📑 Daftar Isi

Sony Hentikan Game Disc, Era Digital PS5 dan PS6 Dimulai 2028

Sony Hentikan Game Disc, Era Digital PS5 dan PS6 Dimulai 2028

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Sony resmi mengumumkan penghentian produksi game dalam bentuk fisik (disc) untuk konsol PlayStation 5 dan PlayStation 6 mulai Januari 2028. Keputusan ini menandai berakhirnya era game fisik dan memaksa seluruh pemain beralih ke ekosistem digital sepenuhnya.

Kebijakan ini diumumkan melalui laporan GameRant pada Juli 2026. Dengan waktu transisi sekitar 18 bulan, Sony memberikan masa tenggang bagi para gamer untuk bersiap menghadapi perubahan fundamental dalam cara mereka membeli dan memiliki game.

Langkah ini bukanlah kejutan total mengingat penjualan game digital telah lama melampaui penjualan fisik. Bahkan, Rockstar sebelumnya telah mengumumkan bahwa Grand Theft Auto 6 tidak akan dirilis dalam bentuk disc. Namun, keputusan Sony tetap menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan komunitas gamer.

Digital Ownership Hanya Ilusi

Salah satu kekhawatiran utama adalah konsep kepemilikan game digital yang sebenarnya hanya ilusi. Ketika pemain membeli game digital, mereka sebenarnya hanya membeli lisensi, bukan produk permanen. Sony baru-baru ini menghapus ratusan film dari PlayStation Store karena lisensi yang kedaluwarsa, tanpa memberikan pengembalian dana kepada pengguna yang telah membelinya.

Kasus ini menjadi preseden buruk yang menunjukkan betapa rapuhnya kepemilikan konten digital. Jika hal yang sama terjadi pada game, pemain bisa kehilangan akses ke game yang sudah mereka bayar kapan saja tanpa kompensasi.

Meskipun game digital menawarkan kemudahan akses dan sering mendapatkan diskon, sistem ini menghilangkan jaminan bahwa game yang dibeli akan selalu bisa dimainkan. Keputusan Sony ini dianggap sebagai langkah yang sangat anti-konsumen.

Pasar Game Bekas Musnah Total

Dengan dihentikannya produksi game disc, pasar game bekas atau second-hand market akan lenyap sepenuhnya. Selama ini, game fisik yang sudah tidak lagi dijual di toko digital masih bisa ditemukan di pasar loak atau toko game bekas.

Contohnya, game klasik seperti Driver: San Francisco, Spec Ops: The Line, King Kong, atau Splatterhouse sudah sangat sulit ditemukan secara digital. Namun, versi fisiknya masih bisa diburu oleh kolektor. Setelah Januari 2028, opsi itu tidak akan tersedia lagi.

Game PS5 atau PS6 yang dirilis setelah tanggal tersebut tidak akan memiliki jaring pengaman berupa versi fisik. Jika game tersebut dihapus dari PlayStation Store, game itu akan punah total, sama seperti nasib game P.T. yang legendaris.

PS3 dan PS Vita Store Akan Ditutup

Bersamaan dengan pengumuman ini, Sony juga mengungkapkan rencana penutupan PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita. Proses penutupan akan selesai pada Juli 2027. Setelah tanggal tersebut, game yang sudah dibeli mungkin masih bisa dimainkan, tetapi tidak ada jaminan untuk berapa lama.

Beberapa game PS3 seperti Tokyo Jungle dan Infamous: Festival of Blood hanya tersedia dalam format digital. Setelah toko ditutup, game-game tersebut tidak akan bisa dibeli lagi oleh siapa pun. Sony memang masih mengizinkan pengguna untuk mengunduh ulang konten yang sudah dibeli, tetapi masa depan fitur ini juga tidak pasti.

Situasi ini membuktikan ketakutan para gamer terhadap ekosistem all-digital. Begitu server dimatikan, game dan sejarah gaming akan hilang selamanya. Meskipun PlayStation Store saat ini mencakup PS4 dan PS5, tidak ada yang bisa menjamin bahwa layanan ini akan bertahan selamanya.

Masalah SSD dan Broadband

Era digital juga membawa tantangan teknis. Game AAA modern saat ini sangat besar ukurannya. God of War Ragnarok sekitar 190 GB, Black Ops 7 sekitar 180 GB, dan FF7 Rebirth sekitar 155 GB. Kecuali Sony membekali PS6 dengan SSD 5 TB, pemain akan kesulitan mengelola ruang penyimpanan.

Selain itu, banyak pengguna memiliki koneksi broadband yang lambat atau kuota data yang terbatas. Mengunduh game sebesar 100 GB bisa memakan waktu berhari-hari dan menghabiskan kuota. Meskipun game fisik juga membutuhkan patch hari pertama, setidaknya disc membantu mengurangi beban unduhan.

Kematian Preservasi Game

Isu paling mengkhawatirkan dari keputusan ini adalah masa depan preservasi video game. Ekosistem digital murni menjadi hukuman mati yang tidak bisa dihindari bagi sejarah gaming.

Jika penerbit tidak memperpanjang lisensi musik, kontrak kemiripan aktor, atau kemitraan merek, game digital bisa dihapus permanen dari PlayStation Store. Disc memastikan game tetap bisa dimainkan puluhan tahun setelah perusahaan meninggalkan perangkat lunak tersebut.

Saat ini, game yang membutuhkan koneksi online adalah yang paling terdampak. Namun, setelah game single-player PlayStation menjadi digital-only, masalah ini akan merambah ke semua jenis game. Harapannya, konsol eksklusif akan menjadi masa lalu dan semua game rilis di PC.

Langkah Sony ini sejalan dengan tren industri yang juga diikuti oleh kompetitor. Microsoft menyiapkan fitur serupa untuk Xbox. Sementara itu, pengorbanan teknologi seperti ini sering kali menjadi konsekuensi dari inovasi.

Keputusan Sony untuk menghentikan game disc mulai 2028 adalah titik balik dalam sejarah industri game. Pemain tidak lagi bisa memiliki game secara fisik, hanya bisa menyewa lisensi yang sewaktu-waktu bisa dicabut. Ini adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh semua gamer di era digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.