📑 Daftar Isi

Kit mikrofon wireless Sony ECM-W5 dengan dua transmitter, satu receiver, dan case.

Sony ECM-W5 Rp6,4 Juta Tantang DJI Mic 3, Rekam 32-bit Float

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony umumkan ECM-W5, kit mikrofon wireless US$400 penantang DJI Mic 3
  • Dua transmitter dan satu receiver, rekam audio 96kHz hingga 500 meter
  • Dukungan 32-bit float dan memori internal 64GB per transmitter
  • Baterai 11 jam, koneksi Multi Interface Shoe dan adapter USB-C
  • Pre-order mulai sekarang, pengiriman November

Telset.id – Sony resmi mengumumkan ECM-W5, kit mikrofon wireless seharga US$400 atau sekitar Rp6,4 juta yang dirancang untuk bersaing langsung dengan lini mikrofon wireless terjangkau milik DJI. Kit ini menyatukan dua transmitter dan satu receiver yang dapat merekam langsung ke kamera Sony atau perangkat lain melalui USB-C, dengan kemampuan menangkap audio 96kHz dari jarak hingga 500 meter dalam kondisi line-of-sight.

Langkah Sony ini menandai masuknya perusahaan ke segmen mikrofon wireless yang selama ini dikuasai DJI lewat DJI Mic 3 seharga US$259 dan DJI Mic Mini seharga US$99. Dengan banderol US$400, ECM-W5 diposisikan sebagai opsi premium, terutama bagi kreator yang memang sudah menggunakan ekosistem kamera Sony. Kemudahan penggunaan menjadi salah satu fokus utama perangkat ini, sejalan dengan pendekatan yang lebih dulu diterapkan pada lini produk audio dan gaming Sony seperti yang terlihat pada PlayStation Pulse.

ECM-W5 paling mudah digunakan bersama kamera seri Alpha milik Sony. Perangkat ini dapat terhubung melalui Multi Interface Shoe, yang oleh Sony disebut sebagai jawaban modern untuk hotshoe, sehingga receiver bisa menerima daya sekaligus mentransfer data langsung dari kamera. Satu kit hanya menyertakan satu receiver berbentuk persegi panjang dan dua transmitter mikrofon.

Rekaman 32-bit Float dan Memori Internal 64GB

Setiap transmitter ECM-W5 dilengkapi memori internal 64GB yang berfungsi sebagai cadangan. Memori internal tersebut juga memungkinkan perekaman 32-bit float, sehingga kit ini dapat menangkap suara pelan maupun keras tanpa memaksa pengguna melakukan penyesuaian gain. Fitur ini berpotensi menyederhanakan alur kerja pasca-produksi secara signifikan, terutama bagi kreator yang sering merekam di lingkungan dengan dinamika suara tidak menentu.

Jika ingin merekam lebih banyak trek, pengguna dapat membeli transmitter tambahan seharga US$120 per unit secara terpisah. Dengan begitu, ECM-W5 mampu merekam hingga empat trek sekaligus. Setiap transmitter juga dapat dipasang ke mikrofon terpisah dan memiliki daya tahan baterai hingga 11 jam. Backplate magnetik disertakan agar transmitter mudah ditempelkan ke kaus.

Baca Juga:

Untuk pengguna yang tidak memiliki kamera Sony, receiver ECM-W5 menyertakan adapter USB-C yang memungkinkannya terhubung ke smartphone atau PC untuk skenario perekaman lain. Saat melakukan penyesuaian pada layar sentuh receiver, pengguna juga dapat mendengarkan hasil rekaman secara nirkabel menggunakan Bluetooth LE dan sepasang headphone Sony.

Harga dan Ketersediaan ECM-W5

ECM-W5 sudah dapat dipesan lebih awal mulai hari ini dengan harga US$400 dan mulai dikirim pada November. Sony juga membuka pre-order untuk receiver ECM-W5R standalone seharga US$190 dan transmitter ECM-W5T seharga US$120 bagi pengguna yang berencana memperluas kit mereka.

Dibandingkan DJI Mic 3 seharga US$259 atau DJI Mic Mini seharga US$99, ECM-W5 sulit dibayangkan menjadi alternatif yang menarik kecuali pengguna memang secara spesifik ingin memakai kit mikrofon baru ini bersama kamera Sony. Namun, jika pengguna bersedia membayar US$400, kemampuan perekaman 32-bit float bisa menjadi nilai jual utama untuk mempermudah alur kerja pasca-produksi.

Langkah Sony memperluas lini perangkatnya tidak hanya terjadi di segmen audio. Perusahaan juga tengah menghadapi dinamika di bisnis gaming dan hiburasenya, termasuk persoalan hukum yang menimpa lini musiknya. Sebelumnya, Sony Music bersama UMG menggugat Suno dengan klaim pelanggaran hak cipta. Di sisi lain, Sony juga disebut menyetop proyek Physint, meski Kojima Productions membantah isu bangkrut yang menyertainya.

Dengan ECM-W5, Sony menegaskan bahwa mereka tidak hanya ingin melayani pengguna kamera Alpha, tetapi juga bersaing di pasar mikrofon wireless yang semakin ramai. Keputusan membanderol kit ini di angka US$400 menunjukkan bahwa Sony menargetkan kreator yang mengutamakan integrasi ekosistem dan kualitas rekaman, bukan sekadar harga murah.

The ECM-W5 kit, complete with two transmitters, a receiver and a case.

Perangkat ini menjadi salah satu bukti bahwa Sony terus memperluas portofolio produknya di luar kamera dan konsol. Bagi kreator yang sudah berinvestasi di ekosistem Sony, ECM-W5 menawarkan jalur integrasi yang mulus lewat Multi Interface Shoe dan fitur perekaman 32-bit float. Namun bagi pengguna umum, harga US$400 tetap menjadi pertimbangan utama ketika DJI menyediakan opsi yang jauh lebih terjangkau.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.