mereka sendiri. Jika Samsung benar-benar merealisasikan teknologi ini, mereka akan mengikuti jejak yang sudah dirintis oleh kompetitor, bukan memimpin tren baru.
Untuk saat ini, laporan tersebut masih bersifat rumor dan belum menyebutkan ponsel Galaxy mana yang akan mendapatkan teknologi ini atau kapan akan dirilis. Namun, jika terealisasi, ini bisa menjadi salah satu upgrade hardware paling berarti dalam beberapa tahun terakhir.
Masalah thermal throttling adalah alasan mengapa skor benchmark ponsel terlihat mengesankan selama beberapa detik lalu menurun drastis. Ketika chip terlalu panas, ponsel menurunkan performa untuk melindungi diri, dan pengguna merasakannya paling jelas saat bermain game berat atau menjalankan tugas AI di perangkat.
Samsung saat ini mengandalkan vapor chamber sebagai solusi pendinginan. Namun, saat diuji dalam pengujian performa berkelanjutan pada Galaxy S25 Ultra, OnePlus 13 masih unggul dalam mempertahankan kecepatan dari waktu ke waktu. Vapor chamber jelas mulai mencapai batasnya seiring chip 2nm dan AI on-device yang terus meningkatkan suhu.

Pendingin cair akan menjadi solusi yang lebih fundamental untuk masalah ini. Sistem AquaCore milik RedMagic, misalnya, mensirkulasikan coolant dengan pompa built-in kecil, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sistem pendingin cair aktif yang dirumorkan untuk Samsung bisa bekerja.
Jika Samsung benar-benar menghadirkan liquid cooling ke lini Galaxy, ini akan menjadi salah satu upgrade hardware paling berarti dalam beberapa tahun terakhir. Lini Ultra dinilai sudah lama bertumpu pada spesifikasi yang itu-itu saja. Namun, perlu diingat bahwa tim riset sering mengejar banyak ide yang tidak pernah sampai ke rak toko. Sampai Samsung berkomitmen pada produk yang akan dijual, ini tetap berada di wilayah rumor.
Bagi pengguna yang serius mempertimbangkan untuk membeli Galaxy flagship, perkembangan ini patut dicermati. Teknologi pendinginan yang lebih baik bisa menjadi faktor penentu dalam pengalaman bermain game dan produktivitas jangka panjang. Sambil menunggu kepastian dari Samsung, pengguna bisa melihat-lihat dummy Galaxy Z Fold 8 yang baru-baru ini terlihat sangat tipis, atau membaca tentang uji coba Galaxy Watch 8 yang mencegah kehilangan otot.





Komentar
Belum ada komentar.