Telset.id – Sebuah startup robotik asal San Francisco, The Bot Company, dituduh menyewa rumah di Airbnb untuk dijadikan laboratorium riset dan pengembangan (R&D) secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kasus ini mencuat setelah pemilik rumah, Sean Donovan, menggugat perusahaan tersebut ke pengadilan akhir bulan lalu.
Donovan mengungkapkan bahwa sekelompok orang yang mengaku sebagai pekerja jarak jauh dari Thailand menyewa rumah masa kecilnya yang ia sewakan melalui platform Airbnb. Namun, kecurigaan muncul saat ia memergoki banyak kabel berserakan menuju ke dalam rumah. Setelah ditelusuri, ia menemukan robot raksasa mirip “borg” dari serial Star Trek, yang ia deskripsikan sebagai “Roomba dengan treads” setinggi hampir dua meter.
“Bayangkan kamu masuk ke rumahmu, dan semua isi laci hilang, ada barang baru di sana. Mereka memindahkan semuanya ke tempat lain,” ujar Donovan kepada SFGate, seperti dikutip dari laporan yang pertama kali diangkat oleh media tersebut.
Rumah Berubah Jadi Lab R&D
Menurut gugatan yang dilayangkan, antara 12 hingga 25 April, lebih dari 30 orang terpantau keluar-masuk rumah tersebut melalui kamera Ring milik Donovan. Ia bahkan mendengar percakapan tentang “shift” kerja, memperkuat dugaannya bahwa rumahnya digunakan sebagai fasilitas pengujian robot tanpa izin.
Kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Donovan mengklaim kerugian lebih dari 12.000 dolar AS akibat cat tembok yang tergores, lantai penyok, perabot antik rusak, hingga satu set peralatan makan Franciscan pottery yang hilang. Meja makan keluarga yang sudah berusia 70 tahun juga mengalami kerusakan berupa bekas air dan goresan.

The Bot Company didirikan oleh Kyle Vogt dan Paril Jain. Vogt sebelumnya dikenal sebagai pendiri Cruise, divisi robotaxi milik General Motors yang sudah bangkrut. Startup ini dilaporkan telah mengumpulkan dana lebih dari 300 juta dolar AS, meski detail produk mereka masih dirahasiakan. Fokus utama perusahaan adalah mengembangkan robot untuk membantu pekerjaan rumah tangga.
Baca Juga:
Dampak dan Implikasi
Kasus ini menyoroti praktik tidak etis yang dilakukan startup bernilai tinggi untuk menghemat biaya pengembangan. Alih-alih membangun laboratorium pengujian sendiri, The Bot Company memilih menyewa properti residensial untuk menguji robot mereka secara sembunyi-sembunyi.
Donovan menemukan bukti lain seperti cangkir pecah yang lemnya sudah kering, ubin kamar mandi retak, meja kopi penyok, dan rak sepatu yang hilang. Semua ini menunjukkan aktivitas pengujian yang tidak terkontrol di dalam rumah pribadi.
Kejadian ini juga memicu pertanyaan tentang keamanan dan privasi dalam transaksi sewa properti. Apalagi, rumah tersebut disewa dengan alasan palsu, dan properti milik pribadi digunakan tanpa persetujuan untuk kepentingan komersial.
Para pengamat menilai bahwa insiden ini bisa menjadi preseden buruk bagi industri robotik dan startup pada umumnya. Selain merugikan pemilik properti, praktik seperti ini juga merusak kepercayaan publik terhadap pengembangan teknologi baru.
Donovan kini menuntut ganti rugi atas kerusakan yang dialami properti keluarganya. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pengguna platform berbagi properti untuk lebih waspada terhadap penyewa yang mencurigakan.





Komentar
Belum ada komentar.