Telset.id – Sony resmi mengumumkan sensor kamera ponsel pertama dengan teknologi LOFIC, yaitu LYTIA L910, yang menjanjikan lompatan besar dalam fotografi malam hari. Namun, sensor canggih ini kemungkinan besar tidak akan hadir di iPhone dalam waktu dekat.
Pengumuman Sony LYTIA L910 pertama kali beredar di Weibo, kemudian diikuti dengan rilis pers resmi di situs semikonduktor Sony. Sensor beresolusi 50MP ini memiliki ukuran 1/1,28 inci dengan ukuran piksel 1,22 μm. Meski tidak sebesar sensor 1 inci seperti IMX989, teknologi LOFIC menjadi nilai jual utamanya.
Apa Itu Teknologi LOFIC?
LOFIC adalah singkatan dari Lateral Overflow Integration Capacitor. Secara sederhana, teknologi ini seperti menempatkan ember di samping piksel untuk menampung kelebihan arus listrik. Ketika piksel menerima foton, dioda foto menghasilkan muatan berdasarkan tingkat kecerahan. Jika kecerahan terlalu tinggi, dioda foto bisa penuh dan meluap, menyebabkan sorotan meledak dan foto terlalu terang.

Solusinya adalah menempatkan kapasitor di samping dioda foto. Kelebihan elektron akan tumpah ke elemen ini. ISP kemudian membaca informasi dari dioda foto dan kapasitor luapan secara bersamaan, lalu menggabungkannya menjadi gambar akhir. Hasilnya adalah lompatan besar dalam rentang dinamis.
Menurut Sony, LYTIA L910 mampu mencapai rentang dinamis hingga 100 dB dari satu eksposur tunggal. Angka ini jauh melampaui sensor konvensional yang biasanya berada di kisaran 60-70 dB.
Triple Conversion Gain HDR
Teknologi LOFIC pada LYTIA L910 dipasangkan dengan Triple Conversion Gain HDR. Sensor membaca informasi dari tiga titik konversi gain secara terpisah dalam satu eksposur. Teknik ini meminimalkan noise, mengurangi pemotongan sorotan, serta mengurangi flicker dan artefak lain saat merekam video dalam kondisi cahaya rendah.

Sony mengklaim sensor ini menghasilkan noise 30% lebih rendah dibandingkan sensor LYTIA 828. Selain itu, LYTIA L910 mampu merekam video 4K HDR pada 60 FPS dengan performa HDR yang sangat baik tanpa membebani baterai ponsel secara berlebihan.
Ponsel Pertama dengan LYTIA L910
Sayangnya, ponsel pertama yang menggunakan sensor ini bukanlah iPhone atau Galaxy. Menurut rumor, ponsel pertama yang akan mengusung sensor Sony LYTIA L910 adalah seri Vivo X500 dan OPPO Find X10. Keduanya diperkirakan akan meluncur tahun ini.

Sensor ini pada akhirnya akan hadir di iPhone, karena Apple menggunakan silikon Sony di kamera flagship-nya. Namun, kapan tepatnya hal itu terjadi masih menjadi tebakan. Sampai saat itu tiba, kita akan mendapatkan uji coba awal pada ponsel kamera China untuk melihat apakah teknologi ini memberikan keunggulan dunia nyata seperti yang disebutkan di atas kertas.
Ini menjadi perkembangan menarik di dunia fotografi ponsel. Teknologi LOFIC bukanlah hal baru di dunia kamera, tetapi penerapannya di sensor ponsel membuka kemungkinan baru. Dengan rentang dinamis hingga 100 dB, pengguna bisa mengambil foto dengan detail luar biasa baik di area terang maupun gelap dalam satu frame.
Bagi para penggemar fotografi ponsel, kehadiran LYTIA L910 menjadi angin segar. Selama ini, tantangan terbesar fotografi ponsel adalah keterbatasan dynamic range. Sensor kecil sering kesulitan menangani adegan dengan kontras tinggi, seperti pemandangan matahari terbenam atau foto malam dengan lampu kota.
Dengan LOFIC, masalah itu bisa diminimalkan secara signifikan. Overexposure pada highlight dan underexposure pada shadow bisa dikurangi, detail di adegan low-light ditingkatkan, dan transisi highlight menjadi lebih natural.
Sony juga dikenal sebagai pemasok sensor kamera utama untuk berbagai merek ponsel. Selain Apple, Xiaomi, OPPO, Vivo, dan banyak merek lain menggunakan sensor Sony untuk kamera flagship mereka. Kehadiran LYTIA L910 bisa menjadi standar baru untuk kamera ponsel premium di masa depan.
Vivo X500 series dan OPPO Find X10 series akan menjadi pionir dalam mengadopsi teknologi ini. Jika berhasil, bukan tidak mungkin sensor ini akan diadopsi secara luas oleh merek-merek lain, termasuk Samsung dan Xiaomi.
Bagi yang penasaran dengan teknologi Sony lainnya, Anda bisa membaca artikel tentang State of Play Juni 2026 atau kabar terbaru soal kenaikan harga PS Plus.
Satu hal yang pasti, persaingan fotografi ponsel semakin memanas. Setiap merek berlomba menghadirkan teknologi terbaik untuk memuaskan pengguna yang semakin kritis terhadap kualitas kamera. LYTIA L910 menjadi bukti bahwa inovasi di sektor ini masih jauh dari kata usai.
Kita tunggu saja bagaimana performa nyata sensor ini saat Vivo X500 dan OPPO Find X10 resmi meluncur. Jika klaim Sony terbukti, fotografi malam hari di ponsel akan memasuki era baru yang lebih cerah dan detail.
Yang menarik, Sony juga terus mengembangkan lini produk lainnya. Perusahaan yang sama baru saja merilis headphone mewah Sony 1000X The Collexion di Indonesia dengan harga Rp 11 juta. Ini menunjukkan komitmen Sony dalam menghadirkan produk premium di berbagai segmen.
Di sisi lain, bagi pengguna iPhone, mungkin harus bersabar lebih lama. Apple biasanya mengadopsi teknologi baru setelah matang dan teruji. Namun, jika sejarah menjadi patokan, iPhone generasi mendatang kemungkinan besar akan menggunakan sensor LOFIC buatan Sony.
Sampai saat itu tiba, penggemar Android khususnya pengguna Vivo dan OPPO akan menikmati keunggulan fotografi malam terlebih dahulu. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mengutamakan kualitas kamera dalam memilih ponsel.
Dengan segala keunggulannya, LYTIA L910 berpotensi menjadi game changer di industri fotografi ponsel. Rentang dinamis 100 dB dari satu eksposur adalah pencapaian yang luar biasa untuk sensor sekecil ini. Jika berhasil diimplementasikan dengan baik, hasil fotonya bisa menyaingi kamera dedicated sekalipun.
Kita akan terus memantau perkembangan sensor ini dan memberikan update terbaru begitu ponsel pertama dengan LYTIA L910 resmi meluncur.





Komentar
Belum ada komentar.