Telset.id – Google akhirnya membuka pre-order untuk smart speaker terbarunya, Google Home Speaker, pada 17 Juni 2026. Perangkat ini akan mulai dikirim ke konsumen pada 25 Juni 2026, mundur sedikit dari janji jendela peluncuran musim semi yang sebelumnya diumumkan. Dengan harga 99 dolar AS, speaker ini menjadi perangkat audio pertama Google yang dirancang khusus untuk asisten Gemini for Home.
Speaker ini hadir dengan desain bulat yang sedikit pipih, masih identik dengan pengumuman sembilan bulan lalu. Tidak ada perubahan hardware sama sekali. Bagian atasnya dilengkapi tombol touch-capacitive, sementara cincin cahaya di bagian bawah berfungsi sebagai indikator status. Google tetap menawarkan empat pilihan warna: porcelain (putih), hazel (hitam), jade (hijau), dan berry (merah). Namun, warna jade dan berry hanya tersedia untuk pasar Amerika Serikat.
Meski secara fisik tidak berubah, Google mengklaim waktu pengembangan yang panjang digunakan untuk menyempurnakan perangkat lunak. Anish Kattukaran, chief product officer untuk Google Home, dalam sebuah briefing awal bulan ini mengungkapkan bahwa speaker ini menjalankan model lokal untuk noise cancellation, echo suppression, dan sound separation. Tujuannya agar Gemini tetap bisa mendengar perintah pengguna meskipun ada kebisingan latar belakang.
Ini adalah langkah besar bagi Google. Gemini for Home sudah tersedia di speaker Nest selama beberapa bulan melalui program akses awal. Namun, menurut Kattukaran, Google Home Speaker memberikan pengalaman terbaik untuk asisten tersebut. Dibandingkan Google Assistant, Gemini dinilai sebagai asisten percakapan yang lebih alami. Ia bisa memahami perintah bahasa natural, menangani pertanyaan yang lebih kompleks, dan mengikuti alur bicara pengguna meskipun ada jeda atau perubahan pikiran di tengah kalimat. Gemini juga bisa bercakap-cakap secara terbatas tanpa perlu mengulang kata kunci pemicu.
Desain Lebih Ringkas, Fitur Audio Baru
Google Home Speaker ternyata berukuran lebih kecil dibandingkan Nest Audio, smart speaker flagship Google sebelumnya. Kattukaran mengatakan bahwa perusahaan mendengar keluhan pengguna bahwa Nest Audio yang lebih tinggi sulit ditempatkan di berbagai sudut rumah. Meski lebih kecil, Google tidak mengklaim speaker baru ini bisa menyaingi kualitas suara Nest Audio. Sebaliknya, perusahaan menekankan bahwa perangkat ini adalah “peningkatan audio yang besar dibandingkan Nest Mini.” Speaker ini juga mendukung audio 360 derajat, sehingga suara terdengar seragam dari titik mana pun di ruangan.
Salah satu fitur baru yang menarik adalah kemampuan pairing. Pengguna bisa menghubungkan dua unit Google Home Speaker untuk menghasilkan suara stereo, atau menghubungkannya ke perangkat streaming Google TV Streamer untuk pengaturan suara surround spasial. Ini adalah fitur yang belum pernah ditawarkan Google pada smart speaker sebelumnya. Selain itu, speaker ini juga berfungsi sebagai Matter controller dan Thread border router, sehingga bisa membantu menghubungkan perangkat smart home seperti lampu, kunci, dan stop kontak ke ekosistem Google Home. Namun, perangkat ini masih menggunakan spesifikasi Thread 1.3 saat peluncuran, bukan Thread 1.4 yang lebih baru.
Google juga memanfaatkan waktu tunda peluncuran untuk meningkatkan performa Gemini for Home. Kattukaran menyebutkan bahwa latensi untuk perintah smart home dan media dasar berhasil ditingkatkan hingga 40 persen. Lebih dari 2.500 masalah yang dilaporkan pengguna telah diperbaiki, dan lebih dari 50 fitur serta peningkatan baru telah dirilis. Ini menunjukkan bahwa Google serius membenahi ekosistemnya sebelum merilis hardware baru.
Baca Juga:
Bonus Berlangganan untuk Pengguna Awal
Bagi yang membeli Google Home Speaker sebelum pertengahan September 2026, Google memberikan bonus enam bulan langganan Google Home Premium secara gratis. Layanan berbayar ini biasanya dibanderol mulai dari 10 dolar AS per bulan. Google Home Premium diperlukan untuk mengakses Gemini Live, yang oleh Kattukaran disebut sebagai “pengalaman percakapan paling natural dengan Gemini.” Langganan ini juga membuka akses ke pencarian bertenaga AI pada kamera Nest, sehingga pengguna bisa bertanya kapan terakhir kali kamera melihat kucing mereka. Selain itu, ada fitur Google Home Brief yang merangkum aktivitas di sekitar rumah setiap akhir hari.
Dengan peluncuran ini, Google ingin menunjukkan bahwa Gemini adalah masa depan smart home. Perusahaan juga terus memperbarui kebijakan privasi untuk mendukung teknologi AI mereka, seperti yang terlihat pada pengaturan privasi terbaru. Speaker ini menjadi bukti nyata bahwa Google tidak hanya mengandalkan hardware, tetapi juga software dan layanan untuk bersaing di pasar smart speaker yang semakin ketat.
Meskipun demikian, masih ada pertanyaan besar: apakah konsumen akan tertarik membeli speaker dengan harga 99 dolar AS yang secara hardware tidak berubah sejak diumumkan? Google mengandalkan peningkatan pengalaman Gemini untuk menjawab keraguan tersebut. Waktu akan membuktikan apakah strategi ini berhasil. Yang jelas, pengiriman perdana pada 25 Juni mendatang akan menjadi momen penting bagi Google untuk membuktikan bahwa Gemini for Home layak menjadi pusat kendali rumah pintar.





Komentar
Belum ada komentar.